Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Belajar ilmu ekonomi, menekuni area manajemen. Fokus keuangan-investasi-pasar modal, HRM dan Strategic Management. Competence CRP, Finance Analis, WPPE, HRA berbasis Research. Menulis buku ajar, artikel dan jurnal. Mengajar dan belajar membuat pikiran dan hati selalu

|Belajar. Mengajar dan Menulis Mengantar Pikiran dan Hati Selalu Baru dan Muda|

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Akhirnya 3 Opsi Terbaik Buat Prabowo Setelah Ditinggal PA 212

17 Juli 2019   20:54 Diperbarui: 17 Juli 2019   21:04 0 12 4 Mohon Tunggu...
Akhirnya 3 Opsi Terbaik Buat Prabowo Setelah Ditinggal PA 212
https://www.suara.com/news/2019/07/15/133225/ketua-pa-212-prabowo-sandi-alat-kita-kalau-sudah-rusak-cari-yang-lain

Ada dua makna besar pertemuan Prabowo dengan Jokowi Sabtu 13 Juli 2019 di stasiun MRT Lebuk Bulus, yaitu pertama, bebasnya Prabowo dari "penyanderaan" PA 212, dan kedua, hancurnya "kendaraan" PA 212 untuk memenangkan Pilpres 2019.

Kesimpulan terang benderang ini berdasarkan pernyataan terbuka dan tertulis dari Kepala Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis, seperti diberitakan oleh cnnindonesia.com. Sekaligus menegaskan 4 sikap PA 212 terhadap pertemuan Prabowo-Jokowi, yaitu  satu, selama ini mereka menunggangi Prabowo-Sandi sebagai alat perjuangan politik

Kedua, tidak tunduk lagi pada Kertanegara, dan goodbye Prabowo. Ketiga, kekecewaan yang dalam pada Prabowo yang tidak paham hakekat atau makna sami'na waato'na. Keempat, tidak setuju adanya rekonsiliasi Prabowo dengan Jokowi.

Apakah situasi yang sedang terjadi membuat Prabowo happy atau gundah-gulana? Harusnya, happy karena terlepas dari belenggu PA 212 dan juga pendukung kuat lainnya seperti FPI dan GNPF Ulama. Jokowi yang membebaskan Prabowo dari "kurungan" yang dibangun dan dijaga dengan ketat oleh mereka.

Tetapi Prabowo juga bisa saja menjadi gundah dan gulana. Karena tidak memiliki sekutu kuat, militan dan penuh dengan tekanan dan kekerasan. Kalau Prabowo merasa nyaman dengan mereka selama ini, dipastikan Prabowo sedang "galau" berat.

Nampaknya, ultimatum yang sudah ditabuhkan oleh PA 212 sulit untuk dicabut. Keyakinan mereka bahwa Prabowo bisa menjadi alat mewujudkan mimpi perjuangan sudah gagal total. Tidak saja karena gagal menjadi RI 1 2019-2024, tetapi juga kandas berkali-kali di kandang KPU, Bawaslu, MA dan MK.

Pada akhirnya, publik melihat dinamika ini sangatlah baik buat negeri ini dan juga buat Prabowo dengan Parpol Gerinda yang menjadi kendaraan satu-satunya yang setia mengakomodir mimpi dan perjuangan politik bagi masa depan republik ini.

Kendati bukan parpol perolehan suara teratas, tetapi tidak boleh diabaikan jumlah kursi yang di miliki baik di DPR maupun di level DPRD.

Ada 3 pilihan politik terbaik yang tersedia buat Prabowo menjelang bulan Oktober 2019, dimana akan dilantik baik Presiden dan Wakil Presiden terpilih, maupun semua anggota legislative periode yang sama.

Pilihan pertama, menjadi oposisi murni.

Publik menilai bahwa saat ini Prabowo dengan Gerinda nya sangat elok dan tepat bila mengambil peran dan posisi sebagai oposisi murni selama 5 tahun kedepan pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2