zaldy chan
zaldy chan ASN (Apapun itu, Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Ketika Butir-butir Mimpi Menata Sepi

15 Maret 2019   10:24 Diperbarui: 15 Maret 2019   11:14 144 26 8
Puisi | Ketika Butir-butir Mimpi Menata Sepi
Illustrated by : pixabay.com

suara-suara tergeletak di tepi sungai. menanti riam menjemput diri. perlahan tersapu, timbul tenggelam dan terbenam di lumpur waktu.

hujan belum juga usai. menimba rongsokan-rongsokan lalai. menggerus butir-butir mimpi, yang setia antri menata sepi.

kata-kata terjebak di lautan. menanti jerit duka nelayan. perlahan berbingkai bangkai, tersimpul dan tersampul indah di pengap lemari besi.

lupakan air mata nestapa. saat mentari menyapa. kabut dupa-dupa luka, menyelinap dan meratap ke langit duka.

wajah-wajah terpasak di pinggir jalan. menanti pahit manis harapan. perlahan berbisik menelisik sapaan. lupa, juga melupakan.

Curup, 15.03.2019
zaldychan