Mohon tunggu...
Zaki Jamil
Zaki Jamil Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

suka ikan

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari

Melirik Potensi Ikan Hias sebagai Komoditas Unggulan Guna Perkuat Ekonomi Negara

6 September 2022   23:06 Diperbarui: 6 September 2022   23:27 76 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Indonesia Lestari. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Sebesar 75% ikan hias di dunia berasal dari Indonesia dan ratusan jenis ikan hias asal Indonesia telah diekspor ke berbagai negara di dunia. Hal ini menjadikan Ikan hias berpotensi memperkuat perekonomian bangsa.

Ikan hias merupakan jenis ikan yang berhabitat baik di dalam air tawar maupun di laut yang dipelihara untuk memperindah ruangan, bukan untuk kebutuhan hidup. Ikan hias dinilai mempesona sehingga tak sedikit orang yang rela merogoh kocek yang tinggi guna melihat keindahan ikan hias.

Ikan hias dinilai berpotensi menjadi komoditas unggulan karena penjualan ikan hias memiliki perputaran uang yang lebih cepat dalam perputaran modal, tidak membutuhkan lahan yang luas dalam budidayanya, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding ikan konsumsi.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Produksi ikan hias di Indonesia terus meningkat tiap tahun. Diketahui pada tahun 2017 sebanyak 1,19 miliar ekor, kemudian sebanyak 1,22 miliar ekor pada tahun 2018. Disusul pada tahun 2019 meningkat kembali menjadi 1,28 miliar. Nilai penjualannya pun cukup tinggi, yakni sesar Rp19,81 miliar pada tahun 2019.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus berupaya untuk memajukan budidaya ikan hias agar dapat memperkuat dan meningkatkan ekonomi Indonesia serta memberdayakan para pembudidaya ikan hias. Direktur Jenderal Slamet Soebjakto mengatakan bahwa bisnis ikan hias merupakan peluang usaha yang bagus karena dapat menghasilkan keuntungan yang besar apabila mau menekuni.

Salah satu dampak positif budidaya ikan hias ialah mampu memperluas tenaga kerja dan meningkatkan nilai ekspor. Hal ini diperkuat dengan melimpahnya koleksi ikan hias yang dimiliki Indonesia diyakini bahwa Indonesia akan tampil sebagai negara dengan produsen dan eksportir terbesar dunia.

Ikan hias seperti koi, arwana, cupang, manfish dan gapi mampu mendongkrak nilai ekspor indonesia. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ekspor ikan hias yang semula pada tahun 2012 hanya USD 21 juta menjadi USD 33 juta pada tahun 2019. Adapun negara-negara tujuan ekspor ikan hias Indonesia meliputi Amerika, Jepang, China, Inggris, Australia, Singapura dan negara-negara lainnya.

Ikan hias dipercaya sebagai pereda stress bagi penikmatnya. Pasalnya, dengan keberadaan ikan hias yang mereka miliki, akan membuat si pemiliknya menjadi bahagia dan terhindar dari stress belaka.

Selain itu, penggunaan teknologi juga dapat dimaksimalkan, mengingat saat ini merupakan era digital dan sangat berpotensi melakukan perdagangan online. Melihat peluang yang begitu besar, tentunya penggunaan e-commerce sangat bermanfaat, selain bagi penjual ikan hias, juga pembeli yang ingin selalu mengoleksi ikan hias dengan membelinya secara praktis.

Pemerintah dan kita semua harus terus menggalakan budidaya ikan hias, mengingat potensinya yang begitu baik. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan sektor perikanan sebagai salah satu indikator sektor yang dapat mewujudkan visi misi Kabupaten Bogor. Hal ini juga bisa dilakukan di Kabupaten/Kota lainnya di seluruh Indonesia.

Salah satu hal yang dapat dilakukan para pemangku kepentingan yakni dengan memberikan sarana dan prasarana budidaya ikan hias, seperti benih, pakan dan peralatan kepada pelaku usaha ikan hias. Selain itu, dengan mengadakan penyuluhan secara intensif kepada pelaku usaha ikan hias guna meningkatkan mutu SDM sehingga mampu berdaya saing yang lebih tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan