Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Antara Kapitalisme dan Komunisme, Tuhan menciptakan Manusia Produktif

4 Agustus 2018   14:29 Diperbarui: 4 Agustus 2018   14:31 963
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://stephaniemcmillan.org

Bila dicermati dengan seksama dalam sebuah sistem perekonomian selalu terdiri dari dua kelompok yang ekstrim masyarakatnya yaitu Pembuat Kekayaan dan Pencari Kekayaan. Ada kelompok orang yang menjadi produsen kekayaan, tetapi pada sisi lain ada kelompok orang yang menggunaan kekayaan itu. Ada penyumbangan kekayaan dan ada konsumen kaya.

Lihat, perekonomian akan menjadi terbalik ketika ada lebih banyak konsumen dibanding penyumbang atau produsen dan penghasil produk dan barang itu. Dan ini yang disebut sebagai masalah perekonomian. Ketika orang-orang menjadi sekedar konsumen kekayaan saja dan tidak mau menyumbang produk dan jasa itu.

Ketika orang sudah memiliki banyak sumberdaya keakayaan sehingga dia malas untuk menyumbang, memproduksi dan mengasilkan, tetapi dia hanya sekedar mengkonsumsi saja. Menjadi konsumen yang kaya.

Ini kesalahan fatal manusia dalam berekonomi. Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki setip orang yang hidup hanya sekedar untuk menjadi konsumen kekayaan saja. Tetapi setiap manusia diciptakan menjadi penghasil dan produktif kekayaan. Yaitu menghasil apa yang menjadi kebutuhan manusia. Supaya disana tidak ada lagi kekurangan makanan, disana tidak ada lagi kelaparan, dan tidak ada lagi kemiskinan.

Kemelaratan dan kemiskinan muncul dimana mana karena terjadi ketimpangan ekonomi antara penghasil kekayaan dan pengguna kekayaan itu. Konsumen kekayaan tidak mau lagi berpatisipasi memproudksi barang dan jasa, karena dia sekedar menikamti sumberdaya yang sudah berlimpah yang dimilikinya.

Harus sungguh disadri bahwa Tuhan merancang setiap manusia untuk menciptakan kekayaan, untuk menghasilkan kekayaan; Dia mendesain kita untuk menjadi orang yang produktif. "Tuhan ingin Anda menjadi produktif, dan rancangan-Nya untuk hidup Anda yaitu termasuk juga penciptaan kekayaan - bukan hanya sekedar redistribusi kekayaan"

Mari kita lihat secara sederhana perbedaan antara kapitalisme, komunisme, dan keTuhanan.

Kapitalisme berkata, "Milik saya adalah milik saya, dan saya akan menyimpannya". Lihat, kapitalisme terpusat pada kepemilikan pribadi, terfokus pada diri sendiri, pemenuhan ego individual secara totalitas dan sama sekali tidak boleh bersentuhan dengan kepentingan orang lain. Kapitalisme berarti penguasaan sumber daya secara pribadi dan totalitas. Merekalah yang menjadi konsumen kekayaan sejati dan yang pada dasarnya mendorong ketimpangan dari pemerataan kedamaian dunia yang dikehendaki oleh Tuhan.

Komunisme berkata, "Milik anda adalah milik saya, dan saya punya hak untuk mengambilnya". Dan hal seperti ini bolehlah disebut redistribusi kekayaan. Disana tidak ada kepemilikan pribadi, apalagi penguasaan secara total secara individual. Setiap orang boleh memproduksi sebanyak-banyaknya tetapi orang lain berhak megambilnya untuk mereka nikmati juga.

Bagaimana dengan sikap orang berTuhan melihatnya. Orang beriman kepada Tuhan berkata, "Milik saya adalah sepenuhnya milik Tuhan, dan saya bersedia membagikannya". Nah inilah yang diinginkan oleh Tuhan ketika Tuhan menciptakan Anda dan saya dalam dunia ini. Tuhan ingin kita memberikan keuntungan, pelayanan, dan perlindungan kita kepada orang lain. Dia ingin kita menciptakan kesempatan untuk membantu orang.

Ketika seseorang membebankan pajak kepada Anda untuk membantu orang miskin, Anda tidak mendapatkan pujian untuk itu karena itu adalah kewajiban peraturan perundang-undangan yang sudah diatur dan setiap orang wajib menaatinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun