Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Dosen

|Belajar. Mengajar dan Menulis Mengantar Pikiran dan Hati Selalu Baru dan Muda|

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Jangan Pernah Abaikan Laporan Intelijen, Akibatnya Fatal

23 April 2019   14:43 Diperbarui: 24 April 2019   22:16 2051 10 2
Jangan Pernah Abaikan Laporan Intelijen, Akibatnya Fatal
https://internasional.kompas.com/read/2019/04/23/06340271/pengebom-itu-sempat-memegang-kepala-cucu-saya-saat-masuk-ke-gereja

I. Korban Ledakkan Sri Lanka 290 orang

Ditengah kisah pilu, sedih, dan trenyuh dengan jatuhnya sekitar 290 orang korban jiwa dan ratusan luka-luka akibat bom "bunuh diri" di 3 Gereja dan 3 hotel mewah di Sri Lanka, satu persatu informasi terkuat dan terbuka tentang peristiwa yang sungguh dianggap brutal dan biadab ini.

Seakan mengulang peristiwa brutal yang dilakukan oleh Brenton Tarrant dan dengan senjata canggihnya menembak dan menewaskan 49 orang umat yang sedang menjalankan ibadah Jumat di dua Masjid di kota Christchurch, New Zealand, pada Jumat 15 Maret 2019 yang lalu.

Berdasarkan berbagai pemberitaan, 8 kali ledakan bom di 3 buah gereja dan 3 buah hotel mewah di salah satu kota kebanggaan negara pulailu Sri Lanka ini, Kota Kolombo, dan satu gereja yang diledakkan di Kota Negombo. Dikabarkan 6 ledakkan secara serentak terjadi bersamaan dan sisanya 2 kali ledakaan beberapa jam kemudian.

Sesungguhnya, hanya orang-orang yang memiliki pikiran dan paradigma bahkan dogma sempitlah yang mampu melakukan kebiadaban seperti ini, membunuh umat yang sedang melakukan ibadah, ketika Jemaah sedang khusuk berdoa dan berjumpa dengan Tuhan Allahnya.

Membunuh orang yang sedang beribadah, mengikuti misa merupakan perbuatan yang sangat tidak bisa difahami dan diterima dengan akal sehat, sebab umat dan Jemaah yang sedang beribadah sama sekali tidak memiliki senjata melawan aksi radikalisme seperti itu.

II. Laporan Intelijen

Berbagai pemberitaan di media menjadi terang benderang, bahwa sesungguhnya peristiwa yang sangat menyakitkan di pagi Minggu Paskah 21 April 2019 ini sudah diinformasikan sebelumnya kepada Dewan Keamanan negara di Sri Lanka, melalui Memo yang dikirimkan oleh  Dinas Intelijen Asing tepat sekitar 10 hari sebelum peristiwa beradarh itu menjadi kenyataan pahik bagi umat manusia diseluruh duni.

Tentu sangat disesalkan karena memo dari laporan intelijen asing itu nampak tidak diresponse atau difollowup secara serius oleh pihak Dewan Keamanan yang sebenarnya sangat bertangguyngjawab atas pencegahan aksi brutal di minggu paskah tersebut.

Rasanya semakin miris membayangkan korban yang berjatuhan, bahkan anak-anak dan wanita-wanita yang lemahpun menjadi korban ledakkan bom tersebut, karena memo laporan intelijen asing itu juga sudah beredar ke sejumlah kementerian. Artinya sudah ada peringatan akan terjadinya serangan.

Terlepas dari apapun alasannya mengapa tidak direspons laporan intelijen  asing itu, atau ada konflik dan masalah intern didalam kepemimpinan pemerintahan dan negara, harusnya laporan intelijen itu menjadi urutan prioritas utama untuk tanggapi dan diantisipasi sebelum semunya menjadi hancur berkeping-keping.

https://www.jawapos.com/nasional/hankam/18/02/2017/agen-intelijen-asing-berkeliaran-di-indonesia-ini-jawabanya/
https://www.jawapos.com/nasional/hankam/18/02/2017/agen-intelijen-asing-berkeliaran-di-indonesia-ini-jawabanya/
Sejak zaman dahulu kala peran dari intelijen ini sudah dikenal dan akrab ditelingan siapapun. Karena fungsinya selalu terkait dengan pertahanan dan kemanan suatu negara dan bangsa. Bahkan dalam berbagai hal selalu bersentuhan bahkan menyatu dengan berbagai strategi dan operasi milter yang dilakukan.

Oleh karenanya badan dana gen-agen intelijen ini menjadi kebutuhan dari suatu negara manapun untuk mencegah terjadi gangguan pertahanan dan keamanan negara.

Dalam tulisan di bukunya yang sangat terkenal Sun Tzu mencatat bahwa sudah sejak 2400 tahun silam bahwa penggunaan intelijen sebagai penyedia informasi yang bersifat strategis merupakan kekuatan yang tak diragukan lagi potensinya untuk meraih kemenangan. Fungsi pengumpulan dan pengolahan informasi itulah yang menjadi kunci dari operasi dan tugas badan intelijen itu.

Agen agen intelijen dilatih dan dididik secara extra ordinary agar mampu mengetahui berbagai hal yang menjadi gangguan suatu negara baik kecil maupun issue yang besar-besar.

Ajaran Sun Tzu yang terkenal mengenai intelijen dalam bukunya The Art of War (2000), salah satu yang diungkapkannya sebagai:

 "If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle".

Intinya adalah bahwa harus memiliki informasi yang super akurat untuk mengenal diri sendiri, negaranya, dan terutama mengenal dan memahami dengan baik siapa lawannya. Keduanya harus tuntas paripuran difahami. Salah satunya apalagi keduanya tidak memahami, tidak memiliki informasi akurat, maka kehancuranlah yang akan terjadi.

Dalam salah satu artikel di blognya, Cahya Suryana, meringkaskannya secara sederhana tetapi ssangat jelas bahwa :

Siapa yang tidak memahami dirinya sendiri maupun lawannya, berada pada jalan untuk hancur dalam semua pertempuran. ... kenali musuh anda, kenali diri anda, dan kemenangan anda tidak terancam. Kenali lapangan, kecuali cuaca dan kemenangan anda akan lengkap ... saya akan mampu meramalkan pihak mana yang akan menang dan pihak mana yang akan kalah ... dalam menilai sesuatu maka ada tiga faktor yang harus dianalisa yaitu faktor diri, musuh dan lingkungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2