Mohon tunggu...
Yudi Kresnasurya
Yudi Kresnasurya Mohon Tunggu... PRIBADI BIASA

BERSYUKURLAH MAKA ENGKAU BAHAGIA

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mengelola Pendidikan, Perlu Pengalaman di Lapangan

7 Juli 2020   14:39 Diperbarui: 7 Juli 2020   16:09 9 5 0 Mohon Tunggu...

Banyak masyarakat  di daerah apalagi di perbatasan seperti kami, di Natuna, sering tidak memahami kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah (pusat). 

Beberapa kebijakan pemerintah banyak yang tidak dipahami (tidak disetujui) oleh sebagian masyarakat di perbatasan biasanya yang berkaitan langsung dengan tema -- tema utama dalam kehidupan sehari-hari, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Contoh kebijakan di bidang pendidikan adalah rencana dari Menteri Pendidikan yang akan mempermanenkan pendidikan jarak jauh tentu saja melalui dukungan layanan internet.

Memang di masa pandemi Covid-19 pemerintah menggulirkan pembelajaran jarak jauh dengan alasan menjaga keamanan dan keselamatan baik bagi pendidik maupun peserta didik. Sistem pembelajaran ini memang dirasakan cukup efektif menunjang keselamatan, namun demikian bukan berarti sistem ini kemudian dianggap berhasil dan kemudian akan dipermanenkan, apalagi bila ditinjau dari tujuan pendidikan itu sendiri.

Makna Pendidikan bukan hanya sekedar pembelajaran yang hanya menitikberatkan pengetahuan teknis semata, namun juga mengintroduksi nilai-nilai kemanusiaan seperti etika, sosial, dan tanggung jawab. 

Apakah pendidikan jarak jauh dengan sistem pengajaran tatap muka di layar komputer, laptop atau gawai lainnya bisa memberikan pelajaran nilai-nilai kemanusiaan tadi ? Ataulah pengajaran jarak jauh lebih menjamin nilai-nilai kebangsaan akan tumbuh lebih baik dibanding pendidikan secara langsung ?

Pendidikan jarak jauh bahkan memunculkan masalah baru yaitu tentang penggunaan internet itu sendiri. Banyak keluhan baik dari siswa, orang tua maupun dari pendidik tentang pemakaian internet soal biaya, kecakapan maupun sinyalnya. Bagi sebagian orang terutama di kota-kota besar mungkin tidak masalah tentang sinyal internet karena sudah stabil, tetapi keluhan tentang biaya untuk pemakaian internet itu sendiri tetap ada. Bagaimana lagi di daerah -- daerah terpencil apalagi di pulau -- pulau perbatasan, jangankan sinyal internet, pemakaian gawai saja masih repot. Namun demikian, tulisan ini bukan hendak menafikkan kemajuan teknologi yang memang harus semaksimal mungkin dimanfaatkan termasuk di bidang pendidikan.

Penulis mencoba memahami tujuan dari rencana Pak Menteri Pendidikan. Mungkin maksud dari menteri pendidikan tentang pembelajaran jarak jauh untuk menghemat biaya pendidikan karena baik pendidik maupun peserta didik tak perlu keluar biaya transportasi, mengurangi biaya perawatan gedung, mengurangi biaya pemakaian listrik sekolah, bahkan ke depannya bisa mengurangi jumlah tenaga pendidik sehingga bisa menghemat pengeluaran negara untuk menggaji para tenaga pendidik. 

Selain itu juga mungkin untuk mengenalkan internet secara lebih dalam sehingga masyarakat Indonesia akan lebih banyak memanfaatkan internet untuk menghadapi era yang semakin modern.  

Sepintas lalu bila maksudnya demikian maka arah pendidikan memang sudah benar, tapi cobalah kembali dipikir dan dihitung perbandingan antara mendidik secara langsung dengan mengajar jarak jauh. 

Dihitung baik secara nilai pembangunan jiwa, pembangunan mental, pembangunan moral-etika dengan biaya pembangunan fisik gedung serta perawatannya, biaya transportasi dan biaya gaji guru. Jangan ketinggalan hitung juga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Penulis bukanlah seorang yang ahli di bidang pendidikan, namun tetap merasa terkait dengan dunia pendidikan terlebih sebagai orang tua yang memiliki anak-anak sebagai peserta didik, sehingga bisa merasakan sedikit banyak yang terjadi di dunia pendidikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN