Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Ketika Dunia Membayar Harga Menghentikan Pandemi COVID-19

24 Maret 2020   20:48 Diperbarui: 24 Maret 2020   21:02 1343
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.economist.com/leaders/2020/03/19/paying-to-stop-the-pandemic?fbclid=IwAR0RCXkjRkFw-6YVpDMhH8NvS5J6gUBamlaZgz5e6-93m0u2vmyDrigJNBw

Tetapi satu hal yang nyaris hampir sama dilakukan adalah menjaga jarak. Presiden Jokowi menyebutnya sebagai Strategi Social Distancing, dan Work From Home atau WFH. Jiwa strategi ini, mencegah interaksi sosial secara langsung, kontak langsung karena penyebaran virus akan terjadi dengan kontak demikian.

Suka atau tidak ini sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus, dan pemerintah fokus mengobati yang sudah terinfeksi dan menjaga yang masih sehat untuk tidak infeksi. Tetapi, konsekuensi dari strategi ini, apalagi WFM, hindari kerumunan, jangan ke mall dan keramaian dan sebagainya menjadi pintu yang mematikan dunia ini.

Betul, dengan WFH, Social Distancing, Jaga Jarak maka sementara waktu seluruh aktivitas ekonomi menjadi terhenti, closed habis. Dan mulai disinilah masalah menjadi menggurita.  Sebab kehidupan masyarakat yang dibangun dan dijalankan berbasis sistem perekonomian yang menuntut dan mengharuskan mobilisasi sosial, interaksi, transaksi, baik produk maupun jasa menjadi seakan terhenti untuk sementara waktu.

Inilah sama saja mematikan bumi dari dinamika kehidupan yang berbasis ekonomi, pemenuhan kebutuhan setiap hari yang hanya mungkin dicapai kalau tidak berada di rumah. Pun WFH tetapi kebutuhannya harus didatangkan dari luar rumah.

III. Membayar Harga Menghentikan COVID-19

Majalah mingguan ekonomi The Economist edisi 19 Maret 2020 menurunkan laporan menarik dengan judul "Paying to stop the pandemic" yang menegaskan bahwa planet bumi ini sedang menuju proses untuk dilumpuhkan bahkan dimatikan.

Mengapa bumi sedang dalam proses dilumpuhkan, karena nyaris hampir semua negara di dunia mendorong bahkan menuntut agar warga negaranya menghindari masyarakat atau kerumuman massal, sebagai cara untuk melawan dan menghentikan Covid-19.

Nah, inilah yang menyebabkan dunia ekonomi terhuyung-huyung dan terjungkal habis-habisan, sebab pemerintah yang putus asa berusaha untuk mengatasi dengan menggelontorkan triliunan dollar dalam bantuan penyanggah serta jaminan pinjaman kredit dalam institusi keuangan. Ironisnya, masih belum ada kepastian sebarapa efektif cara ini menyelamatkan situasi bumi ini.

Planet earth is shutting down. In the struggle to get a grip on covid-19, one country after another is demanding that its citizens shun society. As that sends economies reeling, desperate governments are trying to tide over companies and consumers by handing out trillions of dollars in aid and loan guarantees. Nobody can be sure how well these rescues will work.

Saat ini dunia sedang membayar harga yang mahal untuk menghentikan penyebaran virus corona ini. Kalau tidak maka bumi yang sedang "sekarat" ini akan menjadi lebih "hancur" lagi kalau terlambat menghentikannya.

Betul sekali harga yang mahal, bahkan saat ini setiap negara memberikan perhatian super serius menghadapinya. Seluruh sumber daya yang dimiliki menjadi terikat dalam putaran dan pusaran penyebaran virus aneh ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun