Mohon tunggu...
Mutiara Nur Rahman
Mutiara Nur Rahman Mohon Tunggu... Sharing is Caring

Bismillah. Aku layaknya karung dosa yang mencoba mengurai sejumput asa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mengingat-ingat Dosa Itu Sombong, Bersyukurlah

30 Oktober 2020   23:21 Diperbarui: 5 November 2020   07:03 43 0 0 Mohon Tunggu...

Bismillahirrahmanirrahim

Terdapat Mazhab para pendahulu yang mengatakan bahwa orang yang berlebihan mengingat dosa itu adalah suatu kesombongan. Sebab tidak mengingat anugerah hidayah Allah.

Ada banyak hal yang mesti kita syukuri dalam hidup. Misalkan Hari Ini kita tidak melakukan perbuatan dosa seperti selingkuh, bisa melaksanakan sholat, bisa merawat anak. Hari Ini sebelum tidur kita tidak melakukan perbuatan jahat. Begitulah, jika terus berlangsung seperti itu maka kita bisa menjadi seperti sebenar benarnya wali.

Disampaikan oleh Gus Baha, Ahli Tafsir Al qur'an bahwa masyhur dikatakan dalam kitab Ihya Ulumuddin, Kitabur Roja terdapat kisah seorang ulama yang ketika di akhirat ditanyakan padanya, "Dengan amal apa kamu menghadap Allah?". Ulama itu menjawab, "Ketika di dunia amalanku biasa saja ya Allah, tapi aku meyakini bahwa engkau ya Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Aku juga tidak mensyirikan Engkau ya Allah. Engkau mengatakan bahwa dosa selain syirik diampuni". Maka Allah mengatakan, "Engkau benar hambaku, maka masuklah ke Surga".

Gus Baha menyampaikan banyak orang yang memiliki masalah seperti hutang yang banyak, anak yang nakal, namun masih bisa tersenyum dan tertawa. Namun penting untuk berfikir positif dalam menghadapi kesulitan dan masalah hidup. Melihat segala keburukan yang sedang menimpa dalam kacamata positif. Ada banyak kebaikan dan nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita. Juga adanya hikmah dibalik setiap peristiwa, sekalipun buruk. Beliau pernah menemui tamu yang datang sowan kepada beliau dan berkonsultasi tentang hutangnya yang banyak, anaknya yang nakal dan istrinya yang minggat dari rumah.

Lalu Gus Baha mengatakan, "Apakah kamu masih tahu bagaimana rasa enaknya Ngopi, apakah masih tau bagaimana rasanya merokok. "Masih Pak Yai", jawab si tamu. "Berarti bagus, baik, bisa mengingat ingat nikmat dari Allah. Bahwa Ngopi enak, merokok enak. Jangan mengingat ingat istri minggat dan masalah lainnya. Anggap saja istri kamu cerdas. Menghindari keburukan kepada yang lebih baik. Kamu harus bangga memiliki istri yang cerdas. Jika ikut denganmu dia bahagia tidak. Dia lebih bahagia ikut orang tua kan. Berarti istrimu rasional. Hargai kecerdasan istrimu, pendapat istrimu". Jawab Gus Baha. 

Seminggu kemudian dia sowan kembali  dan mengatakan bahwa dia sudah lebih baik dan lebih stabil. Gus Baha mengatakan bahwa apa yang diungkapkan beliau terhadapnya merupakan konsep pemikiran Abu Hasan Assyadzili. 

Dalam video pada kanal media YouTube Gus Baha mengatakan bahwa dalam petikan dari surat An-Nas dikatakan "Min syarril was wasil khonnas". Bahwa setan berusaha memisahkan kita dengan Allah justru dengan dosa. Sebagaimana kisah Nabi Adam yang berdosa memakan buah Khuldi. Dimana justru karena itu beliau dipilih oleh Allah dan mengatakan dalam doa taubatnya, "Ya Allah aku memahami bahwa semua yang terjadi adalah takdir Engkau". Sebab itu kemudian Allah menerima taubat Nabi Adam. Allah sudah mengetahui bahwa Nabi Adam akan melakukan kesalahan, yang justru dengan itu Allah berencana agar Nabi Adam kelak menjadi Khalifah di bumi. Yang mana juga nantinya Allah akan mengutus Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Allah tidak akan menyiksa umat selama Nabi Muhammad SAW ada, namun saat ini Nabi Muhammad telah pindah. Sekarang yang ada adalah, Allah tidak akan menyiksa kita selama kita hambaNya masih beristighfar. Justru Malaikat akan merasa janggal dengan kita jika berlebihan menangisi dosa, dan bukannya beristighfar dan memujiNya.   

Rusaknya zaman di masa kini adalah disebabkan banyaknya orang Sholeh yang berlebihan mengingat dosa dosanya di masa lalu. Sehingga mereka tidak mengambil peran dalam perbaikan dengan alasan ingin tahu diri. Keadaan ini mengakibatkan terjadi kekosongan dalam menebar kebaikan.

Ayahanda dari Gus Baha pernah berpesan bahwa ketika ada pencuri yang mengisi bak mesjid maka bak masjid tetap akan penuh. Artinya sekalipun dilakukan oleh seorang pencuri, kebaikan akan tetap menjadi amal. Oleh karena itu seharusnya pencuri atau pelaku kesalahan lainnya tidak perlu takut datang ke mesjid dengan alasan malu karena pernah mencuri atau melakukan kesalahan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN