Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Content Writer

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Terima Kasih, Bjorka

11 September 2022   11:49 Diperbarui: 11 September 2022   12:23 411 14 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Hacker (Tribunnews.com)

Judul di atas adalah satu pendapat saya, dan mungkin juga sebagian warganet Indonesia, seiring viralnya komentar keras hacker dengan nama pengguna Bjorka kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum lama ini.

Tanpa basa-basi, sang hacker mengunggah pesan, "My Message to Indonesian Goverment: Stop being an idiot" di forum gelap BreachForums, yang disambung dengan aksi peretasan data pribadi Menkominfo dan dokumen rahasia negara.

Pesan ini menjadi respon atas pernyataan pihak Kemenkominfo sebelumnya yang dengan polosnya meminta hacker ini 'tak menyerang' usai berusaha menjual 1,3 miliar data registrasi SIM card masyarakat Indonesia.

Kalau ini dunia dalam film kartun "Dora The Explorer", mungkin cara ini akan efektif. Tapi, berhubung ini dunia nyata, pendekatan dan respon yang muncul justru memvalidasi ketepatan frasa yang diucapkan Bjorka.

Di sini, saya yakin, pesan Bjorka sudah cukup mewakili kejengkelan publik, atas kinerja Kemenkominfo, khususnya belakangan ini. 

Hebatnya, alih-alih mengaku salah, mereka justru coba menimpakan kesalahan pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang dianggap lebih berwenang dalam hal menghadapi hacker. Mungkin, memang sudah saatnya tugas Kemenkominfo digantikan oleh BSSN.

Entah kebetulan atau bukan, episode ini seolah melengkapi episode penuh kegaduhan dari Kemenkominfo. Setelah sebelumnya membuat gaduh dengan gaya komunikasi kebijakan yang kurang baik soal PSE, kali ini mereka jadi sorotan di mata para hacker dunia, tepat setelah masalah kebocoran data pribadi mengemuka.

Dengan masalah-masalah dan respon respon ajaib yang muncul silih berganti, saya justru merasa miris, karena lembaga yang seharusnya bersifat futuristik justru menampilkan ketertinggalan sedemikian berat, kalau tidak boleh dibilang keterbelakangan.

Kalau itu jadi sorotan di negeri sendiri, mungkin akan dianggap enteng. Apalagi, jejak politik partisan di Pemilu 2019 lalu masih terasa. Selama masih ada pihak yang fanatik, semua masih aman terkendali. Tinggal diadu domba saja, beres sudah, seperti pada zaman kolonial dulu.

Pertanyaannya, bagaimana kalau sorotan itu datang dari luar negeri, dan dari orang yang memang seorang hacker?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan