Mohon tunggu...
Rizal De Loesie
Rizal De Loesie Mohon Tunggu... Seorang Lelaki Penyuka Senja

Rizal De Loesie, nama pena dari Yufrizal, mengalir darah Minang dan Tapanuli, email: yufrizal67@gmail.com Antologi Puisi : Sekeras Karang Selembut Embun, Menjodohkan Langit dengan Bumi, Bila Tiada Lagi RIndu (2019) LINDAP, 2019

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Suar-suar Rindu

9 Juni 2019   13:19 Diperbarui: 9 Juni 2019   13:21 0 2 1 Mohon Tunggu...
Suar-suar Rindu
Sumber: pixabay.com

Jangan ada sesal, di dinding batu itu jamur-jamur mengambang bagai pernak yang dipernikkan.

Menghiasi redup rembulan dan awan lindap jatuh ke lorong-lorong yang paling rindu

Atapnya adalah matahari dengan serpih peluh-peluh jiwa yang mengangakan luka-luka kehilir perih air mata,

Sang penyair menyimpan bilur-bilur tanpa cahaya, lebam mengangkat aroma suhu bumi yang paling lirih

Dalam kalimat-kalimat tanpa  tanda tanya, dijawab desir angin yang mengugurkan putik daun.

Ketika tapa sampai di ujung langit diguratnya sebuah syair dengan anyir darah dan airmata

Diksi-diksi telah sampai.

Jemari matahari telah mencuri celah-celah batu hingga mengeringkan tiap jengkal lumut, labirin-labirin yang lindap menjadi keras,

Syair penyair telah cair mengalir jauh tak terengkuh ke samudra

Melayarkan semua kenangnya, membungkus cahaya-cahaya tersisa menjadi suar-suar rindu

KONTEN MENARIK LAINNYA
x