Mohon tunggu...
Yeni Sahnaz
Yeni Sahnaz Mohon Tunggu... Penulis - Junior

Perempuan paruhbaya yang senang bertualang di belantara kata-kata dan tidak suka pakai kacamata kuda dalam menyelami makna kehidupan. Tempat saya berkicau di http://yenisahnaz.tumblr.com/

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pelecehan Seksual pada Anak

29 Juni 2020   00:08 Diperbarui: 1 Juli 2020   22:01 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Saya teringat pertemuan dengan seorang Ibu dan putrinya S usia 6 tahun. Belum satu jam pertemuan, S menyambut uluran tangan saya lalu menggenggam erat jemari sambil melangkah menuju rumpun bunga yg tengah bermekaran di taman. Dengan gembira ia memetik beberapa tangkai.

“ Sudah cukup?” Tanya saya sambil berjongkok di sampingnya..

S mengangguk sambil terenyum malu-malu. Saya  mengambil beberapa tangkai bunga lainnya dengan warna berbeda lalu diberikan kepada S.

“ Cantik-cantik ya bunganya, ada berapa macam warnanya?

S mengangkat tangan kanannya lalu seolah menulis di udara, “ Merah, kuning, biru, putihhh…!” Ujarnya dengan mata bening mengerjap-kerjap gembira memandang ke arah saya.

“Dugggg!” jantung saya serasa dipukul godam, tiba-tiba teringat pada musibah yang sudah dialami bocah S.

S berusia 4 th ketika suatu hari ia menangis kencang saat dimandikan oleh ibunya. Ia mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Bak disambar petir ibu S mendengar celotehan putrinya bahwa kesakitan yang dideritanya karena sering dipangku oleh ayah temannya yg merupakan tetangga dekat.

Ibu S cepat membawa putrinya  ke dokter lalu melaporkan tetangganya yang disebut oleh S. Tidak mudah untuk memproses hukum, sangat melelahkan menguras waktu, tenaga juga biaya.

 “ Ibu… beban pikiran saya sekarang bertambah..oknum itu setelah divonis dan masuk penjara, kini balik menuntut..padahal saya lelah luar biasa menghadapi semua ini…” Tatapan Ibu S menerawang jauh dengan bibir bergetar menyudahi ucapannya.

Saya mengagumi Ibu S, dari cerita yang dituturkannya terlihat kegigihan luar biasa untuk memproses hukum oknum yang melecehkan putrinya. Beliau menguraikan  kronologi peristiwa serta sangsi pasal yg dikenakan. Yang membuat saya lebih terharu setelah mengetahui profesi Beliau yaitu sebagai asisten rumah tangga.

Hampir setiap hari media memberitakan kasus pelecehan sex terhadap anak yg dilakukan oleh oknum yang seharusnya melindunginya seperti  guru, pemuka agama, tetangga dekat dan bahkan keluarga dekat. Mereka semua orang-orang yg luput dari kecurigaan orangtua korban.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun