Mohon tunggu...
Rahmat Wahyudi
Rahmat Wahyudi Mohon Tunggu...

Think $ Make $

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Saya Sudah Muak...!!!

15 September 2011   09:41 Diperbarui: 26 Juni 2015   01:56 251 0 0 Mohon Tunggu...

Tulisan ini mungkin agak sedikit lain dari yang biasanya Saya tulis. Namun gak papa sekali-sekali boleh juga menyampaikan aspirasi pribadi yg belum tentu bisa didengar oleh banyak orang. Melalui Kompasiana mungkin saja ada yg membaca dan sependapat dgn Saya. Yang Saya maksud muak adalah dengan kondisi bangsa kita yang setiap hari tampak digambarkan semaki terpuruk oleh adanya berita-berita korupsi dimana-mana. Baik dipemerintah pusat maupun daerah juga tak kalah hebat beritanya. Kalo dipikir-pikir sebenarnya apa yang melatar belakangi semua hal itu? apakah karena kita memang benar-benar masih melarat sehingga harus sampai menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup? ataukah memang kita sebenarnya sangatlah maju pemikirannya sehingga banyak cara yang canggih hanya mendapatkan sesuatu yang berlebihan?.

Kasus Nazarudin

Saya muak dengan Nazarudin, pengacaranya dan semua orang-orang yang mendukungnya. Terlebih lagi kepada tim pengacaranya yang memang punya tugas melindungi dan berbuat apapun caranya agar dia bisa bebas dari segala tuntutan KPK. Kalo kita perhatikan banyak pernyataan yang dikeluarkan oleh tim pengacaranya yang inginnya menuntut dan menyidik terlebih dahulu orang-orang yang disampaikan diduga terlibat seperti orang-orang KPK dan Demokrat. Menurut Saya bukankah ini suatu teknik pengalihan dari substansi kasusnya Nazarudin itu sendiri? Seharusnya KPK gak usah ikut terpengaruh oleh pernyataan tersebut yang hanya akan membuang-buang waktu dan akhirnya bingung menentukan sikap. Memang dengan adanya tuduhan Nazarudin bahwa ada pertemuan dengan orang-orang KPK sebelumnya untuk membicarakan kasus yg melibatkan dirinya membuat KPK harus berhati-hati dan agak terkesan menjadi gamang dalam menentukan sikapnya, tapi saya melihat ada sedikit kemajuan dengan adanya pemeriksaan oleh Tim Kode Etik KPK atau apapun namanya.

KPK

Terus terang Saya juga muak dengan KPK yang lambat. Bukan lambat dalam membuat putusan tapi lambat menyatakan sikap sehingga menjadi target banyak pihak untuk menyerang KPK agar semakin lemah dan tak berdaya dimata masyarakat. Banyaknya dugaan orang-orangnya yang terlibat membuat Saya semakin agak meragukan kemampuan mereka menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan selalu tumbuh dari hari ke hari.

Media

Saya juga sangat muak dengan berita-berita di TV yang sangat tidak mendidikan dan selalu beropini memihak. Ada 2 stasiun TV (yang Saya yakin Anda tahu) selalu menjadi sorotan publik belakangan  selalu mempertontonkan opininya masing-masing dan sudah sangat tidak netral. Saya memang bukan seorang wartawan apalagi jurnalis, Saya cuma rakyat biasa saja yang selalu prihatin dengan pemberitaan dari mereka seolah selalu merasa benar dan berlomba menyajikan sesuatu yang faktual padahal isinya hanyalah ingin menaikkan rating penonton semata. Seharusnya mereka bisa bersipa netral dan tetaplah untuk memberitakan hal-hal yang bersifat berita dan cukup itu saja tanpa berusaha membentuk opini masyarakat (setidaknya ini keinginan Saya). Belakangan malah mereka tampak menjadi sumber paling terpercaya dan sumber paling akurat tentang semua hal yang terjadi akhir-akhir ini sehingga Saya sebagai penonton cukup terpengaruh dan akhirnya terbentuklah kelompok-kelompok orang dan akhirnya menjadi penting. Saat ini semua orang merasa penting, semua orang merasa ingin diperhatikan dan ingin menyuarakan pendapatnya. Dizaman komunikasi dan era informasi bebas hambatan sekarang ini tidak ada lagi yang sifatnya rahasia dan semua bisa didapatkan dengan mudah.

Pemerintah Indonesia

Saya juga muak dengan kinerja pemerintahan sekarang ini, walaupun tidak semua lininya buruk tapi sebagian besar tidaklah berjalan dengan baik dan benar. Memang kalo Saya yang ditunjuk jadi Menteri juga kemungkinan bobrok kinerjanya hahaha. Banyaknya kasus korupsi dibergabai kementrian membuat Saya semakin percaya bahwa orang-orang seperti itu sangatlah picik dan sangat rendah derajatnya. Mereka hanya mau memanfaatkan kedudukan dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri (baca=termasuk keluarga) dan para kroninya.

DPR

Apalagi yang satu ini hahaha... ini yang paling Saya benci. Tiap anggota DPR semuanya sok penting, sok suci dan sok sok lainnya. Ingatlah bahwa yang memilih kalian itu siapa? (kecuali ada politik uang tentunya). Hosh...hosh... dan akhirnya Saya juga sudah muak menulis ini di Kompasiana karena cape juga nulis ini. Dan buat yang muak dengan tulisan Saya silakan komentar, dan buat yang tadinya gak muak dan akhirnya jadi muak-muak hingga mual-mual silakan turut berikan komentarnya juga. Sekian, hidup kemuakan!!!.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x