Mohon tunggu...
Yudi Hamdan Dardiri
Yudi Hamdan Dardiri Mohon Tunggu... Guru - Matematika

SMPN 2 Talaga

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pembelajaran Sosial dan Emosional Berbasis Berkesadaran Penuh (Eksplorasi Konsep)

24 Juli 2021   11:54 Diperbarui: 24 Juli 2021   12:31 2573
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Fakta tentang latihan berkesadaran penuh (mindfulness)

Kabat- Zin (2013) mengemukakan bahwa sudah banyak hasil riset tentang kejiwaan seseorang banyak terjadi perubahan ketika melakukan latihan berkesadaran penuh karena terjadinya perluasan bagian otak yang biasa digunakan untuk belajar, memori, meminimalis stress serta menstabilkan dan merilekskan perasaan. Latihan mindfulness juga berpengaruh terhadap hasil suatu keputusan yang diambil. Hasil keputusan yang diambil dari latihan berkesadaran penuh akan lebih dipercaya kebenarannya karena latihan berkesadaran penuh akan menciptakan perasaan selalu berada dalam kondisi tenang dan otak pun berpikir lebih jernih.

Kebahagian dan dan optimalisasi dalam menjalankan sebuah peran dan tanggung jawab akan diperoleh dengan sering melakukan latihan berkesadaran penuh maka mindfulness menjadi yang penting dan relevan untuk dilakukan setiap orang tak terlepas anak-anak, remaja, dewasa atau orang tua. Makanya tidak salah, diawal pembelajaran seorang guru selalu meminta salah muridnya sejenak menundukan kepala untuk berdoa, merenung beberapa saat untuk mengumpulkan segala kekuatan dan tenaga, meminta kepada sang khalik untuk memudahkan dalam pencarian ilmu dan memahamkan konsep pelajaran dengan mudah. Terkadang dengan menengadahkan telapak tangan mengkonsentrasikan pikiran dan hati secara penuh.

Bentuk lain latihan mindfulness di sekolah adalah dalam kegiatan ekstrakulikurel pramuka sering diadakan kegiatan penjelajahan, menikmati segarnya udara dan hijaunya alam bentuk penyatupaduan anak dengan alam dan mencintai dan mengambil inspirasi dari alam. Terbukti bahwa anak yang menikmati masa sekolahnya dengan aktif kegiatan ini. Prestasi akademik mereka lebih meningkat dan tingkat stress mereka sangat jarang. Mereka selalu bahagia, siap dan sigap dalam belajar.

Anak didik juga akan secara sadar menghadirkan dirinya serta merespon stimulus yang diberikan guru melalui ice breaking. Kegiatan yang dilakukan untuk merefresh kejenuhan, kepenatan dan kebosanan anak melakukan aktivitas pembelajaran. Latihan berkesadaran penuh melalui ice breaking akan kembali mengkonsentrasikan dan menyegarkan mereka untuk siap menerima dan melakukan kegiatan pembelajaran.

Latihan mindfulness tidak selama harus dengan diam tetapi bagaimana kita bisa sadar dengan keadaan yang sedang dilakukan dan menghadirkan diri merespon segala hal yang diberikan secara tepat. Kegiatan lain di sekolah yang bisa dikategorikan latihan mindfulness adalah kegiatan membaca 5 menit sebelum pembelajaran awal. Kegiatan literasi sekolah menstimulus siswa untuk mencermati dan mengahayati buku bacaan yang dia sukai dan mereview apa yang dibaca saat itu dan menceritakan kembali kepada teman yang lain. Sehingga dengan membaca lima menit, siswa jadi sadar apa yang sedang dia baca,  menghadirkan diri bahwa dia sedang membaca dan siap merespon dengan mengungkapan pesan yang ada dibuku dengan bahasanya sendiri.

Hubungan kerja bagian otak depan (frontal lobe) dan latihan berkesadaran penuh (mindfulness)

Kita ketahui bahwa salah salah manfaat penting dari sering melakukan latihan berkesadaran penuh adalah meningkatkan konsentrasi, mengurangi kecenderungan untuk stress, dan menciptakan suasana hati yang lebih baik. Pada saat melakukan latihan berkesadaran penuh akan menstimulus berkembangnya freprontal yang menyelimuti frontal lobe (otak depan). Jika perkembangan freprontal tersebut bagus maka kerja bagian ini akan baik. Freprontal ini dapat menekan rangsangan sehingga emosi kita lebih dapat terkendali.

Latihan mindfulness juga akan membantu kita lebih focus dan mudah mengkonsentrasikan diri dalam mengambil solusi sebuah permasalahan yang membutuhkan kemampuan tingkat tinggi. Hal tersebut terkoordinasi oleh fungsi otak bagian depan.  Otak bagian depan ini mempunyai peranan sebagai penerima dan pengolah informasi. Dalam otak bagian depanlah bagaimana proses berpikir, pemahaman, perencanaan, perasa, dan pengendali gerak aau otot dapat berjalan degan baik. Sehingga jelas bahwa latihan berkesadaran penuh memberikan efek yang sangat signifikan terhadap fungsi otak dan imunitas tubuh.

Latihan berkesadaran penuh (mindfulness) yang dirasakan

  • Memperbaiki Suasana Hati  

Di tengah sibuknya aktivitas sehari-hari yang monoton. Kegiatan yang sama yang dilakukan secara berulang-ulang akan menimbulkan kejenuhan sehingga menimbulkan mood atau suasana hati yang menurun. Dengan mencoba suatu mengkonsentrasikan pikiran dan menenangkan hati beberapa menit, menarik napas dalam-dalam biarkan udara segar memasuki seluruh tubuh menggantikan udara yang ada di dalam tubuh akan membantu meningkatkan suasana hati dan siap kembali melakukan aktifitas rutin.

  • Peningkatan Kreativitas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun