Mohon tunggu...
SYoo
SYoo Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Novel "In a Blue Moon" Karya Ilana Tan, Ketika Benci Tak Jauh dari Cinta

25 Februari 2018   17:56 Diperbarui: 26 Februari 2018   07:02 3720
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 “Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku” – Hal. 231

Novel yang dirilis pada tahun 2015 ini merupakan novel garapan Ilana Tan setelah Novel ‘Seasons to Remember’. Novel yang berjudul ‘In a Blue Moon’ mengusung genre Romantis dengan tema Cinta yang tumbuh dalam ke-terpaksaan, sebuah kejadian yang tak sengaja mengubah benci menjadi cinta yang manis dan fresh. Kisah Lucas Ford yang dipertemukan dengan tunangan yang tak pernah ia ketahui sebelumnya, Sophie Wilson, yang ternyata adalah seseorang  yang mungkin membencinya karena kejadian 10 tahun lalu di SMA.

(“…aku bahkan tidak tahu aku sudah punya tunangan.” – Hal. 12)

Cerita dalam Novel ini memiliki alur runtut, beberapa bagian mungkin menampakan kejadian di masa lalu namun hal tersebut ditampilkan dalam bentuk bayangan daripada tokoh. Meskipun memiliki alur yang mainstream, sang pengarang mampu membuat pembaca tak bosan dengan potongan-potongan masa lalu yang di tampilkan. Alur ini dimulai dari pengenalan situasi tokoh Lucas Ford yang nampak kebingungan akan perkataan sang kakek Gordon Ford ditelepon, bahwa ia telah memiliki tunangan. Lucas pun harus menerima kenyataan bahwa kakek nya ingin dijemput ditempat dimana tunangannya berada, tak mungkin mengelak permintaan orang tua ia pun menuruti perkataan kakeknya dengan terpaksa. Berikut adalah pembuktian dari pernyataan diatas.

(“…aku bahkan tidak tahu aku sudah punya tunangan.” “Ya, kau sudah punya tunangan. Aku hanya tidak pernah memberitahumu selama ini,” kata kakeknya dengan nada sambil lalu.

“…kau ada dimana sekarang? Bukankah kau berencana menghadiri pernikahan temanmu malam ini?” “Pernikahan cucu temanku,” koreksi kakeknya. “Dan tunanganmu ada di sini. Makanya cepatlah kemari.” – Hal. 12)

(“Baiklah, kau menang. Berikan alamatnya kepadaku.” – Hal. 14)

Pada tahapan selanjutnya adalah rangsangan peristiwa. Dalam novel ini tokoh Lucas dipertemukan dengan sang tunangan, Sophie Wilson. Seseorang dari masa lalunya yang mungkin tidak pernah melupakan kenangan pahit itu. Sophie berlagak dingin di depan Lucas seakan membenarkan pikiran Lucas atas bayangannya tentang Sophie saat ini.

(“Ah, itu Sophie-mu, Thomas,” kata kakeknya. “Panggil dia kemari.” Lucas meneguk air putihnya dan berdoa sekali lagi dalam hati. Beri aku kekuatan. Tapi setidaknya cucu Thomas Wilson memiliki nama yang bagus. Nama yang sebenarnya membangkitkan kenangan yang tak ingin diingat Lucas saat ini.

Ketika gadis itu menoleh ke arahnya, senyum yang tadinya tersungging di bibirnya perlahan-lahan berubah datar dan dingin. – Hal. 18)

Rangsangan peristiwa tersebut membuat cerita ini semakin menarik, dimana pengarang membuat pembaca penasaran, apakah yang dilakukan oleh tokoh Lucas 10 tahun yang lalu? Dalam Bab selanjutnya apa yang di pertanyakan oleh pembaca dapat ditemukan. Tokoh Lucas menceritakan segala yang terjadi 10 tahun yang lalu pada kakeknya, dan hal tersebut membuatnya merasa bersalah. Dalam tahapan tegangan ini Tokoh Lucas dan Sophie akan dipertemukan dalam rencana kakek mereka. Lucas ingin menyatakan permintaan maaf nya kepada Sophie, namun tokoh Sophie tetap bersikeras tidak mau memaafkan Lucas.

(…“Aku tahu kau tidak menginginkan permintaan maaf  dariku, tapi aku tetap ingin meminta maaf. Atas semua yang pernah kulakukan dulu.”

Sophie menatapnya dengan alis berkerut tidak percaya. “Kau tahu permintaan maaf tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi,” gumamnya datar.

“Tapi aku sendiri tidak merasa lebih baik setelah mendengar permintaan maafmu.” Kata-kata Sophie yang tajam membuat Lucas mengernyit samar. – Hal. 57-58)

Setelah terjadinya bagian tegangan-tegangan tersebut, tokoh Lucas mulai tertarik dengan tokoh Sophie dalam Novel. Berbagai kejadian mempertemukan mereka secara tak sengaja, akhirnya benih-benih cinta yang tumbuh membuat Sophie luluh juga dihadapan Lucas Ford. Dalam tahapan konflik, kedua tokoh utama dalam novel ini harus menghadapi kenyataan bahwa ada orang lain yang menyukai mereka. Seperti yang terjadi pada tokoh Lucas yang harus menelan pahitnya gosip yang dibuat oleh teman perempuannya, Miranda Young. Miranda menginginkan Lucas disisinya, dengan cara menciumnya disaat pesta Tahun Baru yang mereka hadiri. Begitu pula pada tokoh Sophie yang tiba-tiba didatangi oleh pria yang sangat ia cintai 4 tahun lalu, pria yang telah meninggalkannya kembali lagi. Adrian Graves, Sophie sudah melupakannya tapi gerak-gerik Adrian menunjukkan bahwa ia masih menyukai Sophie. Hingga ada suatu saat mereka hampir berciuman, karena Sophie ingin bertahan dengan Lucas ia pun menolaknya.

(Miranda menggigit bibir. Memang ia dan Elsie lah yang merencanakan semua ini, dengan bantuan seorang teman Elsie yang berprofesi sebagai fotografer dan penulis lepas disalah satu situs gosip online.

Apabila memang ada satu hal yang membuatnya agak cemas, itu adalah reaksi Lucas ketika ia mencium laki-laki itu di malam Tahun Baru. – Hal. 259)

(Lucas mengernyit ketika merasakan rasa nyeri yang menusuk dadanya. Sialan. – Hal. 260)

(Dia akan menciumku dan aku akan membiarkannya, pikir Sophie sementara ia mengangkat wajah menatap Adrian, karena dia juga sudah mencium Miranda Young.

Namun, pada detik terakhir, Sophie memalingkan wajah… -Hal. 264)

Konflik yang mulai di ujung tanduk diakhiri dengan penyelesaian yang manis, walaupun terlihat sangat monoton. Tokoh Sophie dan tokoh Lucas akhirnya saling memaklumi dan memaafkan apa yang telah terjadi diantara mereka. Sophie memang pernah menyukai Adrian, namun Lucas tau bahwa Sophie yang sekarang akan memilihnya, begitupun sebaliknya. Dalam tahapan alur yang terakhir ini mereka dapat menunjukkan sikap saling percaya dan memaafkan. Dalam akhir cerita yang sederhana dan mudah ditebak, tokoh Lucas menunjukkan keseriusan cintanya kepada Sophie dengan cara melamarnya untuk menjadi istrinya.

(Aku juga tidak mencium Adrian – Hal.271)

(“Aku percaya padamu,” kata Lucas sungguh-sungguh. Hening sejenak di ujung sana, lalu,”Aku juga percaya padamu.” – Hal. 272)

(“Sophie Wilson, kau tahu aku mencintaimu. Sangat. Aku berharap bisa menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Jadi aku bertanya dengan segala kesungguhan dan ketulusan hatiku…” Lucas berhenti sejenak, menelan ludah. Kilatan gugup itu kembali terlihat di matanya. Kemudian ia meremas tangan Sophie dan melanjutkan dengan suara yang lebih rendah,” Bersediakah kau menikah denganku?”

…., Sophie menatap mata Lucas Ford dengan senyum lebar dan jantung berdebar-debar. Lalu ia mengangguk. – Hal. 317-318)

Dalam kutipan Novel diatas dapat disimpulkan bahwa pemeran utamanya adalah Lucas Ford. Tokoh ini memiliki sifat yang terbuka membuatnnya dapat bergaul dengan siapapun, selain itu Lucas adalah tipe orang yang berani mengambil resiko demi mendapatkan apapun yang ia mau. Lucas Ford digambarkan memiliki perawakan bertubuh jangkung, berkulit putih, berambut coklat, dan bermata biru gelap. Berikut adalah bukti dari perawakannya yang terlihat sempurna.

(…Lucas lebih mirip ayahnya, dengan tubuh jangkung, kulit putih, rambut cokelat, dan mata biru gelap. – Hal. 34)

Tokoh kedua dalam Novel ini adalah Sophie Wilson, tokoh yang merupakan tunangan dari tokoh utama ini memiliki perawakan bertubuh kecil, bermata cokelat, dan tidak tinggi. Pada awal cerita ia berlagak dingin dihadapan Lucas Ford karena kebenciannya. Namun ia juga memiliki sifat manis yang membuat Lucas terpesona akan dirinya.

(“Bahwa kau hanya gadis biasa yang berpotongan tubuh kecil dan cukup manis kalau tidak sedang memberengut. Kau tidak tinggi semampai dan tidak memiliki tampang eksotis. Benar-benar biasa.” – Hal. 231)

Latar yang digunakan dalam novel ini berada di Amerika, kebanyakan mengambil latar kota di New York. Kedua tokoh tersebut dijelaskan bertempat tinggal di New York dan memiliki perusahaan disana. Walaupun kedua tokoh berasal dari Chicago, namun latar tempat yang ditonjolkan di novel ini adalah New York.

(…Lucas adalah koki kepala di Ramses, salah satu restoran paling terkenal di New York, … - Hal. 12)

(…Sophie yang masih duduk di bangku SMA pun pindah dari Chicago ke New York… - Hal. 24)

Kisah cinta yang lucu walaupun diawali dengan rasa benci, Lucas Ford dapat membuktikan bahwa yang pernah dibenci dapat juga dicintai. Dengan Latar suasana yang bermacam-macam membuat cerita ini penuh warna dan rasa. Sebagai contoh salah satu latar suasana yang sangat menarik perhatian pembaca adalah ketika Lucas memberikan buket bunga tulip kepada Sophie, dalam adegan ini tersirat suasana bahagia dalam kesederhanaan.

(…, tangannya memegang sebuket bunga tulip merah dan iris biru yang begitu indah sampai membuat Sophie terkesiap. – Hal. 199)

(…,”kau menyukainya?” Sophie menunduk menatap bunganya dan tersenyum. “Ya,” sahutnya. Kemudian ia mengangkat wajah dan menatap Lucas. “Sangat.” – Hal. 201)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun