Mohon tunggu...
YUDI MASRAMID
YUDI MASRAMID Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Dari pekerja medis ke Asuransi dan BUMN....

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Resiko Konflik NATO dan Rusia Tinggi

14 Oktober 2022   05:07 Diperbarui: 14 Oktober 2022   05:09 228
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
John Kirby, Koordinator Komunikasi Strategis Gedung Putih Resiko Konflik Terbuka NATO dan Rusia tinggi Gettyimages.ru

Melihat begitu banyaknya bantuan Amerika Serikat dan Barat (Eropa) membantu Ukraina . Bisakah terjadi konflik terbuka dengan  Rusia.?

Kekhawatiran itu pasti ada, ini diakui, sendiri oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional  AS John Kirby di Washington.

Ia mengatakan risiko AS dan NATO ditarik ke dalam konflik Rusia-Ukraina saat ini sangat tinggi.

AS  akan terus memberikan kemampuan yang dibutuhkan Ukraina di medan perang.

Rusia telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak mengirim senjata ke Kyiv namun telah diabaikan.

Pada 12 Oktober lebih dari 50 negara Barat yang tergabung dalam Grup Kontak Pertahanan Ukraina bertemu dan berjanji untuk memberikan lebih banyak senjata ke Kyiv.

Senjata yang akan diberikan, terutama senjata anti-pesawat, menangkal   melancarkan serangan serangan rudal ke Ukraina.

 Senjata NASAMS yang diminta Ukraina juga telah dimiliki Indonesia|Foto/Asia Pacific Defense Journal via Sindonews.com
 Senjata NASAMS yang diminta Ukraina juga telah dimiliki Indonesia|Foto/Asia Pacific Defense Journal via Sindonews.com

Sebelumnya, Gedung Putih sangat berhati-hati dalam memasok senjata mematikan ke Kiev. Tapi setelah hampir delapan bulan sejak konflik pecah, AS dan sekutunya makin berani  memasok Ukraina dengan ribuan rudal anti-tank ringan Javelin dan rudal anti-pesawat Stinger dan senjata yang lebih kuat.

Hingga saat ini, Pentagon (Amerika Serikat)  telah mengirimkan senjata senilai $16,9 miliar ke Ukraina sejak konflik Moskow-Ukrania pecah .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun