Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

NIK | "Speak Your Mind" [14]

13 Juni 2019   08:15 Diperbarui: 13 Juni 2019   09:44 0 18 5 Mohon Tunggu...
NIK | "Speak Your Mind" [14]
Illustrated by pixabay.com

Kureguk kopi. Kunyalakan rokok. Sejak tadi, kau betah dalam diam. Segelas teh hangat di hadapmu tak kau sentuh. Itu caramu, jika tak selesai inginmu. Kau menatapku. Kuraih gelas teh milikmu kucicipi. Aku tersenyum.

"Mas tahu!"

"Hah?"

"Kenapa Nik belum minum!"

"Apa?"

"Khawatir tambah manis, kan?"

Aku tertawa. Kau tidak. Kugaruk kepala, merasa gagal. Sekilas senyummu hadir. Dan aku tahu, kau berusaha bertahan berlaku kaku begitu. Kugeser kursi ke hadapmu. Kutatap wajahmu.


"Nik mau tanya tentang PH?"

"Nik udah tahu!"

"Eh? Tahu dari mana?"

"Pendamping Hidup, kan?"


Kupasang muka terkejut dan tersenyum. Kukira kau merasa aneh. Serius menatapku. Hanya sesaat, kau sadari ucapan terakhirmu. Plak! Ada tepukan di bahuku. Sambil tertawa, kuayun jari telunjuk ke wajahmu yang memerah. Segera kau tutupi dengan dua telapak tanganmu. Malu.

Jamak berlaku di fakultasku saat itu. Mahasiswa semester akhir, mesti bersiap mencari pasangan bakal pendamping wisuda. Selain orang tua. Tak hanya sekedar prestise, juga jurus menghindar dari sasaran empuk. Dianggap lelaki tak laku.

Entah siapa yang iseng, membuat tiga kategori pendamping. Terendah disebut PK; berarti Pendamping Kontrak. Biasanya teman akrab atau sudara dari wisudawan. Menengah, ada istilah PW untuk Pendamping Wisuda. Ini khusus bagi pacar atau pasangan wisudawan. Dan kategori istimewa, disebut PH atau Pendamping Hidup. Yaitu; istri, bisa juga calon istri atau tunangan wisudawan.

Kembali kureguk kopi. Wajahmu kembali serius. Tak lagi kau tutupi. Matamu menatapku, kutunggu tanyamu.

"Kenapa Mas tak ingin Nunik tahu?"

"Tentang?"

"Tadi Mas hentikan Ni Yul. Saat bilang ada salam dari Kajur, kan?"

"Haha..."

"Mas minta Ni Yul diam, kan?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3