Mohon tunggu...
Yus Afiati
Yus Afiati Mohon Tunggu... Guru - Belajar di PAI,Institut Pembina Rohani Islam Jakarta

Seorang ibu rumah tangga yang belajar dan mengajar, menanamkan akar agama yang kuat kepada generasi muda untuk menjadi manusia yang manfaat, mencari ridho Allah.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tak Lagi Percaya

7 September 2022   13:30 Diperbarui: 7 September 2022   13:34 101 15 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: titikdua net

Tak Lagi Percaya
Hilangnya rasa hormat
Kepercayaan jadi khianat
Pujian berubah dimaki dihujat
Dirimu keluargamu kehilangan tempat
Ke mana pun melangkah kamera melihat
Maskemu kacamatamu jadi  penyelamat
Layar kaca bersuara kau tutup rapat-rapat

Sangat berbeda jika rakyat jelata terlibat
Bisa kau nikmati sebab kau tak melarat
Apa siapa bagaimana bisa kau peralat
Tahulah bahwa dari bawah berangkat
Mencapai  jenjang karir secepat kilat
Tinggi bintang di angkasa didapat
Satu persatu di bahumu melekat

Sebesar apapun kotak harta takkan muat
Selagi masih bisa diraup bahkan dijilat
Hari ini esok lusa masihkah sempat
Ucap kata sakti laksanakan siap
Mata tersihir terkagum sesaat
Hidup mewah seolah berkat
Senyum santun itu pemikat

Baca juga: Tak Ada Suara Lagi

Tak lagi kami percaya nasihat
Jika keluar dari lidah bersilat
Gema citramu  lukai amanat
Agama manapun tak sepakat
Arogansi tamak merasa hebat
Bangun benteng tirani nan kuat
Tak lagi percaya cinta tak bersyarat

Depok, 7 September 2022
-----yusafiati------

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan