Karir

Berkaya Maka Aku Ada

4 Oktober 2018   08:57 Diperbarui: 4 Oktober 2018   09:28 137 0 0
Berkaya Maka Aku Ada
consulting-5bb572cc6ddcae2109065562.png

"Barang siapa yang berbuat kebaikan dan membela kebenaran maka dia patut untuk dikenang. Layaknya Pahlawan"

Seiring dengan berkembangnya zaman maka berkembang pulalah terkait kreatifitas yang dilakukan oleh manusia. Mulai dari aktifitas sehari-hari sampai aktifitas" lainnya.

Gaungan Rene Descartes Cartes yang paling nyaring ialah "Cogito Ergo Sum".

Aku berpikir maka aku ada. Seseorang dianggap ada ketika ia sedang memikirkan sesuatu, sedangkan ketika seseorang tidak berpikir tentang apapun seseorang tersebut menurut Des Cartes dianggap tak ada, Alias mati.

Misalnya, ketika seorang siswa sedang menyantap pelajaran matematika di kelas, namun ia tidak berpikir tentang pelajaran tersebut, maka ia sebenarnya tidak ada, hanya raga badaninya saja yang hadir di dalam kelas tersebut, sedangkan ruh dalam dunia idenya sedang bergentayangan kemana-mana entah berhayal yang bermamfaat atau dalam konteks lainnya.

Perumpamaan lain tentang gagasan Rene "Aku berpikir maka aku ada" yakni ketika seseorang sedang berada di pelataran rumah, kemudian ia tengadah ke arah langit yang luas, ia memikirkan segala sesuatu yang ada di alam semesta dan segala isinya. Berbeda dengan seseorang yang tidak memikirkan apapun atau yang sering kita cap melamun dengan tatapan kosong, ia sebenarnya tidak sedang ada di tempat itu, pikirannya tidak sedang bertamasya dengan dirinya melainkan berada di tempat lain.

Berbeda dengan gagasan Rene yang menganggap sesuatu atau seseorang ada ketika berpikir. Seorang seniman wanita bernama Moel Soenarko, yang sudah sepuh, berumur 76 tahun, ia memiliki gagasan bahwa "seseorang ada ketika ia berkarya" sama halnya aku berpikir maka aku ada. Aku makan maka aku pasti kenyang, aku sholat maka akan dampangan pahala nantinya.

Memang benar, ketika hidup manusia kemudian tidak menelurkan dan mengukir karya, maka ketika ia sudah lenyap dilahap tanah kuburan, secara substansial pikiran dan pemikirannya semasa hidup juga ikut terkubur bersama raganya yang telah mati. Beda dengan para pahlawan" sejarah. Walaupun sudah tahun bertahun sudah tiada namun karya dan perjuangannya masih di kenang pada saat ini.

Sahabat Ali bin Abi Tholib yang pernah menulis Basmalah di pelapah kurma sampai saat inipun masih dikenang.

Maka benar, jika kita ingin abadi, dan akan terus ada, maka jangan pernah berhenti untuk Berkarya

ketika anda membaca tulisan ini mungkin anda langsung teringat dengan seorang tokoh filsof terkenal. tulisan ini bukan dalam rangka menyaingi filosof modern yang dikenal juga sebagai bapak matematika modern yang sangat tenar itu, Rene Descrates, yang pernah berkata dalam banyak vreasi bahasa yaitu "cogito ergo sum"(latin), "Je pense donc je suis" (prancis), "I think, therefore I am"(Inggris) yang arti dari keseluruhan bahada tersebut adalah:"Aku berpikir maka aku ada". tapi memang harus diakui, bahwa salah satu hal yang menginspirasi tulisan ini adalah perkataan Rene itu. dan karya tulisan inipun juga merupakan hasil dari proses berpikir, yang membuatnya menjadi nyata dalam sebuah karya tulisan.

Menulis, mengukir dan berkarya adalah sebuah kepastian tentang keberadaan kita di dunia ini, atau gambaran kecil tentang kepribadian hidup.

sebagai bentuk apapun diri kita. meskipun demikian, sebelumnya kita tidak pernah tahu, bahwa kita akan ada di dunia ini, kita tidak pernah meminta untuk menjadi seperti kita yang sekarang ini sebelum kita dilahirkan. tapi seiring proses kehidupan maka jadilah kita yang seperti saat ini yang kita Rasakan.

meskipun kita tidak diberikan pilihan untuk menjadi apa? Mau kemana dan akan kemana? tapi kita sebagai manusia adalah merupakan hal yang sangat luar biasa. Dibandingkan makhluk lainnya. Ini merupakan mukjizat dan karomah bagi manusia yang tidak diberikan selain kepada makhluk bernama manusia, yaitu akal yang sehat dan kreatifitas lainnya dan kecerdasan untuk bertindak. akal membuat kita menjadi berbeda dari makhluk ciptaan Allah lainnya. sungguh akal menjadikan kita lebih mulia daripada makhluk yang lain. dan Tuhan telah memuliakan kita dengan akal yang Dia ciptakan.

sampai skarang akal itu sendiri masih menjadi rahasia yang sangat besar bagi pemiliknya sendiri yaitu manusia. sebab dari penelitian-peneltian ilmiah yang dilakukan oleh para pakar, mengatakan bahwa ternyata manusia baru menggunakan tidak lebih dari 20% kemampuan otaknya. sungguh sebuah keajaiban yang sangat luar biasa. sebuah Maha karya yang tak ada tandingannya. belum lagi kita membahas tentang komponen-komponen yang lain tetkait menyusun otak manusia. maka tak heran jika manusia menjadi lebih mulia dari makhluk apapun. yang lebih menakjubkan lagi bahwa ketika manusia baru menggunakan 1/4 akalnya, sudah begitu hebat peradaban yang mampu dihadirkan di muka bumi, mulai dari membuat dan merajut kebutuhan yang bersifat primer, sekunder dan tersier. bagaimana jika manusia telah mampu menggunakan 100% akalnya. SubhanAllah.

untuk itu kita perlu menyadari dan menghayati akan hal ini. alangkah meruginya kita jika kita menyia-nyiakan aset terhebat yang ada pada kita, yaitu akal kita. bahwa semua manusia diciptakan dalam keadaan sama. dan berusahalah untuk menjadikan kepribadian manusia itu berbeda. sejak Nabi Adam lahir ke dunia sampai kepada penciptaan manusia, yaitu diri kita, semuaya sama. dengan akal manusia mendapatkan apa yang dia cari. dan dengan akal itu manusia bisa menembus bumi dan memijakkan kakinya di bulan, dengan akal manusia menjadikan nyata hal-hal yang dulunya adalah mustahil.

para manusia terdahulu juga telah membuktikan akan kehebatan akal mereka. oleh karena itu meskipun jasad mereka telah hancur ditelan bumi, tapi nama mereka masih tetap eksis sampai sekarang, seakan-akan mereka masih tetap hidup. dan terkadang kita lebih mengenal nama-nama orang terdahulu yang telah mati daripada orang yang masih hidup di sekitar kita. itu bisa terjadi karena mereka telah mampu menggunakan akal mereka, dan merealisasikan hasil pemikiran akal mereka untuk hidup berkarya.

thomas alfa edison telah berabad-abad meninggalkan dunia ini, tapi dengan hasil karyanya, selama penghuni dunia ini masih menggunakan listrik, selama itu pula dia tetap hidup di ingatan manusia. begitu pula dengan para pemikir dan telah melahirkan penemuan baru yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. tentunya kita juga ingin seperti itu, dan sudah tentu kita juga mampu untuk melakukan seperti yang telah mereka lakukan dan mungkin kita bisa melakukan yang lebih hebat dengan segala kemajuan dan kelebihan fasilitas yang ada pada kehidupan masa sekarang.

sungguh kemuliaan bagi orang yang mau menggunakan akalnya dengan baik itu, benar adanya. betapa manfaat dan perubahan yang mampu dihadirkan oleh seorang Ibnu Sina, yang karyanya menjadi rujukan dunia kedokteran, kimia, fisika sampai saat ini. yaitu karyanya berjudul,Qanun fi Thib, The Canon of Medicine, dan dia telah membuat lebih dari 450 karya buku pada pokok bahasan besar, dan karena itu dia dikenal dengan bapak Kedoktera Modern, dia juga ahli di bidang filsafat. sungguh hal itu terjadi karena dia bisa memaksimalkan akalnya sehingga melahrkan karya-karya yang luar biasa dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

sudah sehasrusnya kita juga bisa melakukan hal yang sama, yaitu memaksimalkan fungsi otak/akal kita. karena untuk itulah akal diciptakan. karena manusia yang tidak menggunakan akalnya tidak lebih dari seekor hewan atau hayewani (tidak berakal). dan bahkan lebih hina lagi. sejarah akan mencatat manusia mana saja yang menggunakan akalnya dengan baik dan yang hanya sebatas hidup dengan rongga badan yang tidak memilik Arah.. seperti perkataan bijak yang mengatakan " berkaryalah, dan itu akan menjadi bukti bahwa engkau pernah ada di dunia ini"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2