Y Wilhelmus
Y Wilhelmus pelajar/mahasiswa

Bukan Golongan Kamu

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Wisata Alam kota Bontang

9 Februari 2012   07:57 Diperbarui: 15 Juni 2016   03:39 5553 0 6
Wisata Alam kota Bontang
13287718111394243915

Pernahkah anda mendengar nama Kota Bontang? Mungkin pernah, sesekali atau tidak pernah sama sekali. Kota Bontang merupakan kota otonom, yang terletak di pesisir selat makassar. Kota ini dikelilingi oleh lautan dan pantai yang sangat indah. Pantai di bontang sangat bersih dan masih terjaga, karena masyarakat bontang tidak pernah mengambil keuntungan dari laut sebagai tempat wisata. Masyarakat Bontang pada umumnya memanfaatkan laut sebagai sarana mencari rezeki dengan melaut dan menjadi nelayan, sebagai sumber utama berbagai bahan baku olahan pangan khas kota bontang dan juga sebagai tempat berlabuhnya kapal-kapal perusahaan besar di kota Bontang.

 Kota Bontang merupakan salah penghasil Gas Alam, Batubara, dan Pupuk terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) edisi Agustus 2010 , pendapatan PDB per kapita bontang adalah Rp368,05 juta dan upah minimun regional di kota ini adalah Rp 2,15 juta per bulan. Pendapatan ini merupakan terbesar kedua di Indonesia, setelah Kab. Timika di Papua. Jika berbicara kota bontang sebagai kota terkaya di Indonesia, mungkin kita telah mengetahuinya, namun kali ini saya mengajak anda untuk melihat sisi lain kota bontang yang tidak pernah dipublikasikan, yaitu keindahan kota kecil ini. Beberapa diantaranya adalah :

 

1. Pantai Marina

13287700371898972910
13287700371898972910
Gambar diatas merupakan pantai marina, yang terletak di daerah selatan bontang. Di pantai marina terdapat pelabuhan yang di gunakan oleh PT. Badak NGL (perusahaan gas Alam) sebagai tempat bongkar muat kapal tanker. Pantai ini sebenarnya pernah diperuntukkan sebagai tempat rekreasi untuk seluruh masyarakat Bontang. Namun, dengan alasan keamanan, dan resiko tinggi antara lain binantang buas dan jarak yang terlalu dekat dengan kilang pengolahan gas alam PT. Badak NGL, pantai ini sempat ditutup sementara. Sejak tahun 2015, beberapa titik di pantai marina telah dibuka kembali untuk masyarakat kota Bontang tanpa mengesampingkan sisi keamanan.  Pantai ini terkenal karena kebersihannya, pasir putih dan juga pohon cemara yang tumbuh di sekitar pantai.  Keindahan alami pantai ini yang dapat dikatakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

 

2. Pulau Beras Basah

13287705461904744689
13287705461904744689
Merupakan sebuah pulau yang terletak di selatan kota Bontang. Sejarah pulau ini penuh dengan legenda, salah satu yang terkenal adalah terbaliknya kapal pengangkut beras dari sulawesi dan menyebabkan terbentuknya pulau ini. Siapapun akan sangat terkesima dengan keindahan pulau ini. Arus tenang, pasirnya yang putih serta keindahan bawah laut di sepanjang pulau ini. Jarak pulau ini dengan kota bontang adalah + 15 menit dengan speedboat atau  45 menit dengan kapal nelayan. Pulau ini memiliki  salah satu dari 278 menara suar yang ada di Indonesia. Fungsi utama menara ini adalah sebagai penunjuk arah bagi kapal-kapal besar pengangkut gas alam maupun batubara yang melewati kota Bontang. Sumber utama tenaga listrik di suar ini adalah sel surya

.

1328770744937590049
1328770744937590049
 

3. Hutan Lindung Sangkimah

Hutan sangkimah merupakan sebuah hutan lindung yang berada dalam Taman Nasional Kutai. Hutan ini terletak di jalan lintas kota bontang - kab. kutai timur tepatnya di km 45. Hutan sangkimah adalah hutan tropis yang didalamnya tumbuh pohon ulin terbesar di dunia. Pohon ini kelilingnya mencapai 4 kali rentangan tangan orang dewasa. Terdapat wahana hutan pohon, serta apabila beruntung, wisatawan dapat melihat satwa endemik kalimantan seperti Bekantan dan Orangutan.

13287712111250558331
13287712111250558331
 

4. Wisata Keramba desa selangan dan tihi-tihi

1328772119127259334
1328772119127259334

Desa selangan dan tihi-tihi merupakan sebuah desa yang terletak di selatan kota bontang. Desa ini berada di tengah-tengah lautan (selat makassar). Desa selangan dan tihi-tihi merupakan desa wisata keramba, dimana nelayan tradisional disini membudidayakan rumput laut. Hasil dari budidaya rumput laut ini di ekspor Surabaya, Jakarta hingga ke Jepang. Untuk mencapai ke desa selangan, membutuhkan waktu + 45 menit menggunakan kapal.

1328772295138183897
1328772295138183897
5. Wisata desa di atas laut Bontang Kuala

1328772401699155138
1328772401699155138
Bontang kuala merupakan batas utara kota bontang. Bontang kuala merupakan salah satu desa tertua di kota Bontang. Wisata di bontang kuala dapat ditempuh dengan perjalanan darat +10 menit dari pusat kota Bontang. Bontang kuala merupakan tempat paling menyenangkan untuk menghabiskan sore hari bersama keluarga, karena di tempat ini banyak terdapat cafe dan restoran di pinggir lautan. Menu khas Bontang kuala adalah ikan bakar yang di sajikan dengan sambal gammi, yaitu sambal yang pembuatannya dicampur dengan terasi khas bontang. Rasa dan aroma khas dari terasi sangat menimbulkan rasa lapar bagi siapapun yang melihatnya. Selain itu, bontang kuala juga merupakan sentra pembuatan terasi dan berbagai macam olahan rumput laut. Setiap tahun, diadakan Festival Pesta laut, sebuah festival untuk mengucap rasa syukur agar senantiasa diberikan berkah dari hasil laut. Beberapa festival Pesta laut telah memecahkan Rekor MURI seperti pembuatan terasi raksasa terbesar di Indonesia dan bakar ikan terpanjang di Indonesia.

13287729252086823110
13287729252086823110
Tempat-tempat diatas adalah sebagian kecil dari keindahan alam bontang yang mungkin belum terjamah dan belum ditelusuri. Meskipun memiliki tambang Gas Alam, batubara dan pasir, pabrik Pupuk, pabrik Bahan Peledak, serta Industri Petrokimia, masyarakat kota Bontang mampu menyelaraskan hidup dengan alam sekitar.

Untuk berkunjung ke kota bontang ada beberapa cara :

1. Perjalanan Udara :

  • Tidak ada penerbangan reguler, semua penerbangan dari Bandara Sultan Aji M. Sulaiman - Bandara PT Badak Bontang melalui 2 pesawat yang diperuntukkan khusus bagi keluarga karyawan. Terbang dari Balikpapan pagi dan siang hari.
HALAMAN :
  1. 1
  2. 2