Mohon tunggu...
Zahwa Arzetiya
Zahwa Arzetiya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran

Mahasiswa Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Keterkaitan Diet Ekstrem dan Buruknya Kontrol Diri pada Remaja dengan Anorexia Nervosa

26 November 2021   14:37 Diperbarui: 29 November 2021   08:27 219 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: klikdokter.com

Masa remaja menjadi masa yang berpotensi mengalami berbagai permasalahan terutama penampilan tubuh. Permasalahan penampilan tubuh dapat meningkatkan tingkat kepedulian tentang citra tubuh yang dapat mengarah ke konsep penilaian bentuk tubuh yang negatif, yaitu standar ideal. Hal ini sering menghantui remaja karena menyatakan penampilan tubuh yang sempurna dan menarik. Remaja juga sering membandingkan penampilan tubuhnya dengan remaja lain di lingkungan sosialnya.  Adanya perbandingan ini dapat menimbulkan seseorang merasa malu terhadap tubuhnya sendiri atau biasa disebut dengan istilah body shame.

Rasa khawatir akan penampilan tubuh menjadikan remaja memiliki usaha diet secara ekstrem dengan pembatasan konsumsi jenis makanan tertentu atau kontrol diri yang buruk dalam pola diet (pola makan) dengan tujuan untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Hal ini akan mengarah pada kecenderungan gangguan makan khususnya anorexia nervosa. Lalu, perilaku diet yang dilakukan tanpa pengawasan ahli akan menimbulkan dampak yang negatif. Berbagai remaja saat melakukan diet sering kali tidak memperhitungkan dampak negatifnya karena diet yang ditempuh remaja sering tidak sesuai dengan aturan kesehatan, mereka hanya memikirkan bagaimana menjadi kurus dengan cepat dan mudah tanpa melihat akibat yang ditimbulkan oleh diet yang dilakukannya, salah satunya anorexia nervosa.

Terdapat data yang dilansir dari Academy of Eating, secara global diketahui bahwa sejak 50 tahun terakhir jumlah kasus gangguan makan (eating disorder) mengalami peningkatan. Sebanyak 1.000.000 hingga 2.000.000 wanita di Negara Amerika Serikat kriteria diagnostik bulimia nervosa dan sejumlah 500.000 perempuan di diagnostik mengalami anorexia nervosa

MASA REMAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP ANOREXIA NERVOSA

Ciri khas yang timbul dari perkembangan remaja dapat dilihat bahwa masa awal remaja menjadi tahap dimana remaja mengalami ketakutan karena adanya perubahan yang cepat dalam memunculkan sesuatu yang dirasa baru dan berbeda pada aspek fisik maupun psikososial remaja (Wulandari, 2014). Adanya perkembangan fisik pada kalangan remaja dapat menimbulkan body image yaitu persepsi dan penilaian remaja terhadap bentuk tubuhnya. Penilaian remaja akan tubuh yang ideal membuat remaja cenderung lebih memperhatikan bentuk tubuhnya agar ideal (bentuk tubuh langsing dan kurus).  Pemikiran ini dapat mengarah ke suatu usaha yang negatif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan sehingga timbul usaha berlebihan terhadap berat badan. 

Remaja akan cenderung melakukan pengontrolan pola makan yang berlebih dan akan memunculkan perilaku kontrol diri yang buruk dalam pola makan demi mendapat berat badan tubuh yang ideal. Perilaku ini dapat menimbulkan usaha diet yang ekstrem. Hal ini diperkuat oleh temuan Kurniawan dan Briwan tahun 2014 bahwa berbagai usaha dilakukan remaja agar mendapatkan tubuh yang ideal dan terlihat menarik dengan melakukan diet melalui pembatasan konsumsi beberapa jenis makanan tertentu atau mempunyai kebiasaan diet tidak terkontrol yang bertujuan untuk mendapatkan tubuh ideal. 

Namun, adakalanya seorang remaja ketika ingin mendapatkan tubuh yang ideal, mereka akan memaksakan diri mereka begitu ketat karena timbul rasa kekhawatiran berlebih apabila tubuh mereka tidak ideal. Kekhawatiran berlebih ini muncul karena adanya persepsi remaja untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan tubuh yang ideal sehingga mereka menjaga pola makannya dengan ketat dan ekstrem. Hal ini tercermin dari perilaku remaja yang kerap diamati yaitu sengaja melewatkan jam makan, berpuasa ketat, menolak beberapa jenis makanan berkelanjutan, minum obat pil diet, ataupun memuntahkan makanan dengan paksa karena rasa bersalah akibat makan seolah makan adalah perbuatan yang berdosa. Remaja dengan anorexia nervosa akan ketakutan terhadap kegemukan sehingga mereka harus membatasi makannya agar terlihat kurus. Pembatasan pola makan yang salah terkait dengan pola pikir remaja sehingga memicu kontrol diri yang buruk dan selanjutnya memicu diet ekstrem dan nantinya memicu anorexia nervosa agar menjaga tubuh idealnya.

DIET EKSTREM DAN KONTROL DIRI BURUK MEMICU ANOREXIA NERVOSA PADA REMAJA

Anorexia nervosa merupakan  kondisi medis di mana seseorang memiliki ketakutan berlebih dan tidak wajar terhadap kelebihan berat badan. Kondisi tersebut ditandai oleh penyimpangan penilaian fisik yang lengkap, pemikiran berlebih akan makanan, dan penolakan untuk makan. Anorexia nervosa adalah kesulitan memiliki nafsu makan, namun pada kenyataannya pengidap anorexia nervosa dapat memiliki perasaan lapar dan berselera akan makanan, mempelajari tentang makanan dan kalori; menumpuk; menyembunyikan dan dengan sengaja membuang makanan (Townsend, 1998).

Gangguan makan kerap kali diakibatkan oleh buruknya rutinitas makan pada remaja hanya karena ingin terlihat kurus. Anorexia nervosa merupakan penyakit gangguan  makan umumnya menyerang remaja khususnya remaja putri. Secara umum, gadis-gadis muda ini ingin memiliki tubuh yang lebih ramping, langsing, dan lebih menarik, meskipun tidak normal. Untuk mencapainya, gadis-gadis muda tidak ragu melakukan perbuatan yang  dapat membahayakan dirinya tanpa mereka sadari. Mereka bahkan rela melewatkan sarapan, waktu makan yang berkurang, serta diet berlebihan cenderung melakukan diet ekstrem demi terlihat memiliki tubuh ideal serta berpenampilan menarik. Kecenderungan untuk diet berlebih juga dapat timbul akibat remaja yang menilai dirinya melalui pandangan orang lain seperti teman sebayanya, kemudian beranggapan bahwa wanita dikategorikan menarik apabila memiliki tampilan bentuk tubuh yang ramping. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan