Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Freelancer

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Meneladani Kisah Ganti Nasib Warga Kampung Kincir

16 Mei 2019   08:12 Diperbarui: 16 Mei 2019   16:48 331 10 3
Meneladani Kisah Ganti Nasib Warga Kampung Kincir
Adegan sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 12 (Dok Citra Sinema)

Setelah kampung kincir terkena banjir dan tenggelam. Warga kampung kampung kincir yang sudah tak punya rumah dan hidup tersebar, menjalani kehidupan yang berbeda 180 derajat dari kehidupan mereka yang dulu. 

Warga kampung kincir dulunya adalah warga yang taat beribadah, tapi setelah bencana yang menerjang kampung mereka dan mereka tak punya tempat tinggal, iman mereka goyah dan banyak yang bekerja tidak secara halal, ada yang menjadi copet, pengedar obat terlarang dan lainnya.

Ahmad Zakaria alias Bang Jek yang dulunya penjaga musala di kampung kincir, merasa prihatin dengan kondisi warga kampung kincir yang sekarang, beliau lalu mengusulkan kepada Pak Jalal untuk memperkerjakan eks warga kampung kincir untuk bekerja di perkebunan milik Pak Jalal yang letaknya di kampung atas.

Setelah warga kampung kincir dikumpulkan dan diberangkatkan menuju perkebunan pak jalal di kampung atas, timbul masalah baru, ternyata warga kampung atas adalah penganut ajaran nenek moyang dan tidak menyembah Allah, mereka lebih percaya pada dukun dan arwah para leluhur. Bahkan di kampung atas, tidak ada musala ataupun masjid, karena tidak ada warga yang salat.

Bang Jek jadi pusing sendiri, padahal niatnya mengembalikan kepercayaan warga kampung kincir terhadap agama islam, Ditambah lagi Bang Jek bertemu orang yang sangat mirip dengan dirinya yang bernama Nagabonar. Si Nagabonar ini berasal dari sumatera utara dan ingin mecari seorang guru untuk dia belajar agama islam, malah akhirnya dia terdampar di kampung kincir.

Kisah kehidupan warga kampung kincir ini bukanlah kisah nyata, kisah ini adalah kisah yang terjadi di sinetron para pencari tuhan (PPT) jilid 12 "Ganti Nasib", yang bisa Anda saksikan selama bulan suci ramadhan, sembari bersantap sahur di stasiun televisi SCTV.

Cerita Baru

Kisah PPT, diawali oleh cerita tiga orang mantan narapidana yang baru saja keluar penjara hingga akhirnya bertemu Bang Jek di musala yang ada di kampung kincir, di sana mereka dibimbing untuk mempelajari agama Islam dan akhirnya menjadi pribadi yang baik dan meninggalkan tindakan dosa mereka di masa lampau.

Setelah 12 tahun berlalu, ceritanya berubah, bukan lagi tiga orang mantan narapidana yang mencari tuhan, sekarang yang mencari tuhan adalah warga kampung kincir. Mereka mencoba belajar lagi menuju jalan yang benar, setelah sebelumnya mereka sempat salah jalan.

Di Jilid ini, terdapat juga bumbu bumbu percintaan. Dikisahkan ada seorang pemuda slengean yang berprofesi sebagai tukang parkir bernama Viral, yang berpacaran dengan Hera, anak gadis dari orang kaya di kampung bawah yang letaknya bersebelahan dengan kampung atas. 

Keluarga Hera menuntut Viral untuk segera melamar Hera, karena mereka tidak suka jika Viral dan Hera lama pacaran tanpa ada ikatan yang jelas. Viral bingung karena dia tak punya uang untuk kehidupannya nanti jika sudah menikah, ditambah lagi jika dia sudah menikah dengan Hera, dia harus menanggung biaya kuliah Hera.

Selain masalah materi, sebenarnya Viral juga punya perasaan kepada gadis lain yaitu Aliya, gadis shaleha, anak seorang tokoh agama di kampung atas. Selain itu, ada orang lain pula yang ingin mempersunting Hera, yaitu Fadhli, seorang pemuda sholeh  yang berprofesi sebagai arsitek dan sudah mapan secara ekonomi.

Pemain Baru

Karena hadir dengan cerita baru, pastinya ada pemain pemain baru yang ikut hadir, meskipun tidak sedikit juga pemain lama yang masih hadir, seperti Ahmad Zakaria yang diperankan oleh Deddy Mizwar, yang juga berperan sebagai Nagabonar, hadir juga Dimas Anggara sebagai Fadhli, Miqdad Addausy sebagai Viral, Isel Fricella sebagai Hera, Silvia Anggraeni sebagai Aliya, serta Dina Lorenza sebagai Nurlaela, ibu Viral.

Nilai Moral dan Isu Terkini

Di setiap jilidnya memang PPT kerap mengangkat isu-isu terkini yang sedang hangat, mulai dari judulnya saja yaitu "Ganti Nasib", yang sebenarnya adalah parodi dari #gantipresiden yang ramai saat pemilihan umum ini.

Banyak juga dialog-dialog yang cukup sarkas dan merepresentasikan bagaimana kondisi rakyat kita sekarang, contohnya saat warga kampung kincir dikumpulkan dan diberi sosialisasi apa saja yang akan mereka dapatkan saat tiba di perkebunan kampung atas. Paka Jalal awalnya tidak menyebutkan jika mereka akan mendapatkan tunjangan kesehatan, tunjangan makan dan kontrakan gratis selamanya.

Mereka hanya ingin mendengar apa yang mereka inginkan, adegan ini cukup menghibur memang, ditambah ketika para warga kampung kincir menceritakan mimpi mereka untuk menjadi kaya dari menanam benih di perkebunan, mereka bilang itu kan cuma mimpi, hal yang bisa dimiliki orang miskin ya cuma mimpi, karena mimpi itu gratis.

Tontonan sekaligus Tuntunan

Di saat acara sahur lainnya yang isinya hanya candaan dan guyonan, PPT hadir dengan memberikan nilai-nilai moral yang bisa kita jadikan tontonan sekaligus tuntunan yang juga memberikan unsur menghibur sehingga kita tidak bosan menontonnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2