Mohon tunggu...
Yudhi Hertanto
Yudhi Hertanto Mohon Tunggu... Simple, Cool and Calm just an Ordinary Man

Peminat Komunikasi, Politik dan Manajemen

Selanjutnya

Tutup

Manajemen

It’s all about Decision Making..

30 November 2014   19:03 Diperbarui: 17 Juni 2015   16:26 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pemahaman yang luas akan frasa kalimat sederhana tentang “decision making” ternyata membentang menjadi sebuah bagian dari ilmu pengetahuan. Ini tentu tidak sekedar menjatuhkan pilihan akan kasus keseharian, seperti: “apakah sarapan pagi kita bubur ayam ataukah nasi goreng?”. Meski kasus sederhana tersebut memberikan ilustrasi nyata tentang bagaimana pilihan diletakkan berdasarkan suatu analisa berpikir tertentu.

Kali ini mata kuliah saya pada Program S2 Magister Manajemen Kalbis Institute bertajuk Strategic Decision Making, dan tentu menjadi sebuah hal yang istimewa lagi karena pengajarnya adalah Dr Vivid Argarini-mantan CEO Aneka Yess!!. Rasanya bagi mereka yang berusia sama seperti saya Generasi 80-an tentu sangat familiar dengan majalah remaja ini, beserta deretan Cover Girls-nya, *kebetulan saya memang tidak mencermati para Cover Boy-nya, maklum ini soal interkoneksi fisikal.

Back to the story, dan based on true story atas pengalaman langsung Ibu Vivid dalam menangani majalah Aneka Yess!! tentu patut menjadi sebuah crusial lesson. Bagaimana tidak, dibawah kepemimpinan beliau pula, Aneka Yess harus mengakhiri sebuah reputasi yang telah dibangun sepanjang 24 tahun, jelas ini bukan sebuah keputusan yang mudah, dan dititik moment of truth tersebut sebuah keputusan menjadi sangat penting dalam menuntaskan segalanya.

Terbayang dalam benak saya, masa kegentingan tersebut diiringi oleh riuh rendah kondisi bisnis percetakan dan majalah, yang mulai tergerus oleh perubahan arus pola media massa digital, seiring perkembangan teknologi. Lebih jauh lagi, dalam bayangan saya, saat itu dibutuhkan sebuah keputusan cepat yang signifikan serta harus segera diambil, dengan berbekal begitu banyak pertimbangan.

Keputusan yang dihasilkan harus menjadi sebuah hal yang final, tanpa menimbulkan dampak jangka panjang, serta menjawab problematika actual yang dihadapi. Bila sudah demikian, prinsip utama dalam pengambilan keputusan menjadi hal yang langsung diimplementasikan, dalam praktik bisnis dan usaha yang sangat dinamis serta penuh berbagai kemungkinan yang dapat terjadi in just a matter of seconds.

Secara umum, apa yang terjadi dalam kasus seperti yang dialami oleh majalah remaja Aneka Yess!! Dapat ditarik menjadi sebuah kesimpulan umum, setidaknya berikut adalah summary dari apa yang menjadi kasus nyata yang dialami oleh Dr Vivid Argarini beserta apa yang dipelajari dari mata kuliah yang dibawakan oleh beliau selama mengajar mata kuliah Strategic Decision Making di Kalbis Institute:

Proses Pengambilan Keputusan Strategis:

Bahwa sampai pada tahap mengambil keputusan adalah sebuah hal yang saling berkait dari pengumpulan data dan informasi, hingga mengidentifikasikan persoalan, untuk kemudian melakukan mekanisme problem solving dengan menempatkan berbagai opsi atas penyelesaian masalah, membangun prioritas solusi hingga kemudian melakukan pengambilan keputusan yang terbaik dari berbagai pilihan yang ada, dan melakukan review atas implementasi keputusan tersebut.

Gaya Pengambilan Keputusan:

Pada banyak kasus pengambilan keputusan, maka metodologi yang diambil dalam memutuskan suatu perkara bisa berbeda dari satu kondisi atas kondisi yang lain, karena subjek dan bobot serta lingkungan masalah juga pasti berbeda. Ada pengambilan keputusan dengan menggunakan intuisi, hal ini biasanya dilatarbelakangi keterbatasan waktu dan jam terbang bisnis yang telah dialami sebagai pengalaman.

Bagi saya, alih-alih menggunakan intuisi, maka untuk seorang pemula seperti saya, metode rasional dan objektif dapat dikembangkan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan, yakni dengan menentukan terlebih dahulu apa yang akan menjadi sasaran besar serta memenuhi diri dengan data serta sarat informasi yang cukup dalam memutuskan sesuatu sebagai sebuah keputusan akhir.

Keputusan dan Kepemimpinan

Pada penghujung kesimpulan, maka peran kepemimpinan tidak bisa dipisahkan dengan keputusan yang akan diambil. Jelas bahwa keputusan besar memerlukan tidak hanya jiwa yang besar dan karakter yang besar pula, namun disertai dengan tanggung jawab yang besar untuk mengambil pilihan yang terbaik dari berbagai macam pilihan yang disodorkan.

Leadership berperan dalam mendorong keputusan yang penting serta genting dalam sebuah organisasi, dan kasus majalah Remaja Aneka Yess!! adalah contoh konkrit yang bisa dipelajari, perlu Kepemimpinan yang besar, untuk dapat lepas dari factor emosional historis terkait dengan waktu torehan usaha yang telah 24 tahun malang melintang dijagad kawula muda remaja Indonesia, it must be very hard decision.

Happy Class and Stress Free

Diluar persoalan akademik seperti yang saya tuturkan diatas, satu yang membuat kelas ini tidak bosan adalah pembawaan materi dari Ibu Dosen yang nampak tidak pernah surut dalam lelah, bahkan terlihat bersemangat dalam mengedukasi, karena sejujurnya baru kali ini saya merasakan ruang kuliah S2 diatas pukul 17.00 bahkan hingga 18.00, biasanya 15.30 adalah limit maksimal, BRAVO!!!.

Enjoy and happy, karena spirit positif itu memang ibarat virus yang menular, jadi manakala pengajar tetap teguh dalam memancarkan energy positif, maka sinyal tersebut tertangkap kuat sebagai energy untuk dapat menerima proses pembelajaran secara lebih baik, bebas rasa kecemasan. Terlihat jelas kalau kelas ini penuh dengan adegan Selfie maupun Wefie, jadi tidak ada ruang yang berjarak antara semua bagian dalam interaksi belajar mengajar.

Terakhir, sebenarnya saya masih perlu banyak belajar dari Ibu Vivid soal Brand dan IMC karena rasanya hal itu adalah bagian yang secara A to Z menjadi keseharian beliau, semoga next time ada kesempatan untuk dapat berinteraksi lebih jauh dalam menimba ilmu yang bermanfaat serta penuh keberkahan. Terima kasih Dr Vivid Argarini atas ilmunya, see u in another time..