Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Superhero geek

Merangkai coretan jadi tulisan dengan bantuan kopi

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Aset Penting Perusahaan, Tak Dihargai tapi Tak Boleh Resign

27 Maret 2021   09:38 Diperbarui: 27 Maret 2021   09:41 248 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aset Penting Perusahaan, Tak Dihargai tapi Tak Boleh Resign
Ilustrasi | source: freepik.com

Salah seorang kerabat saya, sebut saja Dewo (bukan nama sebenarnya) sudah sejak bulan januari lalu ingin resign dari sebuah perusahaan manufaktur yang ada di Brebes.

 Alasan utama Dewo resign adalah karena masalah gaji, menurutnya gaji yang dia dapatkan tidak sebanding dengan beban kerja yang diberikan padanya.

Dalam sehari Dewo bekerja lebih dari 8 jam kerja dan bisa lebih dari 12 jam kerja, jika ada pengiriman yang harus dia selesaikan. Meskipun harusnya dia hanya bekerja 5 hari dalam seminggu, di hari sabtu bisa saja dia berangkat.

Semua itu tidak dianggap lembur karena hanya operator yang memiliki jatah lembur, sedang untuk lulusan S1 dengan posisi Staff seperti Dewo tidak ada lembur, jika harus bekera melebihi jam kerja, maka itu dianggap loyalitas pada perusahaan.

Aset Penting Perusahaan.

Bagi perusahaan Dewo adalah aset penting, namun Dewo tidak merasa demikian, dia tidak merasa jika perusahaan peduli dengan dirinya, perusahaan hanya memberikan banyak pekerjaan untuk dirinya dan setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan tersebut, dia akan diberikan tamabahan pekerjaan lain yang lebih sulit, hal tersebut terjadi berulang kali.

Source: freepik.com
Source: freepik.com

Sebagai seseorang  fresh graduated dan baru pertama kali bekerja, awal memang Dewo merasa tertantang, namun semakin lama, dia merasa bukan kerja melainkan dikerjain oleh perusahaan, sempat Dewo menuntut adanya kenaikan gaji, pihak manajemen lantas menjawab jika dia akan naik gaji setelah diangkat menjadi karyawan tetap.  

Perusahaan tempat Dewo bekerja ini memiliki peraturan hanya karyawan yang sudah bekerja lebih dari tiga bulan saja dan dianggap kompeten yang bisa diangakat menjadi karyawan tetap. Waktu itu Dewo memang baru bekerja dua bulan, jadi dia masih bisa menerima, mengingat kinerjanya yang bagus dengan beban kerjanya yang banyak, maka peluangnya menjadi karyawan tetap pasti cukup besar, tak apalah bertahan satu bulan lagi, nanti juga gajinya akan naik dan sepadan dengan pekerjaannya.

Namun setelah menjadi karyawan tetap tidak ada perubahan pada gaji Dewo, gajinya masih sama sementara beban kerjanya sudah makin berat, kembali Dewo menuntut kepada pihak manajemen, kin manajemen mengatakan jika kenaikan gaji Dewo masih dalam proses. Berselang 2 bulan setelah jadi karyawan tetap, nyatanya tidak ada kenaikan gaji untuk Dewo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN