Mohon tunggu...
Yusuf Ari Bahtiar
Yusuf Ari Bahtiar Mohon Tunggu... Kita Orang Bersaudara

Sukses dunia akhirat adalah dambaan setiap orang, melatih kepekaan diri dan menjaga motivasi harus penuh dengan semangat yang membara, menjadi guardian itu tidaklah mudah, tapi yakinlah pertolongan-Nya pasti akan datang ~ "Dadio Gurune Jagad"

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Tak Akan Melarat Orang yang Hidup Sederhana, Tak Akan Rugi Orang yang Sedekah

18 April 2021   17:38 Diperbarui: 18 April 2021   18:12 863 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tak Akan Melarat Orang yang Hidup Sederhana, Tak Akan Rugi Orang yang Sedekah
Sedekah/dok. Ari B

Puasa Ramadan mengajarkan arti kesederhanaan. Kesakdermoan dalam menjalankan perintah. Memberikan gambaran bagi setiap kehidupan manusia. Baik yang hidup berkecukupan maupun yang masih butuh perjuangan. Mengawali bulan ramadan, mensucikan hati dan pikiran menjadi pokok dan inti ibadah. Menerima setiap perintah dan larangan dengan hati ikhlas.

Perintah yang sederhana dan lugas. Berpuasa sejak terbit fajar hingga tenggelam matahari. Menahan lapar dan dahaga. Bukanlah sesuatu yang rumit dan sudah. Namun, memiliki banyak manfaat yang luar biasa. Puasa mengajarkan seseorang untuk menjadi insan yang lebih baik. Berusaha menjadi manusia yang dekat dengan Alloh. Senantiasa merasakan betapa kerasnya hidup orang yang ekonominya dibawah. Sehingga timbul rasa bersyukur yang sangat mendalam.

Rasa syukur itulah menjadi bekal utama. Menerima setiap pemberian Alloh yang penuh berkah. Mulai dari kebutuhan diri sendiri hingga kebutuhan keluarga. Semua diberi dengan porsi yang sesuai. Meningkatkan rasa syukur, justru akan menambah ketenangan hati. Tidak selalu iri dengan anugerah yang diberikan pada orang lain.

Lantas, bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah?

Kemudahan teknologi informasi jawabannya. Semua informasi dapat diterima dengan cepat. Tanpa harus berkunjung ke lokasi. Teknologi telah merubah gaya hidup. Memudahkan manusia dalam setiap kegiatan. Namun, dalam penggunaan teknologi juga harus bijak. Tidak memperbanyak hal yang kurang bermanfaat. Lebih baik digunakan seperlunya, sehingga akan ada sisa yang bisa disedekahkan.

Lanjut lagi, kesederhanaan dalam hidup juga bisa meliputi cara berpakaian. Saat berpakaian supaya dengan prinsip sederhana, yang penting rapi dan sopan. Begitu pula saat membeli makanan, yang seperlunya saja. Apalagi itu hanya dikonsumsi untuk diri sendiri. Memenuhi kebutuhan perut itu, yang penting menyehatkan tubuh. Sehingga bisa lebih banyak melakukan amal kebaikan. Kalau ada kelebihan, bisa digunakan untuk bersedekah pada orang lain.

Bulan ramadan ini penuh berkah. Setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan. Mulai 700 kali lipat hingga terserah Alloh memberikan pahala. Inilah ladang emas permata. Namun, bukan berarti kita tidak boleh beramal banyak. Hal itu wajar saja, yang penting terukur dan bisa berkelanjutan. Seperti pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Bekerja untuk sukses dunia dan akhirat. Beramal untuk kebahagiaan di kehidupan yang kekal. Seperti pepatah Arab, "Man 'amila sholihan falinafsih, wa man asa-a fa'alaiha", artinya barang siapa yang berbuat baik, maka bermanfaat bagi dirinya, dan barang siapa berbuat jelek, maka berat baginya.

Simpulan yang dapat diambil,
Mengelola keuangan itu penting, harus dengan manajemen yang baik. Apalagi di bulan ramadan, kebutuhan beragam. Oleh karena itu, harus hidup sederhana tapi sehat jasmani dan rohani. Bersedekah dengan berkelanjutan, baik dengan harta, pikiran maupun tenaga. Bekerja itu sebagai perantara untuk bisa berbagi di bulan yang penuh rahmat dan sebagai menabung yang terbaik untuk akhirat.

Seperti itulah cara kami, selain untuk kebutuhan pribadi, juga tak lupa selalu menyisihkan rezeki untuk sedekah. Serta membeli yang diperlukan saja. Masalah tren dan modis itu masalah tersier . Jadi, tidak perlu disegerakan. Justru, yang perlu dikedepankan bisa berbagi dan sedekah sebanyak-banyaknya dengan tetap berkelanjutan.

VIDEO PILIHAN