Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Antara Uang, Motivasi, dan Kinerja Karyawan

22 September 2023   15:36 Diperbarui: 24 September 2023   00:44 1230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Uang dan Motivasi Kerja (Pexels.com)

Mana pernyataan yang benar?: 

  • Uang memengaruhi kinerja
  • Uang memengaruhi motivasi 
  • Motivasi memengaruhi kinerja
  • Uang dan motivasi memengaruhi kinerja karyawan

Pertanyaan diatas hanya sebuah contoh sederhana tentang kebingungan banyak mahasiswa saat memulai menulis skripsi dengan melakukan penelitian, khususnya dalam wilayah Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia. Dan salah satu simpul kunci dalam mempersiapkan sebuah penelitian terletak pada rumusan masalah penelitian, secara khusus Research Quesition/s atau Pertanyaan Penelitian, yang tentu harus difahami berbeda dengan Research Statement atau Pernyataan Penelitian (Nan Lin, 1976; Kenneth D. Bailey, 1982)

Research question/s merupakan klimaks proses menemukan problem yang akan diteliti, dan terangkum dalam rumusan kalimat tanya sebagai pemandu tahapan penelitian selanjutnya, seperti review literatur, bangunan model, hipotesa, instrument penelitian, Teknik analisis hingga berakhir pada conclusion sebagai jawaban final atas research question.

Harus diakui, ada 'salah kaprah' ketika seorang peneliti membangun hubungan dan atau pengaruh antara variabel penelitian yang menjadi minat untuk dikaji dan diteliti. Secara metodologis harus menjadi pertimbangan dasar apakah variabel uang (gaji) akan mempengaruhi secara langsung kinerja karyawan. Bila ada landasan teori (sebutkan referensi, hasil penelitian atau kajian) tentang hubungan dan atau pengaruh dimaksud.

Artikel ini hendak menyajikan secara substansif pengaruh antara tiga variabel antara uang, motivasi dan kinerja karyawan, dengan meletakkan dasar teori ketiga varabel dimaksud, sehingga penataan pola hubungan dan/atau pengaruh memiliki landasan teori yang memadai.

Insentif Finansial 

Dalam perspektif penelitian ilmu manajemen, harus difahami awal mula munculnya isu tentang uang atau gaji dalam konteks mendorong karyawan bekerja untuk mencapai  kinerja terbaik mereka. Adalah Frederick Taylor sebagai pelopor penerapan ilmu manajemen dalam mengelola perusahaan.

Di akhir tahun 19800-an Frederick Taylor mempopulerkan penggunaan insentif finansial—imbalan finansial yang dibayarkan kepada pekerja yang produksinya melebihi standar yang telah ditentukan. Sebagai penyelia di perusahaan Baja Midvale pada masa itu, Taylor prihatin dengan apa yang disebutnya Systemic Soldiering

Kinerja karyawan (pexels.com)
Kinerja karyawan (pexels.com)

Systemic Soldiering atau ketentaraan sistematis adalah sebuah situasi yang ditunjukkan  kecenderungan karyawan untuk berproduksi pada tingkat minimum yang dapat diterima. Beberapa pekerja memiliki energi untuk berlari pulang dan mengerjakan rumah mereka setelah bekerja 12 jam sehari di pabrik. Taylor tahu bahwa jika dia dapat memanfaatkan energi ini di tempat kerja, perusahaan dapat mencapai peningkatan produktivitas yang besar.

Produktivitas adalah rasio output (barang dan jasa) dibagi dengan input (sumber daya seperti tenaga kerja dan modal)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun