Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Belajar ilmu ekonomi, menekuni area manajemen. Fokus keuangan-investasi-pasar modal, HRM dan Strategic Management. Competence CRP, Finance Analis, WPPE, HRA berbasis Research. Menulis buku ajar, artikel dan jurnal. Mengajar dan belajar membuat pikiran dan hati selalu

|Belajar. Mengajar dan Menulis Mengantar Pikiran dan Hati Selalu Baru dan Muda|

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Nasehat Jitu Memulai Mengemas Ide Menulis Artikel

9 Mei 2019   20:58 Diperbarui: 10 Mei 2019   06:37 0 12 6 Mohon Tunggu...
Nasehat Jitu Memulai Mengemas Ide Menulis Artikel
entrepreneur.com

Siapa bilang menulis artikel itu gampang? Sungguh sangat sulit, bahkan untuk memulai kata atau kalimat pertama saja sudah bingung tujuh keliling. Jangankan kalimat pertama, untuk membuat judul saja sudah terbingung-bingung.

Begitulah reaksi cepat dan emosional teman-teman sejawat saya ketika mereka mau belajar menulis artikel untuk ditayangkan di blog maupun di situs lembaga yang dimilikinya.

Ketika saya tanya bagaimana mereka memulainya, maka urutan kerjanya seperti ini. Ada ide atau gagasan mau menulis sesuatu. Kemudian, langsung googling mencari bahan. Apa yang terjadi, semua yang ada dipikirannya sudah ditulis oleh banyak orang di berbagai web, situs bahkan blog. Bahkan mereka punya bagus-bagus. Akhirnya, bingung sendiri, dan batal, tidak jadi menulis artikel.

Begitu terus menerus yang terjadi setiap kali ada niat untuk menulis itu muncul. Makanya, menjadi malas lagi untuk memulai membuat artikel walaupun itu hanya untuk status di sosial media sekalipun.

Teman-teman lalu bertanya kepada saya, bagaimana cara saya membuat artikel begitu cepat, dan langsung bisa ditayangkan pula di blog, antara lain blog Kompasiana dan di beberapa blog lainnya. Tidak saja hanya satu artikel, bahkan dalam satu hari bisa ada dua atau tiga artikel. Kapan menulisnya, darimana bahannya, dan apakah tidak ada duplikasi dengan tulisan orang lain?

Saya menjawab secara sederhana, bahwa dahulu kebiasaan melakukan googling sebelum menulis saya lakukan. Tetapi tidak membuat saya menjadi berhasil menulis. Kalaupun berhasil itu tidak produktif, bahkan saya sendiri capek membaca tulisan orang lain yang memang hampir atau mirip-mirip dengan yang ada di dalam pikiran saya.

Lalu, saya hentikan melakukan googling, dan saya mulai menulis dengan apa yang ada di dalam pikiran saya, dengan menuangkannya sesuai dengan alur dan aliran yang tersusun mengalir sesuai jiwa dan semangat ketika topik atau tema sentral terus menerus tereksploitasi sampai ke akar-akarnya.

Menjadi blogger di Kompasiana sangat menolong karena harus bebas dari plagiat, copy paste dari tulisan orang lain. Maksudnya, paling banyak 20% dari total tulisan dalam satu artikel.

Cara ini sangat berhasil dengan baik, efektif dan bahkan sangat produktif, serta menemukan jati diri secara totalitas, komprehensif, fokus, menukik, melayang, menabrak, menyinggung lalu memusat pada klimaks gagasan yang mencari dan menembus sendiri landasan mendaratnya.

Saya sangat terpana dan terprovokasi dengan sebuah nasehat yang pernah dikemukakan oleh Bill Gates, pendiri dan pemilik Microsoft, yaitu bahwa ide atau gagasan itu akan hilang kalau dalam waktu 24 jam tidak segera diimplementasikan.

Artikel terkait : "Habits" Menunda-nunda, Menjadi Penyakit Kanker dan Musuh Utama Keberhasilan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x