Mohon tunggu...
Zabidi Mutiullah
Zabidi Mutiullah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Concern pada soal etika sosial politik

Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mencermati Nama Anies yang Terjaring di Musra Relawan Jokowi

30 Januari 2023   11:02 Diperbarui: 30 Januari 2023   11:16 273
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Dewan Pengarah Musra Relawan Jokowi, Andi Gani Nena Wea Saat Jumpa Pers di jakarta, Sumber Foto: Kompas.com

Relawan Jokowi punya forum yang namanya Musyawarah Rakyat atau Musra. Sudah berkali-kali mengadakan kegiatan. Tujuannya mencari figur kandidat capres dan juga cawapres. Guna menjadi penerus dan menjaga kontinuitas program Presiden. Musra bukan lembaga politik. Dan juga tidak berada di bawah naungan satu partai politik tertentu.

Peserta Musra cukup besar. Mewakili banyak kelompok arus bawah. Mereka punya peran penting saat memenangkan Jokowi nyalon presiden pada periode pertama dan kedua. Sekedar penekanan, para peserta Musra sangat setia dan hanya tunduk pada “perintah” Jokowi. Yang lain jangan coba-coba kasih pengaruh. Pasti akan di anggap angin lalu.

Dalam ingatan saya, Musra sudah di adakan belasan kali. Namun yang sempat saya rekam adalah yang berikut ini. Pertama pada akhir Agustus 2022 di Bandung. Pada Musra di Bandung ini, nama Jokowi terjaring untuk kembali dimajukan pada Pilpres 2024. Dukungan buat Jokowi sebesar 29.79 persen. Atau  sebanyak 1.704 orang dari 5.721 peserta yang hadir dan memberikan suara.

Yang cukup mengherankan, Anies Baswedan juga mendapatkan suara. Tidak begitu signifikan memang. Cuma sebesar 9.02 persen. Masih kalah dibanding Ganjar Pranowo yang mendapat 16.10 dan Prabowo Subianto 11.10 persen. Namun fakta itu menunjukkan, bahwa figur Anies cukup mendapat simpati juga dari peserta Musra. Meskipun oleh beberapa kalangan di posisikan sebagai antitesa Jokowi.

Kedua, Musra yang diadakan pada akhir bulan Oktober 2022. Tempatnya di Pekanbaru Riau. Hasilnya, nama Sandiaga Uno nangkring di posisi pertama sebagai capres. Dipilih oleh peserta sebanyak 23.48 persen. Lalu kedua Prabowo Subianto 19.51 dan ketiga Ganjar Pranowo 19.09 persen. Disini, nama Anies kembali muncul. Dia mendapat 3.71 persen.

Ketiga, Musra yang dilaksanakan sekitar pertengahan bulan November 2022 di Makasar Sulawesi Selatan. Yang memberi suara sebanyak 9.881 melalui e-voting. Hasilnya, Ganjar menduduki urut pertama sebagai capres dengan dukungan sebesar 26.59 persen. Kemudian di susul oleh Prabowo Subianto 17.62 persen. Lagi-lagi nama Anies Baswedan muncul. Capres Partai Nasdem tersebut mendapat suara sebesar 5.35 persen.

Baca juga: Anies

Keempat, Musra yang berlangsung di Nusa Tenggara Timur sekitar akhir Desember 2022. Hasilnya, nama Jokowi kembali muncul seperti halnya saat di Bandung. Jokowi meraih 39.18 persen. Disusul Ganjar 34.31. Sedang Prabowo cuma 3.19 persen. Nama Anies masih saja keluar. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mendapat 1.26 persen.

Keempat, Musra pertama di tahun ini. Tepatnya pada tanggal 29 Januari 2023. Berlangsung di Sleman City Hall Jokjakarta. TEMPO.CO melaporkan, jumlah peserta yang hadir sekitar 3.000-an orang. Terdiri dari sekelompok masyarakat yang menjagokan figur antara lain seperti Ganjar, Prabowo, Mahfud MD, Moeldoko, Airlangga, Erick Thohir, Sultan HB X dan lain-lain.

Mereka datang sambil membawa poster. Berisi tulisan nama jagoan masing-masing. Cuma tak ada laporan kelompok yang membawa nama Anies Baswedan. Rupanya ini juga sejalan dengan laporan TribunJogja 29/01/2023. Menurut TribunJogja, ketika Musra di Sleman figur yang disuarakan meliputi Ganjar, Prabowo, Sandiaga, Sultan HB X, Moeldoko, Erick, Airlangga hingga Arsjad Rasjid.

Untuk nama Pak Jokowi, sepanjang Musra hanya muncul dua kali. Yaitu saat di Bandung dan NTT. Terinci, Ketua Dewan Pengarah Musra Andi Gani Nena Wea mengatakan, “Dari 12 Musra, hanya dua Musra yang menempatkan posisi Pak Jokowi nomor satu, yaitu bandung dan NTT (Kompas.com, 12 Desember 2023).

Saya kira, kemunculan nama Jokowi karena adanya harapan bisa ikut kembali pada perhelatan pilpres 2024 mendatang. Sebagai akibat wacana tiga periode yang sempat bergema beberapa waktu lalu. Disamping itu, juga karena rasa rindu untuk tetap bernaung di bawah pemerintahan Jokowi. Yang oleh mayoritas publik di anggap sukses memimpin Indonesia.

Sementara itu, kemunculan nama Anies Baswedan di awal-awal Musra adalah karena perjalanan aspirasi para peserta masih dilepas. Di beri kebebasan untuk menyuarakan figur siapapun tokoh politik yang muncul ke permukaan sebagai kandidat capres atau cawapres. Gunanya, mungkin untuk mengetahui peta “politik” yang ada di internal para Relawan Jokowi.

Ternyata memang ada yang simpati pada Anies Baswedan. Meskipun jumlahnya kecil. Tak cukup signifikan untuk, misalnya suatu ketika, hendak dijadikan tekanan politik atau perlawanan terhadap kehendak Jokowi. Ya bagaimanapun juga hal ini pasti dihitung. Sebab Jokowi punya kepentingan mengamankan kebijakan di akhir masa jabatan. Jokowi ingin “duduk manis dan tenang menikmati masa pensiun”.

Dalam konteks itu, bisa jadi yang berusaha menyetop munculnya nama Anies Baswedan belakangan ini adalah Pak Jokowi sendiri. Namun bisa jadi pula dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi kepada beliau. Karena tak ingin ada “gangguan” nama Anies selalu muncul di Musra. Dan para peserta pastinya patuh pada usaha penyetopan itu.

Atau ada pertimbangan lain. Para peserta mulai berpikir realistis. Mempertimbangkan hasil kerja Anies Baswedan saat masih menjadi Gubernur di DKI Jakarta. Anda ingat, sejak Jakarta di pegang oleh Pj. Gubernur Heru Budi Hartono, sedikit demi sedikit mulai terkuak program apa saja yang belum sempat di kerjakan oleh Anies. Padahal, punya waktu cukup panjang. Yaitu lima tahun.

Kondisi tersebut lalu “dibanding-bandingke” oleh peserta Musra. Terbaru soal sodetan Kali Ciliwung. Selama lima tahun di bawah pemerintahan Anies, sodetan itu tak jua kunjung rampung. Sementara di tangan Heru Budi Santoso, cuma sekitar dua bulanan proyek kembali bergulir. Mungkin peserta bertanya-tanya, apa saja kerja Anies saat jadi Gubernur DKI..? Kok meneruskan sodetan saja tak mampu..?

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun