Mohon tunggu...
Rizal De Loesie
Rizal De Loesie Mohon Tunggu... Seorang Lelaki Penyuka Senja

Rizal De Loesie, nama pena dari Yufrizal, mengalir darah Minang dan Tapanuli, email: yufrizal67@gmail.com Antologi Puisi : Sekeras Karang Selembut Embun, Menjodohkan Langit dengan Bumi, Bila Tiada Lagi RIndu (2019)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Sajak

21 April 2019   01:46 Diperbarui: 21 April 2019   01:54 0 4 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Sajak
pixabay.com

Setajam apakah sajak,

Belum seberapa dari taring diammu yang mencakar dinding lalu kau sandarkan pada tebing-tebing kepura-puraan. Aku hanya sembunyikan  airmata di balik derasnya hujan di tiap persimpangan jalan.

Sajak hanya diksi setengah terengah menyusuri naluri dan hati yang tercampak. Jalan menapaki jejak-jejak yang disinggahi duri-duri mawar dengan tangkainya mulai membusuk.  Daunnya hanyalah kiasan basa-basai melengkapi utuh setangkai bunga yang dipersembahkan pada jamuan kenangan.

Lalu, dosa sajak ditimbang.

Baitnya diikat jeruji hingga makna terburai, darahnya berceceran ditikam tiap senja yang mengawinkan kabut jingga dan gulita.

Sajak hanyalah sebilah pisau tumpul yang tak melukai kalimat. Tetapi sajak mampu menikam diam-diam

***

Bandung, 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x