Mohon tunggu...
Zahrotul Mutoharoh
Zahrotul Mutoharoh Mohon Tunggu... Guru - Semua orang adalah guruku

Guru pertamaku adalah ibu dan bapakku

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Hujan di Bulan Desember

2 Desember 2021   22:24 Diperbarui: 2 Desember 2021   22:40 163 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hujan. Saat itu. Ku ingat deras. Laksana diguyurkan air dari langit malam itu. Jelang pernikahanku denganmu.

Hujan itu membawa kabar bahagia untukku. Dan juga untukmu. 

Doa ku panjatkan agar pada hari H pernikahan, tak hujan deras. Begitu juga ibu dan bapakku. Mendoakan yang sama untuk kelancaran pernikahanku.

Sebuah pernikahan yang diharapkan, tidak hanya aku. Tetapi juga harapan keluarga besarku. Terutama ibu dan bapakku. Saat itu ibu masih membersamaiku di hari bahagiaku.

Aku yakin ibu lega dengan pernikahanku. Karena aku anak yang ragil ini akhirnya akan menikah.

Tetapi, aku tahu ibu sangat merasa agak sedih. Bukan karena aku akan menikah. Tetapi lebih kepada keadaan ibuku yang tak bisa kesana kemari untuk persiapan pernikahanku.

Ibu tak mampu kemana-mana. Hanya bisa berjalan dengan tongkatnya dengan tertatih-tatih. Ibuku stroke.

"Ibu doakan lancar, Ra.. Ibu juga puasa ntuk kelancaran pernikahanmu ini..".

Dengan agak terbata-bata ibu ngendika seperti itu. Ya, tak bisa dipungkiri. Ibuku mendoakan dan melaksanakan laku puasa untukku. Puasa yang aku yakin ibu sudah terbiasa melakukannya.

"Ya, bu..".

Hanya itu yang mampu ku katakan kepada ibu saat itu. Memang ibu sering shalat tahajud, dan puasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan