Mohon tunggu...
Zahrotul Mutoharoh
Zahrotul Mutoharoh Mohon Tunggu... Guru - Semua orang adalah guruku

Guru pertamaku adalah ibu dan bapakku

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Study Tour Kami

16 Oktober 2021   21:26 Diperbarui: 16 Oktober 2021   21:27 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Sekolah menyampaikan pengumuman bahwa besok kami, anak-anak kelas lima akan melakukan study tour. Tapi tak seperti biasanya, study tour ini dilakukan secara daring. Kata bu Mira, guru kelas kami sih diputarkan video di sekolah. Kata bu Mira kami akan berkunjung ke Monumen Jogja Kembali. Monjali.

Sebenarnya sih deket dari sekolah kami. Paling-paling membutuhkan waktu satu setengah jam perjalanan. Sekolahku terletak di sebuah dusun di kabupaten Gunungkidul.

Sebenarnya pasti lebih enak study tour langsung ke sana. Bisa melihat dengan jarak dekat. Dan bisa menyusuri tiap sudut ruangan. Ah, andai bukan masa-masa covid-19. Tentunya kami tak hanya menyaksikan video saja.

***

Keesokan harinya..

Kami menyaksikan sebuah video yang diputarkan di sekolah. Kami dijadwal untuk menyaksikannya. Sebenarnya tidak seru. Selain karena hanya melihat video, kami juga tak bisa berlama-lama di sekolah.

"Nanti kalau sudah selesai, kalian langsung pulang ya.. Tidak boleh berkerumun di sekolah.. Karena nanti dipakai oleh teman-teman yang dijadwalkan jam kedua..".

Bu Mira tadi mengingatkan kami ketika akan mulai diputarkan videonya. Oh iya, kami diberi tugas oleh bu Mira untuk mencatat hal penting dari kegiatan study tour ini. 

Kami menyaksikan selama hampir satu setengah jam. Kami mencatat pokok-pokok dari apa yang kami saksikan. Kemudian nanti akan kami susun laporan sederhana dari kegiatan study tour ini.

***

Dari yang kami saksikan, Monjali ini berbentuk kerucut. Ada tiga lantai. Pada rana pintu masuk terdapat nama-nama pahlawan yang gugur di Wehrkreise III. Banyak sekali. Ada ratusan nama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun