Mohon tunggu...
Yunia Kusminarsih
Yunia Kusminarsih Mohon Tunggu... Guru - Guru di Sekola Menengah dan Dosen di Perguruan Tinggi Swasta

Dengan menulis kita abadi

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Berkarya Sambil Belajar

12 Desember 2020   22:17 Diperbarui: 12 Desember 2020   22:21 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masa Kecil

Sobur pemuda kelahiran Tasik Malaya  tahun 1994 ini menghabiskan masa kecil dan remajanya di kampung kelahirannya.

Lahir dari seorang Ibu yang bernama Engkon Koniah Ayahnya bernama Iding (almarhum) yang eninggal ketika Sobur berusia 5 tahun sehingga Sobur kecil kehilangan sosok ayahnya. 

Ketika SD ibunya memasukkan dia ke pondok pesantren. Selama 6 tahun dia belajar dan  tinggal di pesantren. Hanya sesekali dia pulang kalau liburan sekolah atau pas dia  sakit.

Kesenangannya di bidang olahraga menuntunnya menjadi jawara.  Dari SMP sampai SMA dia mengikuti olahraga Pencak Silat Pajajaran yang sangat terkenal di wilayah Jawa Barat. Karena kemampuannya yang luar biasa dan beberapa kali ikut lomba pencak silat tingkat kabupaten dan provinsi menang, maka dia dipercaya untuk melatih Pencak Silat Pajajaran.

Kejuaran Pencak Silat di Negara Sakura

Sobur yang memiliki tinggi semampai, badan yang tidak terlalu besar, kalau bicara pelan dan selalu disertai senyum ini jago   main silat.  Tidak sia-sia karena ketekunannya dia berhasil menjadi juara 1 lomba pencak silat se-provinsi Jawa Barat. Ketika ada kejuaraan lomba pencak silat se -Asia dan Eropa di Jepang tahun (2010) dia terpilih mewakili kontingen Indonesia dan berhasil meraih juara 2. Namun, kemenangannya tidak membuatnya senang, karena hasil dari perjuangannya tidak diapresiasi maksimal, apa yang seharusnya menjadi haknya tidak diberikan secara utuh oleh tim yang membawanya ke kancah pertandingan internasional tersebut. Dia merasa seolah-olah dirinya hanya dimanfaatkan saja. Sayangnya pemuda Sobur  saat itu belum begitu paham tentang MOU. Sehingga keikutsertaannya tidak tertulis  hitam di atas putih dengan pihak yang berwenang. Sejak itulah dia tidak mau mengikuti kejuaran international. Dia hanya fokus kepada mengajar pencak silat di kotanya yang jumlah muridnya sudah ratusan.

Menjadi Tukang Bubur

Jadi orang yang berhasil adalah cita-citanya. Cerita kemenangannya mengikuti lomba pencak silat di Jepang terdengar oleh jajaran ABRI dan POLRI. Banyak tawaran datang agar dia mau mengikuti pendidikan dan bekerja di jajaran  militer dan POLRI. Namun, semua ditolaknya karena keinginannya menjadi guru agama. Maka pada tahun 2015 dia merantau ke daerah Bogor dengan bekal uang 200 ribu rupiah yang diberi ibunya. Sesampainya di wilayah Bogor tepatnya di Parung-Bogor, dia putar otak bagaimana bisa bertahan hidup di luar daerahnya.  Kemudian dia nekad berjualan bubur ayam dan bubur kacang hijau. Uang tabungan yang dikumpulkan selagi dia SMP-SMA habis untuk modal berjualan bubur.

 "Alhamduliah selama berjualan 1 tahun modal kembali." ungkapnya. Namun malang baginya,  petugas Satpol PP melarang dia berjualan di daerah tersebut. Walaupun sebelumnya  preman pasarnya (orang yang menjual gerobak bubur kepada Sobur) memberi jaminan kalau tempat dia berjualan aman. "Kalau ada Satpol PP yang mengusir, cari saja aku." kata Si preman kepada Sobur.  Petugas Satpol PP datang mengusirnya, dia ingat ucapan Si preman, maka preman tersebut dicarinya. Namun usahanya sia-sia. Akhirnya Sobur  dengan berat hati memindahkan tempat berjualannya ke tempat yang dekat dengan kontrakannya. Namun pembelinya tidak seramai saat dia berjualan di sekitar pasar. Semakin hari jualannya tidak pernah habis. Lama-kelamaan jualannya tutup.

Mengayuh Sepeda

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun