yusti yusworo
yusti yusworo karyawati

ibu 6 anak, ibu bekerja, tak ada kata terlambat untuk belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Emak Dua Dunia

8 Februari 2018   11:55 Diperbarui: 8 Februari 2018   12:01 513 0 0

Untuk kesekian kalinya aku harus berangkat lagi, meninggalkan rumah dan orang-orang tercinta,  melalui rute yang sama, kendaraan yang sama, pesawat kode penerbangan yang sama, bahkan pramugarinya pun kadang bertemu dengan orang yang sama.

 Yang berbeda adalah suasana hatiku dan penumpang lainnya yang membersamaiku. Suasana hati itu tergantung cuaca dan segala macam printilan PR yang belum beres saat kutinggalkan  rumah. Jadi ada kalanya berangkat dengan berat hati, sedih, gamang, mantab jiwa maupun gembira (bohong banget).

Seperti biasa duduk di ruang tunggu menunggu saat boarding, pandangan otomatis menyapukan  ke penjuru ruangan gateF2 terminal 2F bandara Soekarno Hatta, tak harus mencari sesuatu yang menarik karena biasanya selalu ada hal yang menarik perhatian di sekitar tempat menunggu (selain teman-teman seperjuangan yang tentu saja sudah kuhafal kebiasannya selama menunggu, ada yang tilawah, baca buku, ngegames, updet status, melanjutkan nonton drakor yang sudah didonlod di Hpnya, vidcall an bersama bungsunya dan ada juga yang masih menghabiskan waktu bertelepon dengan suami tercintanya). 

Aku? Aku pecinta semua kegiatan tersebut, tapi tak pernah bisa berlama-lama, secukupnya saja. Dan akhirnya menghabiskan waktu dengan mengamati dari jauh para calon penumpang di sekitarku. Sangat mudah dibedakan mana yang mau liburan ke Bali, yang mau honeymoon, yang mau ada acara bersama komunitas dan yang terlihat jelas adalah yang mau kerja rutin tiap pekan Jakarta-Bali pp, LDR-an kayak kami (bete, nampak tua dan lelah.. he he). 

 Emak-emak dengan dua dunia, yang berusaha menjalani dunia rumah dan dunia kerja dengan keseimbangan optimal  meski berbeda pulau.

Wow itu sangat mudah untuk dituliskan menjadi sebuah cerita, akan banyak ide muncul dari ruangan itu, salah satu teman penulisku mengomentari aktivitasku dengan gemas. Kenapa tak kau tulis, minimal tuangkan dalam catatan kecilmu karena kelak akan menjadi kenangan indahmu. Hmmm..

Baru sadar akan potensi ini setelah nyaris tiga tahun melewatinya.. tinggal di Bogor bekerja di Bali, pulang tiap week end, bersama 7 emak seprofesi dan seperjuangan yang berusaha komitmen dengan janji mengemban tugas negara..,  baiklah kan kutulis dengan sisa waktu yang ada, sambil mengingat kenangan-kenangan manis, pahit, getir yang telah lalu.

yty@dps, 060218

#belajar menulis