Mohon tunggu...
Yunita Devika Damayanti
Yunita Devika Damayanti Mohon Tunggu... Jurnalis - Football, Music, Books, Foods.

Pelajar paruh waktu yang mencintai sepakbola.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Seampas-ampasnya Arsenal, Mereka Tetap Bisa Superior Lawan Chelsea

28 Desember 2020   02:22 Diperbarui: 28 Desember 2020   03:14 351
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Instagram @arsenal

Boxing Day is coming. Kalimat sederhana yang tiap tahunnya membuat bahagia seluruh fans Liga Inggris. Bagaimana tidak, saat liga lain meliburkan kompetisinya, fans EPL masih bisa menikmati serunya laga-laga akhir tahun yang selalu menemani libur natal.

Boxing day kali ini, meskipun diadakan di tengah pandemi, tapi tidak mengurangi atensi penggemar untuk mendukung klub kesayangan dan membully klub yang kebetulan ngampas di laga boxing day ini.

Musim ini boxing day menyajikan laga big match bertajuk Derby London. Dimana dua fans klub London ini paling sering beradu argumentasi untuk membuktikan klub siapa yang layak menguasai wilayah ibukota. Yang satu selalu pede menyebut dirinya King of England, satunya lagi sudah pasrah mau gimana nanti kedepannya.

Dini hari tadi di Emirates Stadium Arsenal ini ngasih kejutan, nggak cuma sama haters, tapi juga fans mereka sendiri. Sudah dalam mode pasrah aja lah gimana nanti, nggak kebantai aja udah sukur, eh kebalikan malah mereka yang ngebantai Singa London.

Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan berbunyi, Arsenal secara mengejutkan langsung menekan ruang gerak Chelsea lewat winger kanan mereka.

Chelsea juga tidak tinggal diam, nggak mau lah mereka jauh-jauh main ke Emirates nggak dapet poin. Ganti deh mulai berani nyerang, sampai ada peluang emas dari Mason Mount, sayangnya malah kena tiang gawang. Waduh waduh, firasat buruk ini kalo udah kena tiang biasanya malah tepongkeng. Eh bener ternyata gengs.

Setelah lebih dari setengah jam saling balas membalas serangan, gol akhirnya datang dari titik putih hasil gosok voucher karena Reece James melanggar Kieran Tierney. Aih, rejeki ini mak. Alexander Lacazette berhasil memanfaatkan pinalti menjadi gol untuk Arsenal. Wih mantap, mulai dah beberapa Gooners berani keluar goa.

Kebiasaan kampretnya Arsenal kumat lagi, mentang-mentang udah unggul malah mainnya jadi santuy. Untung aja itu ada Granit Xhaka, yang menurut Ian Wright pemain tidak berguna, tapi dia bisa membawa gol kedua bagi Arsenal lewat skema free-kick. Cantik kali golnya itu, tapi yang bikin saya ngakak ya itu ekspresi pemain Chelsea pas mau nge-block itu bola. Lucu kali mereka.

Di awal babak kedua giliran Chelsea yang berinisiatif memulai serangan. Ada Hudson-Odoi yang tiba-tiba ngasih crossing ciamik ke kotak pinalti, niatnya mau dikasih ke Tammy Abraham, ealah tapi ini si Ballerin ternyata lagi waras, disingkirin dah itu bola keluar lapangan sebelum disambar Tammy Abraham.

Nggak kek biasanya, Arsenal ngagetin lagi dengan gol ketiga lewat shooting-nya Bukayo Saka . Jebrettt mashookk. Edouard Mendy cuma mlongo doang liat gol itu. Weh gol weh, tiga kosong. Oiy keluar klean oiy, menang gede kita malem ini. Teriak Gooners yang mulai banyak tuh memunculkan diri keluar ke permukaan setelah delapan laga sebelumnya udah pengap desak-desakan di goa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun