Mohon tunggu...
Yus Trini
Yus Trini Mohon Tunggu... Full Time Blogger

Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Mengenal Adat Pernikahan Jawa Melalui Film "Mantan Manten"

6 April 2019   11:49 Diperbarui: 10 April 2019   16:51 0 3 0 Mohon Tunggu...
Mengenal Adat Pernikahan Jawa Melalui Film "Mantan Manten"
Visinema Pictures

Sehari sebelum pemutaran perdana film "Mantan Manten" ini saya diserang radang tenggorokan. Biasalah kalau kecapekan dan banyak pikiran pasti gejala sakit tenggorokan ini keluar. Bukan karena mikirin mantan lho ya! Mending mikirin masa depan, iya nggak?

Biar kondisi badan masih kurang fit, saya nggak mau melewatkan acara nobar yang diadakan oleh Kompasiana Jogja ini, karena bintang utamanya adalah Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra yang kemampuan aktingnya sudah tidak perlu diragukan lagi dan film ini dirilis oleh Visinema Picture yang sebelumnya merilis film "Keluarga Cemara" dan "Terlalu Tampan" di tahun 2019 ini. Pasti film ini nggak kalah menarik untuk ditonton dong! 

Jadi setelah hujan turun membasahi kota Jogja, seakan mau mengiringi kepergian saya menuju Empire XXI sambil merenungi kenangan bersama mantan #eh. Berangkatlah saya bersama mantan pacar alias Sang Suami yang kebetulan baru pulang kerja dan bisa ikut gabung nonton (yey!).

Mendengar judul "Mantan Manten" ini, hati saya bertanya-tanya. Mungkinkah film ini bergenre romantis yang bikin nangis gara-gara ditinggal nikah sama mantan? Mungkin juga ceritanya tentang hubungan cinta yang kandas dalam membangun rumah tangga atau pasangan menikah yang mau jadi manten trus gagal nikah? 

Ahh, pusing deh, kalau pertanyaan itu nggak segera terjawab, jadi saya memutuskan untuk duduk tenang dalam bioskop dan siap-siap sediakan tisu. Barangkali aja film ini bikin hati meleleh dan siap nangis. Hiks!

Awal cerita dikisahkan kehidupan penuh kesuksesan dari seorang Yasnina Putri (Atiqah Hasiholan) dan hubungan romantis dengan seorang pria yang sangat tampan dan sukses Surya Iskandar (Arifin Putra). 

Namun keadaan Yasnina sebagai wanita metropolitan mendadak berubah, ada hal-hal yang terjadi yang memaksanya untuk menemui Budhe Marjanti. Setting lokasi film pun berpindah dari kota ke sebuah desa di Jawa Tengah. Di sini penonton mulai disuguhi dengan pemandangan nan elok dari sebuah pegunungan, kebun teh, rumah kuno dan pernak-pernik adat pengantin Jawa. 

Visinema Pictures
Visinema Pictures
Di desa inilah saya rasakan cerita yang sesungguhnya dimulai. Di mana karakter Yasnina yang begitu glamor digali sekaligus harus dibenturkan dengan seorang paes atau dukun manten yaitu Budhe Marjanti yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional. Dan Yasnina harus tinggal di rumah itu selama berbulan-bulan. Wah, pasti stress jadi Yasnina nih! 

Meski tinggal di Jawa, jujur saya sendiri kurang mengerti tentang profesi perias pengantin ini. Apalagi jaman sekarang jarang sekali orang menikah masih memakai adat Jawa lengkap. Kebanyakan yang masih mempertahankan tradisi ini adalah orang-orang terpandang dan yang masih ada keturunan kraton. 

Yang saya suka dari film ini adalah pesan-pesan tentang pernikahan yang diberikan oleh Budhe Marjanti, ritual-ritual apa yang dilakukan oleh seorang wanita yang akan menjadi Paes. Setelah menonton habis film ini saya pun jadi tahu bahwa ilmu Paes itu diturunkan tidak ke sembarang orang tapi diberikan hanya kepada keturunannya atau orang yang memang terpilih yang punya kriteria. 

Rasanya jika menonton film tanpa ada adegan kocak itu membosankan, karenanya ada juga bintang tamu seperti Ria Irawan, Asti Welas dan tak ketinggalan ada Dodit Mulyanto. Kehadiran mereka cukup membuat penonton bisa tertawa melihat kekonyolan ataupun kata-kata sindiran tapi penuh makna. 

instagram.com/mantan.manten
instagram.com/mantan.manten
Kehadiran bintang senior Tyo Pakusadewo sebagai tokoh antagonis "Arifin Iskandar" berhasil membuat geram penonton. Hmm, kira-kira apa hubungan Om Tyo sama Mas Arifin di film ini ya? Kok raut muka mereka seperti itu sih? 

Yang lebih mencengangkan adalah akhir cerita film ini jauh dari perkiraan saya sebagai penonton. Pada akhirnya saya mengambil hikmah dari karakter Yasnina dan Budhe Marjanti, bahwa sebagai wanita harus punya kemauan yang kuat, mandiri, tidak bergantung pada siapa pun, dalam keadaan seberat apa pun harus tetap tegar, mampu memberikan pengampunan buat yang sudah mengkhianati dan balaslah kejahatan dengan kebaikan serta mau belajar keras agar bisa berhasil. 

Dan kalau kamu punya mantan, nggak usah ditangisi cepatlah move on karena Tuhan pasti sudah berikan yang terbaik buat kamu. Amin.

Judul film: Mantan Manten
Produksi  : Visinema Pictures
Sutradara : Farishad Latjuba
Penulis Skenario : Farishad Latjuba & Jenny Jusuf
Produser  : Anggia Kharisma & Kori Adyaning
Pemeran  : Atiqah Hasiholan, Arifin Putra, Tyo Pakisadewo, Tutie Kirana, Marthino Lio, Oxcel, Dodit Mulyanto.
Durasi       : 102 menit