Mohon tunggu...
Yudistira Pratama
Yudistira Pratama Mohon Tunggu... Administrasi - Sang Pemimpi(n)

Lantang tanpa suara!

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Karantina Wilayah untuk Putuskan Mata Rantai Penularan Virus Corona, Haruskah?

29 Maret 2020   18:15 Diperbarui: 30 Maret 2020   08:03 348
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sejak pertama kali Virus Corona (Covid - 19) dinyatakan telah menjangkit 2 orang WNI yang berdomisili di Kota Depok beberapa minggu lalu (2/3), kurva jumlah pasien yang terinfeksi virus ini sebagaimana dilansir dari situs covid19.go.id belum menunjukkan tanda - tanda penurunan.

Berdasarkan update terakhir jumlah warga masyarakat yang dinyatakan positif terinfeksi virus covid - 19 sudah mencapai 1.155 kasus dengan rincian 994 orang dalam perawatan, 59 orang sembuh dan 102 orang dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah tersebut memang tidak sebanding dengan kasus yang terjadi di Amerika sebagai negara dengan kasus infeksi terbanyak di dunia sebanyak 123.271 kasus hingga 29 Maret 2020. Akan tetapi, mortality rate (tingkat kematian) masyarakat Indonesia yang terinfeksi virus ini merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara, selain itu, sampai dengan saat ini Pemerintah Indonesia masih belum bisa memastikan kapan wabah ini akan berakhir.

Belum efektifnya usaha pencegahan

Guna mencegah semakin banyaknya warga masyarakat yang terinfeksi virus ini, berbagai kebijkan telah ditetapkan oleh Pemerintah mulai dari instruksi untuk merumahkan pelajar di berbagai tingkatan pendidikan hingga penerapan sistem Work From Home bagi pekerja terutama Pegawai Negeri Sipil.

Pengawasan di tempat - tempat yang rawan terjadinya penularan virus ini seperti bandara, pelabuhan, terminal dan fasilitas publik lainnya sudah mulai diperketat oleh pemerintah.

Bentuk pengawasan yang dilakukan bermacam - macam, mulai dari pengecekan suhu badan dengan thermo gun hingga mengatur Social Distancing antar individu.

Begitu pula langkah yang diambil oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia, beberapa Pemda (Pemerintah Daerah) menugaskan satgas pencegahan virus covid - 19 ke batas daerah (Kabupaten/Kota/Provinsi) masing - masing, Setiap kendaraan yang akan memasuki wilayahnya wajib melewati screening atau pengecekan terlebih dahulu meliputi pengecekan suhu badan hingga penyemprotan desinfektan ke bagian - bagian kendaraan yang berpotensi menjadi media penularan.

Pada level tingkatan Pemerintahan terendah seperti RT/RW, Kelurahan dan Desa sudah menggalakkan kegiatan penyemprotan cairan desinfektan di wilayah masing - masing disponsori oleh Pemda setempat dan dibantu oleh aparat TNI dan Polri.

Akan tetapi, apakah bentuk pencegahan yang telah dilakukan sebagaimana yang tersebut di atas sudah efektif?. Menurut hemat penulis tindakan yang dilakukan belumlah efektif, kenapa? karena beberapa tindakan pencegahan yang sudah dilakukan di atas jika diibaratkan sebagai sebuah saringan, belum mampu menyaring partikel - partikel yang lebih kecil dan kelihatan samar.

Kebijakan untuk merumahkan pelajar maupun mahasiswa justru bisa menimbulkan masalah baru karena tidak adanya kontrol yang ketat sehingga beberapa diantara mereka yang dirumahkan memilih untuk mudik ke kampung halaman, masalahnya dimana? ketika mereka pulang kampung tidak ada yang bisa menjamin mereka dapat dikategorikan steril atau malah menjadi pembawa (carrier) virus covid - 19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun