Mohon tunggu...
Yuhana Kusumaningrum
Yuhana Kusumaningrum Mohon Tunggu... Penulis - Manusia

Tamu di Bumi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Bujis

6 Desember 2018   16:27 Diperbarui: 7 Desember 2018   09:46 398
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Kemudian kuselipkan dua jari tanganku yang gemetar ke dalam lubang di pintu. 

Dan menarik kuat-kuat.

                               ~ o0o ~

DUA PULUH TAHUN YANG LALU

"Sudah Pak, sudah saya tanya semua." Kak Anita menyeka air matanya. "Tidak ada satupun tetangga yang melihat kemana anak saya pergi."

"Lagipula Pak," sambung Mas Bima, "bukan kebiasaan kami melepas Adit main keluar sendirian. Biasanya selalu ditemani."

"Siang itu pagar kami dalam keadaan terkunci, Pak. Gemboknya malah belum dibuka sejak pagi, karena tiap hari Minggu kan kami libur kerja," lanjut Kak Anita lagi, "dan pagar itu terlalu tinggi untuk dilompati Adit."

Pak Polisi itu mencatat sesuatu di notebooknya dengan seksama. "Baik Bu, Pak. Kalau begitu nanti akan kami kabari perkembangan penyelidikan selanjutnya."

      

                                 ~ o0o ~

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun