Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Inilah Kebohongan Abadi yang Dilakukan Setiap Orang

9 Oktober 2019   17:55 Diperbarui: 9 Oktober 2019   18:16 829
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

I. Bohong Abadi

Pernahkah Anda berjumpa atau menemukan seseorang yang menjalani hidup dengan kejujuran di dalam dunia ini? Artinya, tidak pernah berbohong selama hidupnya? Jawabannya sederhana saja, tidak ada. Yang ada, mungkin kejujurannya tidak sampai 100 persen, tetapi biasanya masih dinggap jujur.

Kecuali kalau memang kebiasaan dan perilakunya memang tidak jujur, bahkan memiliki hobi bohong dan membohongi orang. Nah, ini pasti akan disebutkan sebagai orang yang tidak jujur.

Bisa dimengerti juga kalau demikian, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang memiliki kejujuran 100%. Tetapi yang menarik adalah bahwa sesungguhnya ada satu pola perilaku setiap orang hampir sama dan perilaku itu mencerminkan ketidakjujuran hidup.

Inilah yang disebut dengan kebohongan abadi setiap orang yang dilakukan seakan-akan tidak ada yang salah dan baik-baik saja. Padahal sesungguhnya, dia bohong dan tidak jujur, tidak saja pada dirinya sendiri, tetapi juga kepada orang lain.

II. Bagaimana Kabarmu?

Tanyakan kepada seseorang bagaimana kabar mereka. Atau bagaimana perasaannya? Dan pertanyaan yang hampir sama dengan itu. Dan perhatikan apa jawaban yang diberikan. Jawabannya sama, atau hampir semua, yaitu "Baik-baik saja". "Saya baik-baik saja".

twitter.com/MagJani
twitter.com/MagJani
Apa yang salah dengan jawaban seperti itu, "baik-baik saja", "I am okay", "saya baik-baik saja", "I am fine".

Dan biasanya, orang yang bertanyapun juga tidak ambil pusing apakah betul atau tidak benar jawaban itu. Sebab, mungkin akan menjelaskan, bahwa itu hanya sebuah "basa-basi saja". Sapaan biasa saja, dan tidak ada maksud lain selain sekedar menyapa, daripada tidak menyapa sama sekali.

Di sinilah sesungguhnya sumber persoalan yang disebut sebagai kebohongan abadi, terutama bagi yang memberikan jawaban itu, "saya baik-baik saja". Karena sesungguhnya, dia tidak baik-baik saja. Lalu, persoalan selesai? Tidak juga, karena jawaban itu, menjadi legitimasi dan pembentukan sikap "berbohong yang abadi".

Setiap orang tanpa menyadari, terutama diawal kalau itu sikap dan jawaban yang salah. Tertapi terus saja dilakukan sepanjang hidupnya setiap ada orang yang bertanya apa kabar, bagaimana perasaannya. Dia akan memberikan jawaban yang bohong.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun