Mohon tunggu...
Inovasi

MEMAHAMI UNSUR MAKRO & UNSUR MEDIUM (Unsur Hara Tanaman, Bagian 1)

3 Maret 2017   12:27 Diperbarui: 4 Maret 2017   04:00 10154
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

{Dalam bab ini diulas jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan tentang fungsi unsur-unsur hara tanaman yang sering diajukan oleh peserta training dan seminar.  Para pembaca buku yang menerapkan usaha pertanian sayuran juga banyak yang mengemukakan kasus yang sebenarnya merupakan kasus defisiensi atau kahat dan keracunan atau toksik terhadap unsur hara tertentu.  Tidak sedikit pula para sahabat petani yang mempertanyakan gejala pada tanaman yang dialaminya di lapangan yang sebenarnya juga merupakan gejala kekurangan atau kelebihan unsur hara tertentu tersebut}.

Unsur hara adalah unsur-unsur kimia yang diperlukan tanaman sebagai zat makanan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.  Dalam bab ini hanya akan dibahas unsur-unsur hara yang terkandung di dalam tanah, karena kondisi tanah pertanian saat ini memerlukan perhatian.  Sementara untuk tiga unsur hara, yaitu Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) tidak akan diikutkan dibahas, karena ketiga unsur hara tersebut hingga saat ini tersedia dalam jumlah yang melimpah di alam.  Karbon tersedia dalam bentuk gas karbondioksida (CO2) di udara.  Hidrogen tersedia dalam bentuk air (H2O).  Oksigen tersedia di udara dalam bentuk gas oksigen (O2) dan gas karbondioksida (CO2), serta dalam bentuk air (H2O).

Unsur hara tanaman sering disebut juga  unsur hara esensial, karena sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Sehingga jika kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara tersebut maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak akan sempurna.  Tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara akan menunjukkan gejala defisiensi atau kahat, yaitu perubahan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sesuai seperti biasanya atau abnormal.  Misalnya yang tampak pada daun diantaranya berwarna pucat, berbercak kuning atau ungu, berujung kering, dan sebagainya.  Pada buah diantaranya banyak yang rontok, busuk ujung buah, bentuk abnormal, dan sebagainya.

Sebaliknya jika kelebihan satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan gangguan juga pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yang dalam istilah ilmu pertanian disebut keracunan atau toksik.  Selain itu kelebihan satu unsur hara tertentu dapat mengakibatkan gangguan serapan unsur lainnya, meskipun unsur lain tersebut tersedia dalam jumlah yang mencukupi.  Contoh, kelebihan unsur nitrogen di dalam tanah akan mengakibatkan gejala defisiensi unsur kalium, meskipun unsur kalium tersedia dalam jumlah yang mencukupi di dalam tanah.

Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk mematuhi rekomendasi pemupukan yang disarankan oleh para ahli pertanian dan informasi dari perusahaan produsen benih untuk menghindarkan dampak defisiensi maupun keracunan unsur hara.  Sebab penetapan rekomendasi tersebut sudah melalui pengujian yang panjang, baik di lapangan maupun di laboratorium. 

Jumlah unsur hara esensial di dalam tanah sebanyak dua belas unsur.  Berdasarkan besarnya kebutuhan tanaman terhadap unsur hara tersebut, maka unsur hara esensial dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Unsur Makro, Unsur Medium dan Unsur Mikro.

Unsur Makro

Unsur makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak, yang terdiri dari Nitrogen (N), Phosfor (P) dan Kalium (K).

Nitrogen (N)

Nitrogen berperan sebagai bahan bangunan dalam pembentukan asam amino, enzim, asam nukleid, klorofil dan protein.  Unsur nitrogen juga digunakan dalam pembentukan sel, jaringan dan organ tanaman yang lain, serta berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Gejala kekurangan nitrogen diantaranya daun berwarna hijau muda kekuningan karena kekurangan klorofil, daun cepat menguning yang dimulai dari daun bawah, kemudian berubah menjadi coklat, kering dan rontok.  Pertumbuhan tanaman lambat, kerdil dan lemah, serta cepat mencapai masa generatif tetapi dengan produksi dan kualitas hasil yang rendah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun