Mohon tunggu...
Yuli Rahmawati
Yuli Rahmawati Mohon Tunggu... Freelancer - Fakultas Hukum, UNILA

Sedang Berproses Mencari Jati diri

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Selangkah Maju di Tahun Baru

7 September 2021   12:03 Diperbarui: 7 September 2021   12:06 74 7 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

            Tercium aroma khas makanan disepanjang areal pasar yang tampak berkerumunan para pedagang simpang siur di pasar Cisarua. Petangnya hari tak terhiraukan yang penting dagangan telah siap untuk mereka jajahkan sebelum pembeli datang. Menjelang akhir tahun nampaknya gairah perekonomian masih acap sama. Akhir tahun liburan mereka jadikan usaha-usaha yang banyak diminati masyarakat. Seperti terlihat di alun-alun yang menyajikan banyak arena bermain anak-anak. Tak hanya itu, orang dewasa pun bisa menikmati pula wahana-wahana yang ada di sepanjang alun-alun kota sambil menikmati keindahan Desa Cisarua. Bagi mereka yang tinggal disepanjang alun-alun mungkin sudah biasa melihat keramaian yang acap kali terlihat.

            Seperti aku yang yang sudah biasa melihat keramaian yang tak jarang mengganggu bagiku. Pagi-pagi sebelum ayam berkokok aku harus lebih dulu bangun membantu orangtuaku mengantarkan dagangan dipasar yang dekat dengan alun-alun itu. Bagiku suara ibu sudah cukup bak ayam jago yang membangunkan orang.

"Farhannn.... Bangunn.. udah jam berapa ini.."

"Baru aja jam 4 bu..bu..". Aku segera bangkit sebelum ibu berubah menjadi suara macan.

            Bagiku mau liburan sekolah atau tidak itu sama saja, harus bantu kerja dan harus bisa mendapat laba.

" Baru pagi-pagi begini itu muka udah ditekuk aja, kenapa kamu hann..?" terlihat kek Dahlan yang sedang jalan-jalan.

"Siapa yang nekuk lagi kek.., sebenernya saya lagi bosen sih kek harusnya kan liburan gini kemana gitu kek eh.. ini malah suruh nungguin warung, bosen tau kek.." kataku lirih.

"Memangnya kamu mau liburan kemana?? Disini aja banyak hiburan kok Farhan. Kalo bosan tinggal main ke alun-alun aja kok repot enggak usah jauh-jauh." Ucap kek Dahlan.

"Iya deh kek iya pasti juga bilangnya gitu, saya udah bisa nebak kek.."   

"Gini aja nanti sore mau enggak kamu ikut kakek?  Kakek mau ajak kamu jalan-jalan di tempat yang enggak biasa."

"kemana kek? Palingan ke alun-alaun iya kan kek?" tampis ku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan