Mohon tunggu...
yudha satya
yudha satya Mohon Tunggu... Lainnya -

Selalu Belajar Sampai Akhir Hayat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sikap Penyelesaian Masalah yang Dibutuhkan Seorang Pemimpin di Jawa Timur

18 Agustus 2016   18:17 Diperbarui: 18 Agustus 2016   19:32 148 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
https://media.licdn.com/mpr/mpr/shrinknp_800_800/AAEAAQAAAAAAAASMAAAAJGRhNmE1NTgxLWRmMWItNDdhOC05NzI5LTIyOGE3NDg1ZWMyYw.jpg

Memang jika berbicara masalah pengembangan daerah, maka urusannya tidak hanya terletak pada penyelesaian satu masalah yang linier, tetapi pengamatan tersebut harus dilihat dari berbagai sudut pandang, beberapa faktor sampai keterkaitan masalah masalah yang sebenarnya jika ditelusuri lebih lanjut, masalah masalah tersebut merupakan hasil persambungan diantara satu akar masalah yang bercabang, namun terlepas daripada itu semua saya hanya ingin membahas beberapa masalah yang terjadi baik peristiwa, masalah, prestasi, perubahan yang sangat terbatas dari sudut pandang tertentu, terutama dari seorang warga yang tinggal di salah satu kota di jawa timur yang memiliki lingkup dan batasan tertentu dalam melihat informasi yang ada, yang sumbernya dan daya jangkaunya sangat terbatas dari kesempurnaan.

Setelah saya mencari informasi mengenai beberapa permasalahan, tantangan, kendala bahkan sampai dengan prestasi khususnya di jawa timur, ternyata ada sangat banyak sekali hal hal yang terjadi, terlebih jika mencari berita dalam rentang waktu 10 tahun, jika ingin dimuat semua akan menjadi satu bendel buku besar atau bahkan lebih, maka disini saya sedikit menggaris bawahi beberapa permasalahan pokok yang mungkin akan terus timbul dan tenggelam seakan tidak ada habisnya.

Maka dari beberapa informasi mengenai permasalahan yang saya peroleh kemudian permasalahan itu saya kelompokkan menjadi beberapa prioritas permasalahan yakni berupa permasalahan yang senantiasa diselesaikan, permasalahan yang harus dijaga, dan permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Prioritas Pengelompokan Permasalahan Yang Ada

Yang pertama adalah permasalahan yang senantiasa diselesaikan, yakni merupakan permasalahan yang sering terjadi, timbul dan tenggelam. Artinya permasalahan tersebut akan selalu muncul dan membutuhkan sebuah formula penyelesian tertentu secara berkala. Salah satu contohnya yaitu permasalahan pangan, selain itu masalahan pertanian juga termasuk di dalam kategori ini seperti adanya Rancangan Undang­Undang (RUU) Pertembakauan [1] pada tahun 2015 lalu, dimana pemerintah harus bisa secara luwes dalam menerapkan undang undang terutama yang pro kepada rakyat, meskipun kebanyakan peraturan tersebut bersumber dari dewan perwalikan rakyat daerah. Selain sektor pertanian dan pangan, salah satu yang harus senantiasa diselesaikan yakni mengenai permasalahan pendidikan yang tercatat di tahun 2009 indeks pembangunan manusia (IPM) yang menyangkut pendidikan, kesehatan dan daya beli di jawa timur mencapai angka 71 persen, tahun 2011 menjadi 72 persen [2]. Kategori terakhir yang termasuk dalam golongan pertama ini adalah sektor ekonomi, terutama sektor ekonomi mikro yang menjadi andalan di jawa timur ini.

Prioritas yang kedua yaitu permasalahan yang harus dijaga, ini umumnya mencakup hal hal yang berbentuk angka dan hasil hasil laporan yang harus dijaga angka angkanya jangan sampai mengalami kenaikan atau lebih baik jika mengalami penurunan, dan sebenarnya kategori kedua ini sangat berkorelasi dengan kategori permasalahan pertama, contoh dari permasalahan yang harus dijaga misalnya seperti masalah Korupsi yang menurutu salah satu lembaga independen pengawas korupsi angkanya terus meningkat, dari Rp11,5 miliar lebih di tahun 2011, meningkat Rp29,3 miliar di tahun 2012 [3]. Selain itu juga angka anka seperti inflasi harus tetap terjaga, sukur sukur jika terjadi deflasi seperti pada tahun 2015 Di Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,19% [4].

Kemudian prioritas yang terakhir adalah permasalahan yang harus segera diselesaikan, meliputi kejadian atau bencana seperti permasalahan lumpur lapindo di tahun 2006 [5], Lapangan sumur minyak tua peninggalan Belanda di Kabupaten Bojonegoro yang menimbulkan masalah [6], masalah pencemaran laut yang juga terjadi di Jawa Timur yakni di perairan Situbondo [7], yang meskipun awalnya menjadi permasalahan lokal, jika tidak diawasi dan diselesaikan maka akan menjadi permsalahan daerah bahkan menjadi permasalahan nasional. Dan yang terakhir adalah permasalahan sosial dan pekerjaan proyek seperti masalah narkoba di kabupaten sumenep [8] atau pembangunan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) dan jalan lintas selatan (JLS) [9] yaitu jalan tol yang menghubungkan delapan daerah di wilayah selatan Jatim, mulai Pacitan, Trenggalek. Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi, yang seharusnya masuk kedalam kategori kedua, namun saya masukkan kedalam kategori ketiga karena biasanya proyek pemerintah tidak pernah beres tepat waktu dan semoga dugaan saya itu salah.

http://image.slidesharecdn.com/4habitsofeffectiveleader30oct2015slidesharepro-151031022423-lva1-app6891/95/4-habits-of-effective-leader-30-oct-2015-slide-share-pro-52-638.jpg?cb=1446258418
http://image.slidesharecdn.com/4habitsofeffectiveleader30oct2015slidesharepro-151031022423-lva1-app6891/95/4-habits-of-effective-leader-30-oct-2015-slide-share-pro-52-638.jpg?cb=1446258418
Sikap Pemimpin Jawa Timur

Setelah mendapatkan beberapa data mengenai golongan permasalahan seperti diatas maka seorang pemimpin akan lebih terarah dalam menyelesaikan persoalan yang ada atau permasalahan yang menjadi prioritas untuk diselesaikan pada masa pemerintahannya yang ditetapkan dalam kurun waktu 5 tahun atau 10 tahun jika dia terpilih pada periode berikutnya. Selain menyelesaikan permasalahan biasanya pemimpin dalam periode jabatan tertentu akan dibebankan beberapa permasalahan yang berlum terselesaikan atau disebut warisan masalah yang ini merupakan sebuah kategori khusus untuk diselesaikan bisa menjadi kategori spesial atau masuk di dalam kategori penyelesain masalah seperti pada pemaparan diatas.

Terlebih seorang pemimpin yang akan menjabat atau meneruskan jabatan seperti pada tahun 2019 - 2024 seusai masa pemerintahan pakde karwo - gus ipul nantinya. harusnya jeli melihat dan mengatasi permasalahan yang ada terutama karena pemerintah merupakan sebuah pengontrol regulasi yang ada, juga sebagai fasilitator dan bertugas untuk menjaga wilayah kepemimpinannya dari ancaman ancaman yang terjadi baik dari dalam dan terutama dari luar daerah itu sendiri karena kata pemimpin atau pemimpen dalama bahasa jawa adalah seseorang yang diserahi untuk mewujudkan impian bagi banyak orang.

Selain itu pemimpin jawa timur juga harus mengetahui tentang potensi potensi yang ada pada suatu daerah terutama potensi kebudayaan yang ada di jawa timur yang merupakan penggabungan antar ragam budaya mulai dari jawa timur ujung barat sampai ujung timur yang memiliki ragam bahkan puluhan budaya yang ada mulai dari reog, sakera sampai dengan bandung bondowoso yang harus ditumbuhkan kembali terutama pada generasi penerus daerah yang memiliki tantangan yang berat pada era globalisasi dewasa ini, dan harus memiliki sebuah inovasi pada era ini agar kembali diminati dan menjadi kebanggaan masyarakat yang kini sudah mulai melupakan warisan leluhur, terutama dengan cara cara yang kreatif seperti menggabungkan unsur teknologi dalam kebudayaan sehingga kebudayaan yang dianggap kuno akan terangkat kembali dan menjadi sebuah kecintaan di wilayahnya masing masing. Untuk itu seorang pemimpin harus bisa mengakomodasi hal tersebut terutama seorang pemimpin dalam melakukan proses manajerial seperti planning, organizing, actuating dan controlling. Dimana dia tidak harus menjadi seorang ahli kebudayaan tapi lebih kepada seorang manajer yang bisa menaruh masalah pada tempatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan