Yudi Rahmatullah
Yudi Rahmatullah

Membaca untuk menulis, Bepergian untuk berbagi pengalaman. http://www.cityandtrip.com http://www.writeonpostcard.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Tolak Angin, Teman Tak Asing untuk Traveling

10 Agustus 2018   08:03 Diperbarui: 10 Agustus 2018   08:15 339 1 0
Tolak Angin, Teman Tak Asing untuk Traveling
dok.pribadi

Ini adalah pengalaman saya beberapa waktu lalu ketika akan traveling ke Yogyakarta. Sebenarnya badan saya tidak terlalu fit karena kurang tidur, tapi saya harus berangkat karena tiket sudah ditangan dan saya sudah terdaftar pada seminar yang akan saya ikuti di salah satu universitas negeri di Yogyakarta.  

Untung nama saya yang telah terdaftar, sebenarnya masih bisa saya infokan kepada panitia seminar untuk ketidakhadiran saya dalam acara itu, tetapi karena keinginan saya untuk traveling juga di Yogyakarta setelah seminar, akhirnya saya paksakan diri saya untuk berangkat.

Bisa dibilang, judul yang cocok untuk tulisan saya ini adalah "Bukan Solo Traveling", karena ternyata mulai dari saya melangkahkan kaki dari rumah, ada teman tak asing yang terus menemani saya di perjalanan, selain juga karena perlindungan dari Allah SWT tentunya. :) 

Entah hari itu adalah keberuntungan bagi saya, tetapi pada saat makan saya melihat iklan Tolak Angin. Saya merasa diingatkan kembali untuk membawa Obat herbal ini. 

Saya perhatikan obat herbal ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, cocok buat saya yang sedang tidak enak badan agar tidak terserang penyakit yang lebih berat lagi. 

Setelah makan pagi, lalu saya meminum satu sachet tolak angin. Memang badan tidak langsung segar, tapi perut saya lebih hangat dan saluran nafas saya dihidung terasat lancar, pasti karena khasiat jahe, daun cengkeh serta daun mint yang ada di dalamnya. Saya kemudian membeli 1 pak Tolak Angin berisi enam sachet untuk bekal saya di perjalanan. 

dok.pribadi
dok.pribadi
Dan, ternyata bekal Tolak Angin saya yang saya simpan di tas pinggang saya tidak sia-sia. Di dalam bus transjakarta, AC sangat dingin. Saya takut suhu dingin ini akan memperburuk kondisi badan saya yang lagi hangat. 

Karena, tolak angin adalah  Obat Herbal terstandar dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah, akhirnya saya langsung minum 1 sachet Tolak Angin lagi, Insya Allah tidak akan apa-apa, walapun jarak konsumsi baru satu jam berlalu ketika saya berada di rumah tadi, pikir saya. Alhamdulillah, badan jadi semakin hangat dan segar.

Di stasiun Pasar Senen, ketika duduk di peron, badan saya mulai terasa membaik. Tidak lupa saya terus minum air agar suhu tubuh saya tetap terjaga di panasnya udara kota Jakarta.  

Sambil menunggu kereta api yang akan datang beberapa belas menit lagi, iseng-iseng saya keluarkna lagi satu sachet Tolak Angin di tas pinggang saya dan kemudian membaca lagi komposisinya. 

Saya membaca ada adas dan madu, yang seperti kita tahu bahwa khasiatnya  dapat meyembuhkan perut kembung dan menjaga kondisi tubuh agar tetap baik. 

dok.pribadi
dok.pribadi
Setelah kira-kira baru setengah perjalanan menuju Yogyakarta, saya terbangun. Badan saya tidak karuan karena suhu kereta yang dingin dan perut yang mual, serta kepala yang agak pusing. saya teringat dengan Tolak Angin yang bisa dikonsumsi 1-3 sachet langsung ketika kita mengalami mabuk perjalanan. 

Akhirnya, saya ambil lagi 2 sachet Tolak Angin dan langsung mengonsumsinya. Alhamdulillah, perut, badan dan tenggorokan terasa hangat dan nyaman. Sekitar 3o menit setelah minum tolak angin yang menggunakan  bahan oraganik pilihan yang aman diminum dalam jangka panjang, saya merasa ngantuk dan tertidur.

Saya terbangun  di stasiun Kutoarjo, Alhamdulillah badan sangat terasa segar, perut sudah tidak merasa mual lagi, dan yang terpenting kepala tidak terasa pusing. Karena saya harus melakukan perjalanan di sekitar Yogyakarta, jadi jika kepala belum pulih, pasti saya hanya tertidur saja di tempat tidur. 

Badan sudah merasa segar ketika saya turun di stasiun Tugu Yogyakarta. Saya mengodok tas pnggang saya, tenyata tolak angin masih tersisa 3 sachet lagi. Dan, dengan sisa Tolak Angin tersebut, saya berencana untuk meminumnya 2 sachet sebelum tidur, jadi saya bisa langsung tertidur dengan nyenyak agar lebih siap melakukan  aktivitas esok harinya. Tidak lupa 1 sachet lagi akan saya minum ketika akan berangkat seminar. 

dok.pribadi
dok.pribadi
Itulah kesan dan pengalaman saya bersama Tolak Angin. Tolak Angin memang teman tak asing bagi saya untuk TravelingTerima kasih Toalk Angin, sudah menemani saya ketika melakukan perjalanan menuju Yogyakarta. Tolak Angin memang telah teruji khasiatnya dan satu-satunya obat masuk angin yang mendapat sertifikat Obat Herbal Terstandar dari BPOM RI.