Mohon tunggu...
Yudhistira Widad Mahasena
Yudhistira Widad Mahasena Mohon Tunggu... Desainer - Hanya seorang mahasiswa desainer grafis yang hobi jalan kaki, suka K-pop, dan menggilai Eurovision Song Contest.

He/him FDKV Widyatama '18

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Belajar dari Chandra Liow dan Bagaimana Dia Sembuh dari Covid-19

26 Oktober 2021   13:25 Diperbarui: 26 Oktober 2021   13:32 117 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Bismillahirrahmanirrahim.

Pandemi Covid-19 sampai sekarang masih menggerogoti dunia dan merenggut nyawa jutaan orang. Berbagai upaya telah dilakukan, khususnya di Indonesia, untuk mencegah pandemi ini, termasuk pembatasan wilayah, testing, dan vaksinasi.

Hari ini, saya akan membahas perjuangan seorang tokoh asal Indonesia untuk sembuh dari Covid-19. Dia adalah YouTuber Chandra Liow.

Chandra, begitulah dia biasa dipanggil, dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 29 Juni 2021, beberapa hari setelah dia genap berusia 28 tahun. Dia bercerita, ini terjadi setelah satu setengah tahun mencoba menjaga diri dari Covid-19, dan akhirnya dia kena juga. Awalnya, dia pergi hangout dengan teman-temannya untuk merayakan ulang tahunnya, tetapi mereka berwaspada dan melakukannya di sebuah rumah yang mereka klaim aman dari Covid-19. Tetapi, yang namanya Covid-19 tidak bisa ditebak, bahkan dampaknya tidak ada yang tahu. Akhirnya, Chandra dan teman-temannya terjangkit Covid-19.

Mereka segera melakukan isolasi mandiri dan mengabari satu sama lain tentang kondisi mereka, termasuk gejala hilang perasaan dan penciuman (salah satu gejala Covid-19 yang sangat umum). Mendengar kabar tersebut, ayah dan ibu Chandra berinisiatif untuk menemani putra mereka di rumahnya. Pada tanggal 5 Juli 2021 (saya tidak ingat tanggal pastinya), Chandra memanggil suster home care untuk mengecek kondisinya. Menurut suster yang merawatnya, dia masih di batas normal, mulai dari denyut nadi, saturasi oksigen, hingga suhu badan. Namun, di hari yang sama, Chandra harus menerima kabar bahwa ibunya juga dinyatakan positif Covid-19.

Chandra merasa terganggu secara emotif. Dia stress, dan kondisi fisiknya memburuk. Setiap kali bernapas, yang keluar dari tenggorokannya adalah batuk kering. Dan akhirnya pada tanggal 9 Juli 2021, merasa kondisi fisiknya tidak membaik, Chandra sekeluarga berniat mencari rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, semua rumah sakit penuh, karena saat itu Covid-19 di Indonesia sedang naik-naiknya, hampir mencapai 50.000+ kasus positif. Merasa usaha mereka sia-sia, Chandra meledak di depan orang tuanya dan menyarankan mereka kembali melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sekembalinya ke rumah, Chandra tersadar, dia seharusnya tidak marah-marah di hadapan orang tuanya. Karena kondisi fisiknya yang tidak kunjung membaik, dia menyarankan untuk kembali mencari rumah sakit. Dan untungnya mereka mendapat kabar bahwa Chandra mendapat kamar di Rumah Sakit Eka Hospital di daerah Bumi Serpong Damai (BSD) jika mereka segera datang. Chandra pun segera dilarikan ke Eka Hospital, sedangkan ibunya dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dan sesampainya di Eka Hospital, para dokter mengecek paru-paru Chandra dan ketahuan... kondisinya saat itu sudah sangat kritis.

Para dokter mengatakan kondisi Chandra sudah sangat kritis, dan menyuruh ayahnya untuk ikhlas jika terjadi apa-apa. Mendengar kata-kata itu, ayah Chandra tak bisa berkata apa-apa. Beliau menangis meraung-raung. Air mata beliau membanjiri lantai rumah sakit.

Mata Chandra menatap kosong.

Beberapa hari kemudian, Chandra diperlihatkan daftar harga perawatan yang harus dibayar. Harganya mencapai miliaran rupiah, yang membuat ayahnya marah pada si perawat, menanyakan apakah dia belajar psikologi. Si perawat meminta maaf berkali-kali, dan ayah Chandra sampai dipanggil manajemen rumah sakit. Beliau dan manajer rumah sakit saling koreksi pendapat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan