Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Penulis

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Layaknya Makhluk Hidup, Sosial Media Juga Bisa Punah

13 Juni 2019   08:47 Diperbarui: 13 Juni 2019   20:00 0 7 2 Mohon Tunggu...
Layaknya Makhluk Hidup, Sosial Media Juga Bisa Punah
Sosial media (Sumber: Source: freepik.com)

Dalam satu dekade terakhir, sosial media menjadi hal yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia, bahkan ada yang sampai tak bisa hidup tanpa sosial media. Karena begitu eratnya kaitannya sosial media dengan manusia yang merupakan makhluk hidup, maka sosial media juga memiliki sifat yang sama seperti makhluk hidup yaitu bisa punah.

Sosial media saya yang pertama adalah Friendster, di tahun 2008 sewaktu saya masih SMP, internet masih menjadi sesuatu yang asing, tidak banyak yang tahu internet, apalagi punya koneksi internet di rumah. 

Baru sebentar saya mulai asyik bermain Friendster, munculah Facebook, sosial media yang disukai sejuta umat, lantas Friendster mulai dilupakan, tidak diketahui tanggal pastinya, tapi yang jelas Friendster sekarang sudah punah dan tak bisa diakses.

Setelah Facebook muncul dan digemari banyak orang, munculah sosial sosial media lain. Seperti Twitter, Path, Instagram atau sosial media yang private dan terkhusus hanya untuk orang orang yang memiliki hape jenis Black Berryp ada masa itu yaitu Black Berry Messenger (BBM). 

Sebelum ada aplikasi pesan online macam Line, Wa dan lainnya, BBM adalah yang paling ngetop di masanya, waktu itu harga handphone jenis Black Berry cukup mahal.Tidak seperti hape jenis android yang masih relatif terjangkau.

Tak beberapa lama kemudian, BBM bisa pula digunakan di hape android, sehingga kesan keekslusifannya menjadi berkurang bahkan makin hancur karena hape jenis Black Berry sudah kalah oleh hape jenis android. 

Semakin hari orang pun mulai bosan menggunakan BBM, aplikasi BBM ternyata memerlukan memori penyimpanan yang besar dan membuat performa hape menjadi tidak optimal. 

Mulailah orang orang beralih ke Whatsapp (WA) yang sedikit membutuhkan memori penyimpanan dan bisa mudah digunakan, dari orang tua sampai anak anak lebih akrab untuk menggunakan WA saat berkomunikasi, apa kabar BBM ? Akhirnya BBM tinggal kenangan, karena pada tanggal 31 mei 2019 lalu, BBM resmi berhenti beroperasi.

Sebelum BBM punah, ada juga sosial media lain yang telah punah yaitu Path. Path mempunyai fitur yang cukup inovatif di masa itu, kita bisa pamer kita sedang di mana, bersama siapa, lalu bisa upload foto tersebut, ditambah kita bisa berkomentar dengan memberikan emoticon lucu seperti senang, sedih, kecewa dan lainnya.

Tapi kasusnya seperti BBM juga, ada kompetitor yang menawarkan sesuatu yang lebih, Instagram memunculkan fitur stories yang punya juga bisa memamerkan apa yang sedang kita lakukan, sama siapa, di mana, tapi hanya bisa dilihat selama 24 jam . 

Instagram menang, karena selain punya fitur Path, Instagram juga tempat untuk berbagi foto atau visual untuk mengekspreksikan diri. Path kalah, dan akhirnya pada tanggal 18 oktober 2019, Path juga resmi punah.

Setelah beberapa sosial media punah, tren sosial media bukan menjadi semakin banyak pilihannya dengan kegunaannya yang berbeda satu dengan lainnya, tapi kepada sosial media satu tapi punya banyak kegunaan, bisa mempublikasikan gambar atau video, bisa untuk berkirim pesan secara pribadi, bisa menunjukan keterangan lokasi, waktu, orang yang disertakan. 

Sosial media yang berhasil berinovasi demikian adalah Facebook, Instagram, dan WA, memang ini seperti sebuah konspirasi karena ketiga sosial media ini sejatinya dimiliki satu perusahaan.

Inovasi, atau pembaruan, adalah kunci untuk sosial media tidak punah, meskipun yang dilakukan sebenarnya bukan benar benar hal yang baru, karena sebelumnya sudah ada yang melakukannya, tapi mereka berhasil melakukan inovasi yang sesuai di platform. Sosial media mereka, yang membuat pengguna menjadi makin betah menggunakannya. 

Sosial sosial media yang sudah "punah" tersebut pasti punya cerita dan kesan sendiri bagi para penggunanya, membawa cerita cerita nostalgia yang akan diceritakan untuk generasi selanjutnya.