Mohon tunggu...
YUDI MASRAMID
YUDI MASRAMID Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Dari pekerja medis ke Asuransi dan BUMN....

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Subsidi, Penjual Gorengan Malaysia Kritik PM Tidak Boleh Beli

25 Juli 2022   09:45 Diperbarui: 25 Juli 2022   09:51 119 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pedagang Gorengan Kritik PM karena tidak boleh beli minyak subsidi. : foto/NTSP 


Kemelut masalah minyak goreng tampaknya membuat pusing PM Malaysia yang langsung menangani subsidi minyak goreng

Minyak Goreng lebih murah dibeli subsidi tapi kadang kadang sulit didapat karena harganya cuma RM 2.5 atau lebih kurang Rp 8.400. Perkilogram.

Apakah pedagang gorengan boleh membeli? Sebenarnya tidak bisa.

Ismail Sabri dikritik karena tidak membolehkan pedagang gorengan tidak boleh beli minyak subsidi. 

Dalam sidang Dewan Rakyat, Ismail Sabri mengakui bahwa subsidi yang ditargetkan sulit  dilaksanakan, tetapi mekanisme yang tepat sedang dirancang agar berjalan dengan baik  
Ia juga menjawab kritikan dari  emak emak dan penjual gorengan yang sebenarnya termasuk kriteria Perdana Menteri.(tidak boleh)

 Polybag minyak goreng Subsidi kosong di supermarket di Wangsa Maju. |FATHIL ASRI./NTSP
 Polybag minyak goreng Subsidi kosong di supermarket di Wangsa Maju. |FATHIL ASRI./NTSP

"Tidak ada bisnis, yang dapat menggunakan minyak goreng kemasan subsidi untuk tujuan komersial,," ujar PM Malaysia Ismail Sabri.

Adapun makciks, mereka juga tidak bisa menggunakan minyak goreng bungkus untuk menjual goreng pisang karena  untuk komersial.

Tapi jika makciks ditindak, pemerintah akan dituduh kejam terhadap orang-orang miskin ini, kata PM .

Ini secara tidak langsung, mrngatakan meski tidak boleh membeli minyak goreng subsidi tapi pemerintah  tutup mata atau tidak akan menindaknya

Pemerintah masih mempertahankan subsidi untuk minyak goreng dengan alokasi RM4 miliar untuk 2022.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan