Mohon tunggu...
Ikhwanudin Yusuf
Ikhwanudin Yusuf Mohon Tunggu... Lion's Sin of Pride

Ekspektasi tanpa realisasi, keras kepala untuk kopi pake susu, pemikir sambil tidur, tidur sambil mikir, kritis tapi tanpa kata, Tax Officer, cinta seni..

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Sedikit Tulisan Tentang Panama Papers

8 April 2016   17:32 Diperbarui: 8 April 2016   17:54 0 0 0 Mohon Tunggu...

Akhir-akhir ini media online "yang berbobot" sedang rame-ramenya membahas masalah yg sedang menerpa para petinggi dan orang-orang besar dibidang usaha dibeberapa negara, bukan gosip tntg penghinaan pancasila ataupun tntang anak jendral, melainkan tentang para orang-orang besar yg "menabung" uangnya dicelengan lain yg tersembunyi. Yap, kasus Panama Papers. Dokumen yg disebut dgn Panama Papers ini mrupakan dokumen rahasia yg memuat daftar klien besar di dunia, yg diduga menginginkan uang mereka trsembunyi agar tak kena pajak di negara mereka masing-masing. Tercatat ada skitar 2.961 nama orang indonesia dalam kasus ini.

Ini sperti kasus WikiLeaks pada 2010. Semuanya dimulai lebih dari setahun yang lalu, ketika seseorang menghubungi surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, menawarkan sebuah data besar dari sebuah perusahaan Panama disebut Mossack Fonseca yang diduga mengkhususkan diri untuk membantu orang kaya, kuat & menyembunyikan uang mereka. Besarnya kebocoran - 2,6 terabyte, 11,5 juta catatan, dokumen ini terhitung sejak 40tahun lalu. Yg pada akhirnya Suddeutsche Zeitung bersama dengan Konsorsium Internasional of Investigative Journalists (ICIJ). The ICIJ kemudian berbagi dengan jaringan besar mitra internasional mreka, termasuk The Guardian dan BBC.

ICIJ melaporkan bahwa pada audit 2015 menemukan bahwa Mossack Fonseca tahu identitas pemilik sbenarnya hanya 204 dari 14.086 perusahaan yg telah dimasukkan di Seychelles, sebuah kepulauan di Samudra Hindia yg sering digambarkan sebagai "surga pajak".

Mungkin untuk mempermudah mengerti dari kasus ini bisa dibayangkan sendiri, saya kasi ilustrasi sedikit sperti ini : Sebut saja namanya ragil, ragil menabung di celengannya yg berbentuk ayam, kemudian menyimpannya dikamar, namun si Ibu ragil kerap masuk kekamarnya dan mengecek celengan anaknya tsb. Sedikit demi sedikit ragil pun merasa risih dan berniat menyembunyikan celengannya. 

Dan ragil pun pergi kerumah temannya yg bernama reja, kebetulan ibu si reja sdg keluar kota dan reja pun mengijinkan ragil menyimpan celengannya. Hari demi hari pun berlalu, teman ragil lainnya yg bernama cikaciko dan teman-teman lainnya yg tahu tntg ini pun sedikit demi sedikit mengikuti jejak ragil untuk menitipkan celengan mereka kereja karna alasan yg sebagian besar sama. 

Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit, kamar reja penuh celengan. Pada suatu hari ibu reja mengetahui kelakuan anaknya itu dan memarahi anaknya, kemudian ibu reja menelpon ibu ragil cikaciko dan ibu-ibu anak lainnya dan melaporkan kelakuan para anaknya. Para ibu pun marah karena anak mereka menyembunyikan sesuatu dari mreka. Yap, memang dalam keadaan aslinya tidak smua yg terlibat itu bersalah. Namun memang sbagian besar dari yg terlibat itu salah karna punya motif terselebung, sperti menghindari pajak dimasing-masing negara mreka. Termasuk pengusaha-pengusaha asal indonesia, wajar saja penerimaan pajak tiap tahun hampir tidak tercapai.

Terus, apa konsekuensi dari kebocoran ini?
 Konsekuensi trbesar dari kebocoran ini adalah pukulan besar dalam menjaga rahasia - titik penjualan terbesar dari perusahaan offshore surga pajak. Dunia offshore benar-benar hanya memiliki satu produk dan itu adalah "kerahasiaan" dan ketika smuanya lepas mereka tidak memiliki apa-apa lagi untuk dijual.

Tanggapan Mossack Fonseca ? Pada hari Senin, perusahaan ini merilis sebuah pernyataan, tentunya dalam bahasa inggris, namun saya artikan sdikit skiranya sperti ini: . "Industri kami tidak trlalu dipahami dengan baik oleh masyarakat, dan sayangnya seri artikel ini hanya akan berfungsi untuk memperdalam kebingungan". Mossack mengatakan pihaknya bertanggung jawab terhadap anggota finansial global dan komunitas bisnis. 

Selama 40 tahun, firma ini telah beroperasi jauh dari kata tercela, baik di negara sendiri maupun di negara lain, cara yg benar disini diPanama, tempat perusahaan ini beroperasi. Perusahaan ini juga menyatakan mereka beroperasi dalam yurisdiksi yang ketat, baik dalam hal finansial maupun pengawasan legalitas. Mossack Fonseca mengaku menyesal dengan adanya perusahaan yang menyalahgunakannya. 

Bahkan Mossack mengaku akan mengambil sikap mengenai hal itu. "Jelas, tidak ada yang suka stelah properti mereka dicuri, dan kami berniat untuk melakukan apa pun yang kami bisa untuk memastikan pihak yang bersalah dibawa ke pengadilan. Tapi sementara itu, rencana kami adalah untuk terus melayani klien kami, berdiri di belakang orang-orang kami, dan mendukung masyarakat lokal di mana kami memiliki hak istimewa untuk bekerja di seluruh dunia, seperti yang kami lakukan selama hampir empat dekade. "
 Co-founder Ramon Fonseca Mora mengatakan kepada CNN sebelumnya bahwa informasi yang diterbitkan adalah palsu dan penuh ketidakakuratan.

Entah bantahan atau tuduhan yg kini bnyak menyebar di medsos. Media-media dunia pun menyebut ini sbagai jejak korupsi global dari Panama. Sperti yg sudah-sudah, menurut saya korupsi adalah racun mematikan yang melumpuhkan ekonomi, melanggengkan kemiskinan dan karena terakumulasi dapat mengklaim kehidupan dari banyak orang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2