Mohon tunggu...
Zainal Tahir
Zainal Tahir Mohon Tunggu... Politisi

Dulu penulis cerita, kini penulis status yang suka jalan-jalan sambil dagang-dagang. https://www.facebook.com/zainaltahir22 https://zainaltahir.blogspot.co.id/ https://www.instagram.com/zainaltahir/ https://twitter.com/zainaltahir22 https://plus.google.com/u/1/100507531411930192452

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saya Mencintai Pramuka

2 April 2019   08:56 Diperbarui: 2 April 2019   09:01 167 1 0 Mohon Tunggu...
Saya Mencintai Pramuka
Dokumentasi Pribadi

Bertemu anak Pramuka di hajatan pernikahan putri sahabat Khaerun Hanafiah di Kelurahan Mawang, Gowa, senin kemarin 1 April 2019, saya begitu senang dan bahagia. Nostalgia dan kenangan melela kembali di pupil mata saya, tentang berpenggal-penggal kenangan di Pramuka yang begitu mewarnai masa muda saya, yang begitu mendalam.

Dan, inilah sepenggal cerita itu:

YANG TERCECER DARI JAMNAS 1986 CIBUBUR

Saya ingat Jamnas 1986 dulu. Saya latihan habis-habisan di SMP Neg 1 Sungguminasa Gowa, sampai bikin Gudep Temali setelah tamat SMP tahun 1985 bersama Abdul Jalil yang kini sudah jadi mubaliqh dan Akbar bersaudara bermarkas tepat di belakang Balla Lompoa --waktu itu belum ada Istana Tamalate--, untuk mengimbangi gerakan Gudep Sehati asuhan Khaerun Hanafiah dan Gudep Baden Powell bentukan Jufri Rahman. Banyak anak-anak hebat di Gudep Sehati yang berbasis di Aspol batang Kaluku. 

Ada Rasdi dan Edwin Ardrin yang sudah lama mendahului kita oleh sebuah kecelakaan tragis. Begitu pula Gudep Baden Powel, di situ ada Rahmansyah dan Rusli Jaharuddin yang sekaligus menjadi andalan di SMP Neg 2 Sungguminasa dengan pusat latihan di lorong sempit di atas beton saluran air ledeng antara yang pom bensin Pertamina dengan pasar Sungguminasa.

Saya, sebagai anggota regu inti di SMP Negeri 1 Sungguminasa bersama Syarifuddin, Irfan, Amas Majid, Yasin Matte, Altin Sakona Mustajab, Ida Onggan, Hasniati Hayat, Yusmanizar dan teman-teman yang lain, merasa begitu hebat mulai dari LT 2 di Taeng-taeng, LT 3 di Cadika, hingga Jambore Cabang kalau tidak salah di Mala'lang. 

Tiap akhir pekan saya selalu ikut perkemahan Sabtu Minggu di sekolah hanya mengejar impian untuk terpilih dan ikut Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur. Saya ikut seleksi, eh ternyata yang terpilih dari 6 regu Putera dan Puteri yang akan mewakili Kabupaten Gowa adalah mayoritas anak pejabat di Gowa. Tak usahlah saya lanjutkan. Kita tentu sudah ngerti semua. Kita Paham kenyataannya waktu itu. Hehehe, saya tersenyum miris di hati. Kecut rasanya.

Apa yang saya lakukan setelah mengetahui bawa diri saya tidak lulus seleksi pada waktu itu? Saya akhirnya pergi angkat pasir di Sungai Jeneberang dimulai pagi sampai siang sebelum berangkat sekolah, mengumpulkan uang untuk beli tiket kapal laut, KM Kerinci, yang waktu itu harga kelas ekonomi Rp. 31.000. Berbulan-bulan saya menabung. Lalu saya berangkat sendiri beberapa hari sebelum pemberangkatan kontingan Jamnas Kabupaten Gowa.

Tentunya saya membawa uniform Pramuka lengkap. Untung ada rumah keluarga di kompleks CPM Bearland di Matraman. Dari situ dengan pakaian Pramuka lengkap, saya naik angkot ke Cibubur pada hari pembukaan Jamnas. Tak lupa saya beli rol Fuji 24 kutip setelah pinjam kamera pocket milik paman saya yang masih aktif di Polisi Militer waktu itu.

Di Cibubur, saya ikut juga pembukaan, tapi dari luar arena. Saya hanya menyaksikannya dari jauh, sekaligus saya menghindari kontingen Gowa yang tentunya banyak kenal saya. Malu-maluin saja kalau ketemu mereka. Pastilah mereka ketawa melihat peserta liar seperti saya ini. Ah, konyol juga saya waktu itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN