Lingkungan

Approaches To Teorizing International Communication

8 Oktober 2018   12:02 Diperbarui: 8 Oktober 2018   12:26 260 0 0

Komunikasi internasional itu sangat membutuhkan media untuk menjadi perantara antara satu negara dengan negara lainnya, dengan perkembangan zaman, adanya globalisasi di dunia juga ada organisasi-organisasi yang sudah di akui keberadaannya oleh masyarakat untuk ikut serta melancarkan komunikasi internasional ini. 

Komunikasi internasional melalui berbagai tahapan dan juga dapat di lihat dari beberapa pembahasan teori mengenai komunikasi internasional berikut ini:

Free flow of information

Teori ini bisa di sebut sebagai teori yang pertama di temukan yaitu menjelang akhir perang dunia ke-dua, yang bermula di AS. Teori ini menjelaskan tentang perjuangan para pemilik media untuk mendapatkan hak-hak mereka yaitu kebebasan dalam menyebarkan informasi dan mereka ingin memasarkan produk mereka ke luar negri yang sudah jelas berbeda pemahaman dengan mereka yaitu berbasis kapitalisme.

Apa lagi pada masa itu masyarakat sangat mudah di pengeruhi melalui media, hal ini membuat mereka semakin ingin memiliki kebebasan dalam menyebarkan informasi.

Modernization theory

Teori ini dimana komunikasi internasioal di anggap sebagai kunci dari perkembangan atau beralihnya masyarakat kuno ke masyarakat yang lebih modern, perubahan ini sering di sebut sebagai" dunia ketiga" karena perubahan masyarakat oleh media yang mengandung unsure komunikasi internasional.

Dependency theory

Theory ini merupakan pembahasan mengenai adanya ketergantungan masyarakat kepada media, agar negara maju tetap berada dalam kekuatan dominasi kemudian negara peripheral dalam posisi masih ketergantungan, dengan kata lain teori ini adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu.

Structural imperialism

Teori yang bertujuan untuk mempertimbangkan ketergantungan yang di alami oleh dunia ketiga sehingga dalam teori ini menentang apa hegemony baik itu ekonomi, politik dan budaya.

Hegemony

Konsep dasar hegemony ini sebenarnya adalah bagaimana komunikasi internasioanl mengkonsepkan suatu media dalam menyajikan informasi dengan tujuan menguatkan ideologi suatu negara,agar bisa mempertahankan ideology suatu negara tersebut. Dengan kata lain media berlaku sebagai legitimasi ideologi dominan atau secara bebas menyajikan informasi.  

Dengan kata lain, tindakan ini merupakan proses doktrin secara halus yang dilakukan kelompok (penguasa) kepada kelompok lain (khalayak), sehingga kelompok lain tidak merasa tertindas melainkan hal yang dilakukannya oleh khalayak dianggap baik untuk kelompoknya dan dapat diterima secara wajar (common sense). Hegemoni mempunyai kekuatan dalam wacana yang disampaikan melalui penataan bahasa atau tata bahasa produksi (grammar of production) yang lebih intelektual, sehingga khalayak yang tidak setuju akan merasa pandangannya sebagai pandangan yang salah atau menyimpang.

Critical theory

Teori ini merupakan teori yang menjelaskan tentang kritikan masyarakat terhadap media sehingga mendapatkan evaluasi, dengan menerapkan ilmu-ilmu sosial dan humaniora teori ini juga bisa di sebut sebagai teori yang mempelajari bagaimana cara untuk mengangkat manusia untuk menjadi lebih manusiawi lagi,

Public sphere

Ruang public adalah ruang pada saat berkomunikasi baik di media sosial atau dunia maya maupum di dunia nyata, antara seseorang dengan yang lainnya.

Cultural studies mengkaji berbagai kebudayaan dan praktek budaya serta kaitannya dengan kekuasaan. Tujuannya adalah mengungkapkan hubungan kekuasaan serta mengkaji bagaimana hubungan tersebut mempengaruhi berbagai bentuk kebudayaan (sosial-politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, hukum dan lain-lain), hal ini pada suatu media berfungsi untuk sejauh mana kekuasaan dapat berpengaruh bagi media dalam penyampaian informasi.

Masyarakat informasi (information society) adalah masyarakat yang melakukan kegiatan distribusi, penggunaan, dan manipulasi informasi dalam aktivitas Ekonomi, Politik, dan Budaya secara signifikan. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan kompetitif secara internasional melalui penggunaan Teknologi Informasi dengan cara kreatif dan produktif. Dalam hal ini masyarakat bisa ikut serta dalam meningkatkan komunikasi internasional, masyarakat yang ikut berkontribusi dan aktif dalam media bisa membantu peningkatan kualitas komunikai internasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2