Mohon tunggu...
Yuliyanti
Yuliyanti Mohon Tunggu... Wiraswasta - Yuli adja

Yuliyanti adalah seorang Ibu Rumah Tangga memiliki kesibukan mengurus bisnis keluarga, Leader paytren, Leader Treninet. Sebagai penulis pemula telah meloloskan 7 antologi. Penulis bisa ditemui di IG: yuliyanti_leader_paytren Bergabung di Kompasiana 20, Oktober 2020

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Sebuah Kisah di Balik Nikmatnya Sepiring Selat Solo

25 November 2022   16:04 Diperbarui: 26 November 2022   10:02 278
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi perpisahan :sumber //yoursay.suara.com

"Hah....!" tersontak aku menghentikan lamunan dan menatap Deya yang menyodorkan sepiring Selat.

"Hayuk, cepet dimakan! keburu nasinya datang. Lupakan kisahmu, nikmati menumu!" tegas Deya.

Foto sepiring Selat Solo. Sumber ://www.shutterstock.com
Foto sepiring Selat Solo. Sumber ://www.shutterstock.com


Selad Solo ini salah satu menu andalan "Pram Boga", Prambudi sebagai owner. Ia menggeluti usaha sejak 7 tahun lalu. Kebetulan menu tersebut menjadi kegemaranku.

Terlebih jika menu tersebut hasil olahan Pram sendiri yang terasa luar biasa nikmatnya. Seperti saat ia membuatkan selain kue di hari ulang tahunku.

Selat terdiri dari beberapa isian yang tersusun indah dalam piring saji. Ada daging, aneka sayuran rebus seperti, buncis, wortel, juga ada kentang goreng, telur rebus, acar timun, irisan tomat serta daun selada untuk mempercantik hidangan.

Kemudian disiram dengan kuah selad yang sedikit manis cenderung segar, beraroma khas rempah-rempah.

Kuah selat terbuat dari rebusan gula merah, gula pasir, kecap manis, kecap inggris dan serangkaian bumbu, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, lada, pala dan cengkih,  

Bumbu rempah yang punya aroma serta cita rasa khas tersebut bisa memancing selera makanku. Ditambah saus mustard yang aduhai sangat lezat. 

Pram...selat ini benar-benar mengirimku ke masa lalu, sekalipun sudah tiga tahun berlalu. Aku belum bisa melupakamu. Apalagi tentang tipsmu.

Kau bilang, dalam menyajikan selat ini bagimu sangat mudah. Namun bagi kebanyakan orang gampang-gampang susah, bila cara mengolahnya keliru, maka hasilnya tidak sesuai harapan. Berantakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun