Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Chemical Engineer | Amateur Runner | Coffe and Comic Lover [KBC-22]

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Journal Of Terror: Afterlife" Teror Tak Kasat Mata Seorang Jurnalis

28 Maret 2020   11:18 Diperbarui: 28 Maret 2020   11:36 69 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Journal Of Terror: Afterlife" Teror Tak Kasat Mata Seorang Jurnalis
source : IG @swetakartika

Melalui podcastnya, prana seorang jurnalis menceritakan pengalamanya  mengenai  makhluk makhluk tak kasat mata yang dia temui.

Dari podcast tersebut, beberapa orang meminta Prana untuk menyelesaikan masalah yang mereka temui dikarenakan gangguan dari makhluk halus. Selain jurnalis, Prana juga menjadi seorang yang menjembatani makhluk halus dengan orang yang diganggu. Makhluk halus tersebut adalah arwah penasaran yang masih belum rela meninggalkan dunia karena ada hal yang belum terselesaikan. Karena hal yang belum terselesaikan tersebut, arwah penasaran akan meneror  orang yang punya masalah dengan dirinya.

Mendapatkan Kemampuan dari Kembarannya.  

Prana memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan arwah, karena dulu saat dalam rahim dia memiliki kembaran, tapi saat lahir kedunia, kembarannya meninggal, kembaran Prana sebenarnya tidak meninggal, dia hidup di dunia yang lain, kembarannya tersebut masih sering berkomunikasi dengan Prana, dan suatu ketika memberikan matanya kepada Prana,hal ini yang membuat Prana memiliki kemampuan istimewa tersebut.

Tapi Prana masih kesulitan membedakan mana manusia biasa dan arwah, karena menurutnya semuanya sama sama terlihat nyata, pernah suatu ketika Prana menemui seorang anak penjual Koran, awalnya dia mengira anak itu adalah anak biasa, tapi saat mencoba berkomunikasi dengan anak tersebut, Prana baru mengetahui jika si anak sudah menjadi arwah. Koran yang dijual anak tersebut adalah Koran yang terbit 25 tahun silam, dan si anak tersebut telah meninggal dunia 25 tahun yang lalu, dan selama 25 tahun dia menjadi arwah penasaran serta tak bisa pergi menuju dunia arwah.  

Suatu hari ada seorang yang mengaku pendengar podcast Prana bernama Nisaka, Nisaka mengaku jika selama ini dia diganggu oleh arwah di studio lukis miliknya, lantas Prana membantu Nisaka dan mendatangi studio lukisnya, tapi ternyata terkuak jika Nisaka sebenarnya bukanlah manusia, tetapi sudah menajdi arwah, tugas Prana sekarang  bukan menjembatani Nisaka dengan arwah yang mengganggunya, tapi menyadarkan jika Nisaka sudah meninggal dan apa yang membuat Nisaka menjadi arwah penasaran, sehingga tidak bisa menuju  dunia arwah.


Seri Original Maxstream

Seperti itulah sinopsis dari mini webserieses "Journal of Terror: Afterlife" yang ditayangkan sejak 31 oktober 2019 lalu, tapi masih bisa tetap dinikmati hingga sekarang melalui apikasi layanan video streaming, Maxstream.  Fim ini adalah film original yang hanya ada di Maxstream dan diproduksi sendiri oleh Maxstream, aslinya film ini adalah adaptasi dari komik atau live action dari komik berjudul sama yang dibuat oleh Sweta Kartika.

Sweta Kartika adalah komikus Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi karya karyanya, selain komik yang dia buat memiliki visual yang menarik, alur ceritanya juga tidak biasa, bisa begitu dalam dan bikin "baper", itu yang penulis llihat di komik karyanya yang berjudul Grey Jingga yang memang bergenre drama romantic.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x