Mohon tunggu...
Yuhana Kusumaningrum
Yuhana Kusumaningrum Mohon Tunggu... Penulis - Manusia

Tamu di Bumi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Lucid Dreaming ( misteri )

3 Februari 2016   10:25 Diperbarui: 13 Desember 2017   10:25 176
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Kasurku menghilang. Aku melayang dalam kegelapan. Lalu terjatuh.  Seperti dihisap oleh pusaran angin besar yang sangat kuat.

Beberapa nanodetik lagi aku akan sampai di halaman belakang rumah lamaku.

Rumput yang hijau, pohon mangga yang sedang berbuah, dan koleksi anggrek Mama.

Papa menggendong dan memutar-mutar Ami di udara. Ami tertawa-tawa gembira.

Mama keluar dari dapur membawa sepiring cheese rollcake kesukaanku dan empat gelas minuman sari jeruk.

Aku berdiri dengan mantap.

Tanah dibawahku tidak bergoyang lagi.

Aku berlari menghampiri Mama. Wangi cologne waterlily Mama menyebar di udara.  Kuambil sepotong rollcake dan memakannya. Rasanya enak sekali.

Papa datang menghampiri. Ami berteriak memanggilku dan mengulurkan kedua lengannya. Kuambil Ami dari gendongan Papa dan memeluknya. Kulitnya yang lembut menempel di wajahku. Kuhirup wangi sabun strawberry dari tubuhnya yang mungil.

Papa merangkul bahuku seperti yang biasa dilakukannya. Aroma aftershavenya yang maskulin tercium olehku.

Cahaya matahari sore yang hangat menerpa wajah kami. Kupandangi wajah Papa, Mama dan Ami sepuasnya.  

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun